Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 13 Feb 2026 18:00 WITA ·

Jelang Ramadan, Wakil Ketua DPRD Samarinda Imbau Pedagang Tak Naikkan Harga Berlebihan


 Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Rusdi, memberikan keterangan terkait imbauannya agar para pedagang tidak menaikkan harga secara berlebihan menjelang bulan Ramadan. Perbesar

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Rusdi, memberikan keterangan terkait imbauannya agar para pedagang tidak menaikkan harga secara berlebihan menjelang bulan Ramadan.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Rusdi, mengimbau para pedagang agar tidak menaikkan harga kebutuhan pokok secara berlebihan menjelang bulan Ramadan.

Hal tersebut disampaikannya kepada awak media usai menghadiri kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, di Aubry Sport Center, Jalan Juanda 6, Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, Jumat (13/2/2026). Reses tersebut merupakan agenda penyerapan aspirasi masyarakat dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Samarinda Ulu.

Rusdi menjelaskan, DPRD melalui Komisi II bersama Pemerintah Kota sebelumnya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan pusat distribusi untuk memantau stabilitas harga. Namun, ia mengaku belum menerima laporan terbaru terkait hasil temuan di lapangan.

“Setahu saya, Komisi II bersama pemerintah kota sudah melakukan sidak. Tapi saya belum mendapat update apakah ada kenaikan harga atau tidak,” ujarnya.

Meski begitu, ia menegaskan langkah sidak tersebut merupakan upaya antisipasi agar lonjakan harga tidak terjadi menjelang Ramadan, yang biasanya diiringi peningkatan kebutuhan masyarakat.

Rusdi berharap para pelaku usaha tetap menjaga stabilitas harga demi melindungi daya beli masyarakat. Menurutnya, kenaikan harga yang tidak wajar justru akan memberatkan warga, terutama di tengah kondisi ekonomi daerah yang sedang menghadapi tekanan fiskal.

Ia mengungkapkan, APBD Samarinda mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sekitar Rp5,3 triliun, kini anggaran daerah berada di kisaran Rp3,1 triliun, sehingga berdampak pada ruang gerak ekonomi.

Meski demikian, Rusdi tetap optimistis daya beli masyarakat tidak akan turun drastis. Ia menilai sektor perdagangan dan pertanian di Kalimantan Timur masih menjadi penopang ekonomi yang cukup kuat.

“Mayoritas masyarakat kita bergerak di sektor perdagangan. Mudah-mudahan kondisi ekonomi tetap stabil dan daya beli warga tetap terjaga,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH