Menu ✖

Mode Gelap
Kota Bangun Darat Prioritaskan Empat Ruas Jalan Poros Sepanjang 40 Kilometer Disdikbud Kukar Usulkan Beasiswa PAUD hingga SMP pada 2027 Bupati Aulia Apresiasi TMMD Ke-130, Dorong Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok Kukar Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Balikpapan Terapkan PJJ Selama Tiga Hari Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Balikpapan Batasi Aktivitas Belajar di Luar Kelas

BERITA DAERAH · 12 Sep 2026 15:00 WITA ·

Krisis Air Bersih Palaran Makin Parah, Warga Antre hingga Dini Hari


 Krisis air bersih di Kecamatan Palaran, Samarinda, semakin memprihatinkan. Ratusan kepala keluarga terpaksa mengantre menggunakan galon dan jeriken sejak pagi hingga larut malam demi memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Perbesar

Krisis air bersih di Kecamatan Palaran, Samarinda, semakin memprihatinkan. Ratusan kepala keluarga terpaksa mengantre menggunakan galon dan jeriken sejak pagi hingga larut malam demi memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Krisis air bersih di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, semakin memprihatinkan. Ratusan kepala keluarga terdampak terpaksa mengantre air menggunakan galon dan jeriken sejak pagi hingga larut malam untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.

Salah satu lokasi warga mendapatkan air berada di Terminal Instalasi Pengolahan Air (IPA) Palaran, Jalan Pemuda RT 30, Kelurahan Rawa Makmur. Belasan kran darurat di lokasi tersebut kini menjadi tumpuan warga setelah distribusi air bersih dari Perumdam Tirta Kencana Samarinda mengalami gangguan hingga terhenti di sejumlah kawasan.

Bagi warga, kebutuhan air yang sebelumnya dapat dipenuhi melalui keran rumah kini harus dilakukan dengan cara mengambil langsung ke titik distribusi. Warga harus mengantre, mengisi galon atau jeriken, kemudian mengangkutnya kembali ke rumah. Kondisi ini dilakukan berulang kali ketika persediaan air kembali habis.

Mama Orin (50), warga RT 33 Kelurahan Rawa Makmur, mengatakan kondisi tersebut sangat menyulitkan aktivitas keluarganya. Air yang tersedia harus diprioritaskan untuk kebutuhan memasak dan minum, sementara kebutuhan lainnya terpaksa dikurangi.

“Air sangat penting untuk memasak dan minum. Untuk mandi dan mencuci, kami harus berhemat,” ujar Mama Orin saat ditemui di tengah antrean warga, Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, keterbatasan debit air dari kran darurat tidak sebanding dengan jumlah warga yang datang. Akibatnya, antrean semakin panjang dan warga harus meluangkan waktu berjam-jam untuk mendapatkan air.

Bahkan, antrean tidak hanya terjadi pada siang hari. Sejumlah warga tetap bertahan hingga tengah malam karena khawatir tidak mendapatkan air untuk kebutuhan keesokan harinya.

“Kalau air di rumah habis, kami mengantre lagi. Bahkan ada warga yang bertahan sampai sekitar pukul 02.00 dini hari,” ungkapnya.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari DPRD Kota Samarinda. Anggota DPRD Kota Samarinda, Jasno, mendesak Perumdam Tirta Kencana segera mengambil langkah konkret untuk membantu warga terdampak, salah satunya dengan mengerahkan armada mobil tangki.

Menurut Jasno, distribusi air melalui satu titik kran darurat belum cukup untuk memenuhi kebutuhan warga dalam jumlah besar. Pola tersebut justru menyebabkan masyarakat berkumpul dan harus menghabiskan waktu lama dalam antrean.

“Perumdam harus membantu masyarakat. Armada tangki perlu dikerahkan langsung ke permukiman,” ujar Jasno.

Ia meminta armada mobil tangki disebar ke sejumlah titik strategis, terutama di kelurahan yang masih mengalami gangguan distribusi air. Dengan demikian, warga tidak perlu seluruhnya datang ke Terminal IPA Palaran hanya untuk mendapatkan air bersih.

Jasno menilai distribusi melalui beberapa titik akan membuat penyaluran air lebih merata sekaligus mengurangi kepadatan antrean di satu lokasi.

“Kami berharap tangki air ditempatkan di setiap kelurahan terdampak,” tegasnya.

Jasno juga menyebut distribusi air di sejumlah wilayah mulai berangsur pulih. Kelurahan Simpang Pasir, misalnya, dilaporkan mulai kembali mendapatkan aliran air sejak Rabu malam.

Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan. Pemulihan distribusi masih perlu dikawal agar seluruh wilayah yang terdampak dapat kembali memperoleh pasokan air secara normal.

Sejumlah kawasan seperti Kelurahan Rawa Makmur, Handil Bakti dan Bukuan masih menjadi perhatian karena warga di wilayah tersebut mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Bagi masyarakat Palaran, gangguan pasokan air tidak sekadar menjadi persoalan pelayanan. Terhentinya aliran air turut menghambat aktivitas sehari-hari, mulai dari memasak, minum, mandi hingga mencuci.

Warga berharap Perumdam Tirta Kencana Samarinda segera memulihkan distribusi air secara menyeluruh. Mereka ingin kebutuhan air bersih kembali dapat dipenuhi dari rumah tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre hingga larut malam.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kota Bangun Darat Prioritaskan Empat Ruas Jalan Poros Sepanjang 40 Kilometer

13 Oktober 2026 - 17:30 WITA

n33

Disdikbud Kukar Usulkan Beasiswa PAUD hingga SMP pada 2027

13 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n32

Bupati Aulia Apresiasi TMMD Ke-130, Dorong Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok Kukar

13 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n31

Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Balikpapan Terapkan PJJ Selama Tiga Hari

13 Oktober 2026 - 16:00 WITA

n30

Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Balikpapan Batasi Aktivitas Belajar di Luar Kelas

13 Oktober 2026 - 15:30 WITA

n29

Iswandi Dorong Penguatan Ekosistem UMKM Samarinda, Tak Cukup Hanya Pelatihan dan Bantuan

13 Oktober 2026 - 15:00 WITA

n28
Trending di BERITA DAERAH