KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat peran Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter, keterampilan, dan kemandirian generasi muda. Salah satu langkah yang disiapkan yakni mengoptimalkan lahan bumi perkemahan seluas 25 hektare di Kilometer 13, Kecamatan Balikpapan Utara.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Halaman Balai Kota Balikpapan, Jumat (14/8/2026).
Rahmad mengatakan, lahan tersebut tidak hanya akan dimanfaatkan sebagai lokasi perkemahan, tetapi juga diarahkan menjadi pusat berbagai kegiatan pembinaan Pramuka. Fasilitas itu nantinya dapat digunakan untuk pelatihan kepemimpinan, pengembangan keterampilan alam, pendidikan karakter, hingga kegiatan yang mendorong kemandirian anggota Pramuka.
“Manfaatkan bumi perkemahan ini secara maksimal,” kata Rahmad.
Menurutnya, penyediaan fasilitas yang memadai menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan Gerakan Pramuka di Kota Balikpapan. Dengan adanya lokasi yang representatif, kegiatan pembinaan diharapkan dapat berlangsung lebih terarah dan berkelanjutan.
Rahmad menilai Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tangguh, kreatif, mandiri, disiplin, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Dorong Pramuka Beradaptasi dengan Perkembangan Zaman
Dalam kesempatan tersebut, Rahmad juga mendorong Gerakan Pramuka Balikpapan melakukan transformasi agar semakin modern, profesional, dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Pemanfaatan teknologi digital dinilai penting untuk mendukung kegiatan organisasi sekaligus memperluas ruang kreativitas generasi muda. Namun, perkembangan teknologi tetap harus diimbangi dengan penguatan karakter dan nilai-nilai kepramukaan.
“Karakter tetap menjadi yang utama,” ujarnya.
Selain itu, Pramuka juga diminta meningkatkan kontribusi dalam mendukung ketahanan pangan. Hal tersebut sejalan dengan tema Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional 2026, yakni “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”
Menurut Rahmad, anggota Pramuka dapat mengambil bagian melalui berbagai kegiatan produktif, seperti pemanfaatan lahan, pengembangan keterampilan, pelestarian lingkungan, hingga penerapan teknologi dalam kegiatan yang berkaitan dengan pangan.
“Pramuka harus ikut mendukung ketahanan pangan,” tegasnya.
Hadapi Tantangan Generasi Muda
Rahmad juga mengingatkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain perubahan iklim dan perkembangan teknologi digital serta kecerdasan buatan, terdapat persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, penyebaran hoaks, dan perjudian daring.
Karena itu, nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma dinilai tetap relevan sebagai pedoman bagi anggota Pramuka dalam menghadapi perubahan tersebut.
Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, gotong royong, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap bangsa diharapkan terus ditanamkan melalui berbagai kegiatan kepramukaan.
Rahmad menegaskan, peringatan Hari Pramuka tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi pengingat untuk memperkuat kontribusi Pramuka dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
“Jangan sekadar seremonial,” katanya.
Sejumlah Tokoh Terima Lencana Pengabdian
Dalam upacara tersebut, turut dilakukan penyematan Lencana Pengabdian Gerakan Pramuka kepada sejumlah pejabat dan tokoh yang dinilai memberikan kontribusi terhadap pengembangan kepramukaan.
Penghargaan tersebut antara lain diberikan kepada Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Timur Muhaimin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Irfan Taufik, serta sejumlah pembina Gerakan Pramuka se-Kota Balikpapan.
Penyematan lencana menjadi bentuk apresiasi atas dukungan dan pengabdian berbagai pihak dalam membina serta mengembangkan Gerakan Pramuka di Balikpapan.
Rahmad juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, pembina, pelatih, orang tua, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, relawan, dan seluruh mitra strategis yang selama ini mendukung kegiatan kepramukaan.
Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat sehingga Gerakan Pramuka dapat mengambil peran lebih besar dalam pembangunan sumber daya manusia di Kota Balikpapan.
Dengan dukungan bumi perkemahan seluas 25 hektare di Balikpapan Utara, Pemkot Balikpapan optimistis pembinaan Pramuka dapat dilakukan lebih optimal. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, berlatih, berkarya, sekaligus membangun karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Jayalah Pramuka, jayalah Indonesia,” pungkas Rahmad.
Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















