KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Kementerian Pendidikan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar program pelatihan guru di bidang coding dan kecerdasan artifisial (KA) di berbagai daerah di Indonesia.
Program ini bertujuan memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21, sekaligus mendorong transformasi digital di lingkungan sekolah.
Di Kabupaten Kutai Kartanegara, pelatihan ini diikuti oleh 99 guru sekolah dasar. Materi pelatihan difokuskan pada pengenalan dasar-dasar pemrograman, logika algoritma, serta penerapan teknologi KA secara praktis dalam proses pembelajaran.
Para peserta juga dibekali dengan materi pengembangan kurikulum berbasis teknologi digital, serta strategi integrasi coding dan KA ke dalam mata pelajaran yang relevan.
Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Disdikbud Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Nurkhalis, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Kemendikdasmen dalam mencetak pendidik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Kami ingin para guru, khususnya di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, memiliki kompetensi digital yang mumpuni agar dapat mempersiapkan peserta didik menghadapi masa depan berbasis teknologi,” ujarnya.
Pelatihan ini didanai melalui Dana BOSP Kinerja untuk satuan pendidikan penerima, dan Dana BOSP Reguler untuk satuan pendidikan non-penerima yang memiliki jumlah siswa lebih dari 400.
Kegiatan dilaksanakan secara hibrida, yakni dengan sesi tatap muka di beberapa daerah prioritas, serta didukung modul pembelajaran daring.
Selain pelatihan teknis, program ini juga mendorong terbentuknya komunitas belajar guru berbasis teknologi di tingkat daerah.
Komunitas ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program dan membangun kolaborasi antar sekolah.
Dengan adanya pelatihan ini, para guru peserta diharapkan dapat mengimbaskan ilmu yang diperoleh kepada rekan sejawat dan siswa di sekolah masing-masing, sebagai langkah konkret dalam mewujudkan transformasi digital di dunia pendidikan. (*)

















