KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Anggota DPRD Kota Samarinda, Suparno, melaksanakan kegiatan Reses Masa Persidangan I Tahun 2026 di daerah pemilihan Samarinda Ilir dan Samarinda Kota. Kegiatan penyerapan aspirasi tersebut digelar di halaman Pendopo Pemakaman Muslimin Selili, Jalan Lumba-Lumba RT 15, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, Jumat (13/2/2026).
Reses kali ini memiliki fokus yang berbeda dibandingkan kegiatan sebelumnya. Jika umumnya warga menyampaikan persoalan infrastruktur seperti jalan lingkungan, drainase, dan penerangan, dalam pertemuan tersebut Suparno secara khusus mengangkat persoalan keterbatasan lahan pemakaman yang kini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat Selili.
Dalam sambutannya, Suparno menegaskan bahwa reses merupakan momen penting bagi wakil rakyat untuk kembali ke tengah masyarakat, mendengar langsung persoalan riil yang dihadapi warga, sekaligus mencari solusi yang dapat diperjuangkan melalui jalur legislatif.
“Reses adalah kesempatan bagi kami untuk kembali ke masyarakat yang telah memilih kami. Biasanya yang disampaikan soal pengecoran jalan atau lampu penerangan, tetapi hari ini kita fokus pada persoalan makam, karena ini juga kebutuhan dasar warga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan aspirasi yang telah diterima sebelumnya, kondisi Pemakaman Muslimin Selili saat ini sudah sangat padat bahkan terjadi penumpukan makam. Selain itu, fasilitas pendukung di sekitar area pemakaman dinilai belum memadai, terutama sistem drainase yang buruk sehingga sering menimbulkan genangan air saat musim hujan.
“Ketika hujan deras, air sering meluap. Drainase di kanan kiri kurang berfungsi, permukaan tanah tidak rata, dan secara umum kondisinya sudah memprihatinkan. Ini menjadi perhatian serius,” jelasnya.
Suparno menambahkan, selain pembenahan infrastruktur pendukung seperti jalan akses dan penerangan, aspirasi paling mendesak yang disampaikan warga adalah kebutuhan pelebaran lahan pemakaman. Saat ini hampir tidak tersedia lagi ruang untuk pemakaman baru di wilayah tersebut.
Perwakilan warga, termasuk pengurus RT dan Rukun Kematian, berharap pemerintah daerah dapat membantu memfasilitasi perluasan lahan. Mereka mengaku persoalan tersebut telah lama menjadi perhatian masyarakat, namun hingga kini belum menemukan solusi konkret.
“Kami sangat berharap usulan ini bisa dikabulkan. Sudah lama kami memikirkan masalah ini, tetapi masih terkendala. Mudah-mudahan melalui Bapak Suparno, persoalan ini dapat segera difasilitasi,” ujar salah satu perwakilan warga.
Seorang tokoh masyarakat yang hadir juga mengapresiasi pelaksanaan reses di lokasi pemakaman, karena dinilai langsung menyentuh persoalan nyata yang dihadapi warga sehari-hari. Ia berharap aspirasi tersebut dapat diperjuangkan dalam pembahasan anggaran daerah.
Usai kegiatan, Suparno menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan dalam penyusunan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD. Ia memastikan pelebaran lahan pemakaman akan menjadi salah satu prioritas perjuangannya.
“Warga Selili hampir tidak memiliki lagi lahan pemakaman. Jika pun ada, lokasinya berada di luar kelurahan seperti di Sambutan atau Sungai Kapi, yang tentu menyulitkan keluarga saat proses pemakaman,” ungkapnya.
Ia juga menyebut adanya opsi hibah lahan dari warga, namun lokasinya cukup jauh sehingga masih memerlukan kajian lebih lanjut, termasuk terkait akses dan kesiapan infrastruktur pendukung.
Melalui kegiatan reses ini, Suparno berharap aspirasi masyarakat Selili dapat segera ditindaklanjuti pemerintah daerah, sehingga kebutuhan dasar warga, khususnya ketersediaan lahan pemakaman yang layak dan memadai, dapat terpenuhi dalam waktu dekat.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















