Menu ✖

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Sekitar 75 Rumah di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Pemadaman Efisiensi Anggaran, Pemkab Kukar Pangkas Belanja Perjalanan Dinas hingga Operasional Lima Raperda Disepakati Dibahas, Pemkab Kukar Dorong Pencabutan Perda Kecamatan Sedulang Delegasi REAAA Kagumi Perkembangan Nusantara, Soroti Konsep Kota Berkelanjutan KNPI Samarinda Sampaikan Aspirasi Pemuda, Dorong Regulasi dan Dukungan untuk OKP

BERITA DAERAH · 17 Sep 2026 13:00 WITA ·

Beluluh Awal Sultan Tandai Dimulainya Rangkaian Sakral Erau 2026


 Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyampaikan penghormatan kepada Sultan, Kerabat Kesultanan, pemangku adat, serta seluruh masyarakat yang menjaga kelestarian Erau sebagai warisan budaya Kutai dari generasi ke generasi. Foto: Fairuzzabady. Perbesar

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyampaikan penghormatan kepada Sultan, Kerabat Kesultanan, pemangku adat, serta seluruh masyarakat yang menjaga kelestarian Erau sebagai warisan budaya Kutai dari generasi ke generasi. Foto: Fairuzzabady.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Suasana persiapan pelaksanaan Erau Adat Kutai Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura mulai terasa di Kota Raja Tenggarong. Menjelang pelaksanaan Erau yang dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 28 September 2026, Kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menggelar ritual sakral Beluluh Awal Sultan di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Kamis (17/9/2026).

Ritual Beluluh Awal Sultan menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian adat Erau. Prosesi ini dimaknai sebagai upaya penyucian dan pembersihan diri Sultan dari energi negatif, sekaligus memohon hadirnya energi positif sebelum menjalani berbagai rangkaian upacara adat selama pelaksanaan Erau.

Dalam prosesi tersebut, sejumlah perlengkapan khusus disiapkan sebagai bagian dari kelengkapan ritual. Salah satunya balai bambu kuning dengan 41 tiang yang dilapisi kain kuning, serta berbagai sesajen yang memiliki makna simbolis dalam tradisi adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Prosesi Beluluh juga tidak hanya dilakukan pada awal rangkaian Erau. Selama pelaksanaan Erau berlangsung, Beluluh Sultan akan dilaksanakan setiap hari di Kedaton, setelah salat Asar atau menjelang matahari terbenam.

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyampaikan penghormatan kepada Sultan, Kerabat Kesultanan, pemangku adat, pelaku seni dan budaya, serta seluruh masyarakat yang terus menjaga keberlangsungan Erau dari generasi ke generasi.

Menurut Aulia, Erau memiliki kedudukan istimewa dalam ingatan kolektif masyarakat Kutai karena tidak sekadar menghadirkan rangkaian upacara adat, tetapi juga memuat nilai-nilai yang diwariskan melalui tata upacara, bahasa, simbol, seni, tata krama, hingga perjumpaan antara Sultan dan rakyat.

“Erau bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari warisan nilai dan identitas masyarakat Kutai,” ujar Aulia.

Aulia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berkomitmen mendukung pelestarian adat dan budaya Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura secara berkelanjutan.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai upaya, mulai dari pendidikan budaya lokal, dokumentasi dan pengarsipan, pembinaan seniman serta pelaku adat, perlindungan objek pemajuan kebudayaan, hingga pengembangan ruang ekspresi dan ekosistem pariwisata serta ekonomi kreatif.

Pemerintah daerah berharap pelaksanaan Erau tidak hanya menjadi agenda seremonial atau sekadar tontonan budaya bagi masyarakat dan wisatawan. Lebih dari itu, Erau diharapkan menjadi ruang pewarisan nilai, pembelajaran budaya, serta perjumpaan antargenerasi.

Dengan demikian, tradisi dan nilai-nilai yang terkandung dalam Erau dapat terus hidup, dipahami, dan diwariskan kepada generasi muda di tengah perubahan zaman.

Pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026 sendiri akan berlangsung selama sembilan hari, mulai 20 hingga 28 September 2026, dengan berbagai rangkaian kegiatan adat, budaya, seni, dan tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

 

Pewarta : Fairuzzabady
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kebakaran Hanguskan Sekitar 75 Rumah di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Pemadaman

5 Oktober 2026 - 22:00 WITA

m6

Efisiensi Anggaran, Pemkab Kukar Pangkas Belanja Perjalanan Dinas hingga Operasional

5 Oktober 2026 - 21:02 WITA

m5

Lima Raperda Disepakati Dibahas, Pemkab Kukar Dorong Pencabutan Perda Kecamatan Sedulang

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

m4

KNPI Samarinda Sampaikan Aspirasi Pemuda, Dorong Regulasi dan Dukungan untuk OKP

5 Oktober 2026 - 18:00 WITA

m1

Viktor Soroti Keterbatasan Fiskal Samarinda, Dorong Pemuda Manfaatkan Potensi Ekonomi

5 Oktober 2026 - 17:00 WITA

l99

HUT Ke-81 TNI, Pemkab Kukar Perkuat Sinergi Jaga Ketahanan Pangan dan Keamanan Daerah

5 Oktober 2026 - 15:00 WITA

l98
Trending di BERITA DAERAH