Menu ✖

Mode Gelap
Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan 17 Orang Positif Narkoba Saat Operasi Ketiga di Gunung Bugis, Polda Kaltim Siapkan Rehabilitasi Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan

IKN NUSANTARA · 21 Nov 2025 13:00 WITA ·

Pelepasliaran Rusa Sambar Tegaskan Komitmen Nusantara Membangun Kota Hutan Berkelas Dunia


 Dilaksanakan di Wanagama IKN, Nusantara, pada Kamis (20/11/2025), pelepasliaran rusa sambar dan peluncuran program eco-edu forest menandai bukti komitmen multi-stakeholder dalam pembangunan IKN menjadi kota hutan yang berkelanjutan. Perbesar

Dilaksanakan di Wanagama IKN, Nusantara, pada Kamis (20/11/2025), pelepasliaran rusa sambar dan peluncuran program eco-edu forest menandai bukti komitmen multi-stakeholder dalam pembangunan IKN menjadi kota hutan yang berkelanjutan.

KUMALANEWS.ID, NUSANTARA — Sebanyak 12 ekor rusa sambar dilepasliarkan ke kawasan hutan Nusantara sebagai bentuk komitmen Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam memperkuat ekosistem hutan hujan tropis dan membangun konsep forest city. Agenda ini merupakan kolaborasi antara Otorita IKN, Kementerian Kehutanan RI, PT Pamapersada Nusantara (PAMA), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai langkah strategis menghadirkan pembangunan yang selaras dengan konservasi alam.

Kegiatan diisi dengan pembukaan tarian Kalimantan oleh sekolah binaan PAMA, SMK Negeri 1 Balikpapan, pelepasan rusa sambar, hingga penanaman pohon spesies native Kalimantan. Rangkaian ini sekaligus menandai peluncuran program eco-edu forest, yang diselenggarakan di Wanagama IKN, Nusantara, pada Kamis (20/11/2025).

Rusa sambar (Cervus unicolor) dikenal sebagai satwa asli Kalimantan dengan ukuran tubuh besar, warna cokelat gelap, dan kemampuan adaptasi tinggi terhadap hutan hujan tropis. Karakteristik tersebut menjadikan rusa sambar tepat untuk dikembangkan kembali sebagai bagian dari penguatan populasi satwa liar di kawasan Nusantara.

Program eco-edu forest ini menjadi bentuk komitmen PAMA dan UGM dalam melindungi satwa endemik, memulihkan hutan hujan tropis, serta memastikan pembangunan Nusantara berjalan seiring dengan konservasi.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengapresiasi kolaborasi lintas instansi ini sebagai tonggak penting pembangunan Nusantara sebagai kota hutan dunia.

“Hal yang paling membuat saya bahagia hari ini, kami mendapatkan dukungan penuh dari PAMA, UGM, dan Kementerian Kehutanan dalam program eco-edu forest. Ke depan, kalau kawasan ini sudah seperti Wanagama Gunungkidul, nantinya juga akan menjadi destinasi ekowisata bagi para pengunjung di IKN,” jelas Basuki.

Senada, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut RI, Satyawan Pudyatmoko, menegaskan peran Kemenhut dalam mewujudkan visi Nusantara sebagai kota hutan.

“Ada beberapa hal yang sudah kita lakukan dalam mendukung pembangunan IKN, seperti pemetaan areal bernilai konservasi tinggi, pemetaan koridor satwa, serta menyediakan wildlife rescue unit khusus untuk resort IKN,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Direktur PT PAMA, Abdul Nasir Maksum, menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan kolaborasi kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi untuk membangun lingkungan berkelanjutan.

“PAMA hadir sebagai perusahaan kontraktor pertambangan yang menunjukkan komitmen dalam kelestarian lingkungan, termasuk pada program hari ini yang bekerja sama dengan pemerintah, Otorita IKN,” sahut Abdul.

Wakil Rektor UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, turut menegaskan bahwa UGM menjalankan program ini secara berkelanjutan, termasuk di bidang penelitian dan konservasi.

“Universitas Gadjah Mada selalu membuka pintu kerja sama dan kolaborasi, apalagi mendukung program yang ada di IKN menjadi lebih baik. Harapannya, dapat membangun kolaborasi dalam kapasitas riset, baik nasional maupun internasional, untuk mendukung forest city di Nusantara,” tutup Arief.

Pelepasliaran rusa sambar sekaligus peluncuran program eco-edu forest menjadi langkah strategis dalam memperkuat identitas Nusantara sebagai kota hutan dunia. Melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, dan sektor swasta, Otorita IKN memastikan bahwa pembangunan Ibu Kota masa depan berjalan selaras dengan konservasi satwa, pemulihan ekosistem, dan edukasi lingkungan yang berkelanjutan.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2025
Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan

15 Oktober 2026 - 19:00 WITA

n66

Otorita IKN Teken Kerja Sama Investasi Rp3,7 Triliun, Bangun Hunian ASN dan Fasilitas Kota

14 Oktober 2026 - 19:00 WITA

n53

Otorita IKN Buka Kanal Aspirasi RDTR Kawasan Penyangga, Masyarakat Bisa Beri Masukan hingga 22 Oktober

12 Oktober 2026 - 10:00 WITA

n12

IKN Jadi Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kalimantan

9 Oktober 2026 - 12:30 WITA

m63

Peserta KRTJ ke-16 Tinjau Infrastruktur IKN, Apresiasi Progres Pembangunan Nusantara

9 Oktober 2026 - 11:00 WITA

m57

Delegasi REAAA Kagumi Perkembangan Nusantara, Soroti Konsep Kota Berkelanjutan

5 Oktober 2026 - 19:00 WITA

m2
Trending di IKN NUSANTARA