Menu ✖

Mode Gelap
Selamat Ulang Tahun Ke-55 H. Viktor Yuan, S.H., M.H. Hadiri Pelantikan PMII Samarinda, Celni Pita Sari Dorong Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah Distanak Kukar Sediakan Klinik Hewan Gratis, Bisa Periksa hingga Operasi DP2KB Kukar Tegaskan Layanan KB Gratis Tersedia di Puskesmas hingga Rumah Sakit Sunggono Buka Sertifikasi dan Munaqosyah Akbar 500 Guru Mengaji se-Kukar

BERITA DAERAH · 22 Apr 2026 15:30 WITA ·

DPRD Soroti Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Samarinda, Jangan Hanya Tinggi Tapi Rapuh


 Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Kepala Daerah, Abdul Rohim, memberikan keterangan terkait kualitas pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pembahasan LKPJ Tahun Anggaran 2025. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Utama Lantai 2 DPRD Kota Samarinda, Rabu (22/4/2026), dengan menghadirkan sejumlah perangkat daerah terkait. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Kepala Daerah, Abdul Rohim, memberikan keterangan terkait kualitas pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pembahasan LKPJ Tahun Anggaran 2025. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Utama Lantai 2 DPRD Kota Samarinda, Rabu (22/4/2026), dengan menghadirkan sejumlah perangkat daerah terkait. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Kepala Daerah, Abdul Rohim, menyoroti kualitas pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pembahasan LKPJ Tahun Anggaran 2025. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Utama Lantai 2 DPRD Kota Samarinda, Rabu (22/4/2026), dengan menghadirkan sejumlah perangkat daerah terkait.

RDP tersebut membahas berbagai indikator strategis, mulai dari laju pertumbuhan ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita, rasio gini, hingga kontribusi sektor perdagangan dan jasa terhadap PDRB. Pembahasan difokuskan pada upaya memastikan arah pembangunan ekonomi yang inklusif, sebagaimana tertuang dalam RPJMD.

Dalam keterangannya kepada awak media, Abdul Rohim mengakui bahwa laju pertumbuhan ekonomi Samarinda tergolong tinggi, bahkan menjadi salah satu yang tertinggi di Kalimantan Timur. Namun, ia mengingatkan bahwa tingginya angka pertumbuhan belum tentu mencerminkan kondisi ekonomi yang sehat.

“Memang laju pertumbuhan ekonomi kita cukup tinggi, bahkan termasuk yang tertinggi di Kaltim. Tapi yang ingin kita pastikan adalah, apakah pertumbuhan ini benar-benar sehat,” ujarnya.

Dari hasil pembahasan, diketahui bahwa struktur ekonomi Samarinda masih didominasi oleh tiga sektor utama, yakni konstruksi, perdagangan besar, dan pertambangan. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan kerentanan jika tidak segera diantisipasi.

“Kalau hanya ditopang dua atau tiga sektor, itu artinya kita rentan. Ketika sektor-sektor tersebut terkena tekanan, ekonomi kita bisa langsung terdampak signifikan,” jelasnya.

Abdul Rohim menekankan pentingnya pemerataan kontribusi antar sektor guna menciptakan fondasi ekonomi yang lebih kuat. Ia mendorong agar sektor lain seperti UMKM, pariwisata, pertanian, serta perdagangan skala kecil dapat tumbuh dan berkontribusi lebih besar.

“Harus ada distribusi yang lebih merata. Jangan sampai ada sektor yang kontribusinya sampai dua puluh persen lebih, sementara sektor lain hanya di angka enam atau tujuh persen. Kesenjangan ini terlalu jauh,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti tingkat kemandirian fiskal daerah yang dinilai masih belum optimal. Ketergantungan terhadap pajak daerah sebagai sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) dianggap berisiko apabila terjadi perlambatan ekonomi.

“PAD kita sebagian besar berasal dari pajak daerah. Sementara dari retribusi dan hasil pengelolaan kekayaan daerah masih kecil. Ini juga rentan. Ketika ekonomi terganggu dan wajib pajak menurun kemampuannya, PAD bisa langsung turun drastis,” ungkapnya.

Melalui evaluasi ini, DPRD Samarinda berharap pemerintah daerah tidak hanya mengejar capaian angka pertumbuhan semata, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi agar lebih berkelanjutan dan tahan terhadap gejolak.

“Jangan sampai angka-angka besar ini justru meninabobokan kita, padahal di balik itu ada kerentanan yang harus segera dibenahi,” pungkasnya.

RDP tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Bagian Pemerintahan, Kepala Baperida, Kepala Bagian Ekonomi, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Bapenda, Kepala BPKAD, serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Samarinda.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hadiri Pelantikan PMII Samarinda, Celni Pita Sari Dorong Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah

17 Oktober 2026 - 21:00 WITA

o6

Distanak Kukar Sediakan Klinik Hewan Gratis, Bisa Periksa hingga Operasi

17 Oktober 2026 - 15:00 WITA

o5

DP2KB Kukar Tegaskan Layanan KB Gratis Tersedia di Puskesmas hingga Rumah Sakit

17 Oktober 2026 - 14:00 WITA

o4

Sunggono Buka Sertifikasi dan Munaqosyah Akbar 500 Guru Mengaji se-Kukar

17 Oktober 2026 - 13:00 WITA

o3

Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan

17 Oktober 2026 - 09:30 WITA

o1

Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV

17 Oktober 2026 - 08:30 WITA

n97
Trending di BERITA DAERAH