Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

BERITA DAERAH · 27 Okt 2026 18:00 WITA ·

Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok


 CEO sekaligus Owner Juragan Entertainment, Rodi Arianto, berharap UMKM kembali diizinkan berjualan dan menggelar kegiatan di Teras Samarinda. Hingga RDP bersama DPRD Kota Samarinda, Selasa (27/10/2026), belum ada keputusan terkait pengaduan PUMKMB mengenai penghentian aktivitas UMKM di kawasan tersebut. Foto: Yana Ashari. Perbesar

CEO sekaligus Owner Juragan Entertainment, Rodi Arianto, berharap UMKM kembali diizinkan berjualan dan menggelar kegiatan di Teras Samarinda. Hingga RDP bersama DPRD Kota Samarinda, Selasa (27/10/2026), belum ada keputusan terkait pengaduan PUMKMB mengenai penghentian aktivitas UMKM di kawasan tersebut. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – CEO sekaligus Owner Juragan Entertainment, Rodi Arianto, berharap para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali mendapatkan kesempatan untuk berjualan dan menggelar kegiatan di kawasan Teras Samarinda. Hingga berakhirnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Samarinda, Selasa (27/10/2026), belum ada keputusan terkait pengaduan Persatuan UMKM Berdaya (PUMKMB) mengenai penghentian aktivitas UMKM di kawasan tersebut.

Rodi menyampaikan hal itu kepada awak media seusai mengikuti RDP yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Lantai 2 DPRD Kota Samarinda. Menurutnya, pembahasan belum menghasilkan keputusan karena masih menunggu kehadiran Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda dan Direktur Perumda Varia Niaga.

Kedua pihak tersebut dijadwalkan menghadiri pertemuan lanjutan pada Rabu (28/10/2026) pukul 10.00 WITA. Pertemuan itu diharapkan dapat memperjelas persoalan penghentian aktivitas UMKM sekaligus membahas tuntutan para pelaku usaha dan event organizer (EO) yang terdampak.

“Belum ada keputusan. Besok pukul 10.00 WITA, Pak Asisten II dan Direktur Varia Niaga harus hadir agar persoalan ini jelas dan tuntutan UMKM bisa dibahas,” ujar Rodi.

Ia menjelaskan, tuntutan para pelaku UMKM dan EO pada dasarnya sederhana, yakni meminta kesempatan untuk kembali menggelar kegiatan yang melibatkan UMKM di Teras Samarinda. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan produk sekaligus memperoleh penghasilan tambahan.

“Kami hanya berharap bisa kembali menggelar event dan melibatkan UMKM, karena kegiatan itu berdampak positif bagi perekonomian mereka,” katanya.

Rodi mengungkapkan, hingga saat ini kegiatan yang melibatkan UMKM belum dapat dilaksanakan. Sementara itu, berdasarkan keterangannya, kegiatan lain di kawasan Teras Samarinda yang tidak melibatkan UMKM disebut masih dapat berlangsung.

Meski demikian, ia mengaku belum memperoleh penjelasan mengenai alasan penghentian aktivitas para pelaku usaha tersebut. Karena itu, pihaknya berharap pertemuan lanjutan bersama pemerintah kota dan Perumda Varia Niaga dapat memberikan kejelasan mengenai kebijakan yang diterapkan, sekaligus menemukan solusi yang dapat diterima semua pihak.

Selain meminta kepastian untuk kembali beraktivitas, Rodi juga menyoroti kerugian yang dialami pelaku UMKM dan EO akibat terhentinya kegiatan yang telah direncanakan. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian karena para pelaku usaha telah mengeluarkan biaya untuk mempersiapkan kegiatan maupun kebutuhan berjualan.

Ia menyebut, apabila UMKM pada akhirnya tetap tidak diperbolehkan berjualan di kawasan Teras Samarinda, perlu ada pembahasan lebih lanjut mengenai kemungkinan ganti rugi atas biaya yang telah dikeluarkan.

Terkait nilai kerugian, Rodi mengatakan nominal pastinya belum dapat dihitung. Namun, berdasarkan perkiraannya, kerugian yang dialami setiap UMKM dapat mencapai Rp1 juta atau lebih, bergantung pada biaya persiapan dan kebutuhan usaha masing-masing.

Ia memperkirakan terdapat sekitar 51 UMKM yang menggunakan tenda, sementara pelaku usaha tanpa tenda di area atas berjumlah sekitar 25 UMKM. Jumlah tersebut menunjukkan banyaknya pelaku usaha yang berharap memperoleh kepastian agar kegiatan ekonomi mereka dapat kembali berjalan.

Rodi berharap pertemuan lanjutan pada Rabu mendatang dapat menghasilkan keputusan yang jelas dan adil, baik bagi pemerintah maupun para pelaku usaha. Dengan adanya kepastian tersebut, UMKM dan EO diharapkan dapat kembali merencanakan kegiatan serta menjalankan aktivitas usaha di Teras Samarinda.

Menurutnya, keberlanjutan kegiatan yang melibatkan UMKM tidak hanya berkaitan dengan kesempatan berjualan, tetapi juga berperan dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat dan mendukung pertumbuhan usaha kecil di Kota Samarinda.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan

27 Oktober 2026 - 18:30 WITA

p13

Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun

27 Oktober 2026 - 17:30 WITA

p11 2

Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda

27 Oktober 2026 - 17:00 WITA

p10

DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

27 Oktober 2026 - 16:30 WITA

p9

IWAPI Samarinda Siap Jadi Mitra Strategis DPRD, Perjuangkan Aspirasi Pengusaha Perempuan

27 Oktober 2026 - 16:00 WITA

p8

IWAPI Samarinda Matangkan Pelantikan, Siapkan Kolaborasi Pengembangan UMKM

27 Oktober 2026 - 15:30 WITA

p7
Trending di BERITA DAERAH