KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Samarinda menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan DPRD dalam mendukung program pembangunan serta memperjuangkan aspirasi pengusaha perempuan. Melalui kepengurusan yang tengah dibentuk kembali, IWAPI berupaya memperkuat pemberdayaan perempuan di sektor ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan usaha di Kota Samarinda.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua IWAPI Kota Samarinda, Eni Sulastri, usai audiensi bersama Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, S.E., M.M., beserta jajaran Komisi IV DPRD Kota Samarinda. Pertemuan berlangsung di Ruang Ketua DPRD Kota Samarinda, Lantai 2, Selasa (27/10/2026).
Eni menjelaskan, audiensi tersebut menjadi kesempatan bagi pengurus IWAPI untuk memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan rencana organisasi ke depan. Dalam pertemuan itu, IWAPI juga mengundang Ketua DPRD Kota Samarinda untuk menghadiri pengukuhan kepengurusan yang dijadwalkan berlangsung pada 14 November 2026 di Gedung Arutala Bapperida.
“Pertemuan ini masih dalam tahap perkenalan. Kami berharap Ketua DPRD dapat hadir dalam pengukuhan kepengurusan IWAPI pada 14 November mendatang,” ujar Eni.
Ia menegaskan, IWAPI memiliki peran penting dalam menjembatani komunikasi antara pengusaha perempuan, pemerintah daerah, dan DPRD. Melalui peran tersebut, berbagai aspirasi pelaku usaha diharapkan dapat disampaikan kepada legislatif untuk kemudian dibahas dan disinergikan dengan program pemerintah.
Menurutnya, keterlibatan IWAPI sebagai mitra pemerintah dan DPRD diperlukan agar kebutuhan serta kendala yang dihadapi pengusaha perempuan dapat menjadi perhatian dalam penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan pembangunan daerah.
Selain menyerap dan menyampaikan aspirasi, IWAPI juga siap berperan dalam menyosialisasikan program pemerintah dan DPRD kepada masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, informasi mengenai program pembangunan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan manfaat, khususnya bagi pelaku usaha.
“Harapan kami, IWAPI bisa menjadi mitra strategis eksekutif dan legislatif, menyampaikan aspirasi pengusaha perempuan, serta membantu menyosialisasikan program agar manfaatnya dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Eni menambahkan, meskipun IWAPI merupakan organisasi yang telah berdiri lebih dari 50 tahun, kepengurusan IWAPI Kota Samarinda untuk periode ini tengah dibentuk kembali dengan semangat baru. Pembentukan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mengaktifkan organisasi, memperluas jaringan, dan meningkatkan kontribusi perempuan dalam pembangunan ekonomi daerah.
Saat ini, kepengurusan IWAPI Kota Samarinda berjumlah sekitar 30 orang, sementara anggotanya tersebar di berbagai wilayah Samarinda dan sekitarnya. Ke depan, organisasi akan melakukan pembenahan, terutama dalam memperkuat basis data keanggotaan agar potensi pengusaha perempuan dapat teridentifikasi secara lebih terarah.
Pendataan tersebut tidak hanya menyasar perempuan yang telah menjalankan usaha, tetapi juga mereka yang memiliki minat dan potensi untuk menjadi pengusaha. Dengan data yang lebih baik, IWAPI diharapkan dapat menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan anggota, termasuk dalam pengembangan kapasitas usaha dan perluasan kesempatan berwirausaha.
“Kami menyadari basis data anggota masih perlu diperkuat. Karena itu, kami akan membenahi pendataan sekaligus memetakan perempuan yang sudah berusaha maupun yang ingin memulai usaha,” ungkapnya.
Melalui penguatan organisasi dan kolaborasi dengan DPRD serta pemerintah daerah, IWAPI Kota Samarinda berharap semakin banyak perempuan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usaha, memperluas jejaring bisnis, dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
Upaya tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kontribusi pengusaha perempuan terhadap pertumbuhan UMKM dan perekonomian Kota Samarinda, sekaligus menjadikan IWAPI sebagai wadah yang aktif dalam memperjuangkan kepentingan perempuan di dunia usaha.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















