Menu

Mode Gelap
Basarnas Balikpapan dan Konsulat Australia Perkuat Kerja Sama SAR, Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Kondisi Darurat Nurlena Rahmad Mas’ud: Penguatan Keluarga Jadi Kunci Tekan Stunting di Balikpapan HKG PKK ke-54 Balikpapan Perkuat Sinergi, Ribuan Kader Didorong Wujudkan Generasi Emas 2045 HKG PKK ke-54 Balikpapan Perkuat Kolaborasi, Salurkan Bantuan UMKM hingga Penanganan Stunting HKG PKK ke-54, Rahmad Mas’ud Ajak Kader Jadi Teladan dan Perkuat Ketahanan Keluarga

BERITA DAERAH · 23 Apr 2026 15:30 WITA ·

DPRD Soroti Ketahanan Ekonomi Samarinda, Abdul Rohim: Pertumbuhan Tinggi Belum Tentu Sehat


 Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Kepala Daerah DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan keterangan kepada awak media terkait kondisi pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda yang dinilai masih rentan meski mencatat angka cukup tinggi. Hal tersebut disampaikannya usai pembahasan arah pembangunan ekonomi dalam dokumen perencanaan daerah, Kamis (23/4/2026). Foto: Yana Ashari. Perbesar

Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Kepala Daerah DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan keterangan kepada awak media terkait kondisi pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda yang dinilai masih rentan meski mencatat angka cukup tinggi. Hal tersebut disampaikannya usai pembahasan arah pembangunan ekonomi dalam dokumen perencanaan daerah, Kamis (23/4/2026). Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Kepala Daerah, Abdul Rohim, menyoroti kondisi pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda yang dinilai masih rentan meskipun mencatat angka cukup tinggi. Hal tersebut disampaikannya kepada awak media usai pembahasan terkait arah pembangunan ekonomi dalam dokumen perencanaan daerah, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, pembahasan tersebut mengacu pada target pembangunan ekonomi inklusif dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dengan indikator utama seperti laju pertumbuhan ekonomi, rasio gini, serta kontribusi sektor terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

“Laju pertumbuhan kita memang cukup tinggi, bahkan termasuk yang tertinggi. Tapi yang ingin kita pastikan adalah apakah pertumbuhan itu sehat,” ujarnya.

Abdul Rohim menjelaskan, pertumbuhan ekonomi yang sehat seharusnya ditopang oleh kontribusi sektor yang beragam dan merata. Namun, berdasarkan hasil pembahasan, struktur ekonomi Samarinda saat ini masih didominasi oleh tiga sektor utama, yakni konstruksi, perdagangan besar, dan pertambangan.

“Kalau hanya ditopang satu-dua sektor, itu membuat kita rentan. Ketika sektor tersebut terpukul, ekonomi kita bisa langsung turun drastis,” jelasnya.

Ia menilai kondisi tersebut perlu segera diperbaiki dengan mendorong sektor-sektor lain seperti UMKM, pariwisata, pertanian, serta perdagangan kecil agar memiliki kontribusi lebih signifikan dalam perekonomian daerah.

Selain itu, ia juga menyoroti tingkat kemandirian fiskal daerah yang masih bergantung pada pajak daerah sebagai sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, ketergantungan ini berisiko terhadap stabilitas keuangan daerah.

“Kalau sumber PAD kita hanya bertumpu pada pajak, ketika ekonomi lesu dan wajib pajak terdampak, maka pendapatan daerah juga langsung turun,” tegasnya.

Untuk itu, DPRD akan menjadikan temuan tersebut sebagai bahan rekomendasi kepada Pemerintah Kota Samarinda agar pada tahun 2026 dapat mendorong diversifikasi sektor ekonomi, sehingga pertumbuhan menjadi lebih merata dan tahan terhadap guncangan.

Soroti Car Free Night dan Parkir Liar

Selain isu ekonomi, Abdul Rohim juga menyoroti pelaksanaan kegiatan car free night di Kota Samarinda. Ia menilai konsep kegiatan tersebut sudah berjalan baik di area inti, namun masih terdapat persoalan di area pendukung, khususnya terkait parkir liar yang dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Di area inti suasananya bagus, tapi di jalan sekitar justru muncul parkir liar yang semrawut dan mengganggu,” ungkapnya.

Ia mengaku menerima laporan adanya pungutan parkir hingga Rp10 ribu yang dinilai tidak wajar. Oleh karena itu, ia meminta Dinas Perhubungan untuk segera melakukan penertiban serta menyediakan kantong parkir resmi yang memadai.

“Kalau masih ada pungutan liar, masyarakat akan ragu ikut program parkir berlangganan,” katanya.

Di sisi lain, ia juga mendorong agar kegiatan car free night dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaku UMKM, misalnya melalui penyediaan fasilitas usaha yang terjangkau seperti tenda, dengan melibatkan pihak swasta.

Teras Samarinda Segera Diperbaiki

Terkait kerusakan fasilitas di Teras Samarinda pasca aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu, Abdul Rohim menilai kerusakan yang terjadi masih tergolong ringan dan dapat segera ditangani.

“Kerusakannya minor dan itu konsekuensi dari massa yang cukup besar,” ujarnya.

Ia pun mendukung langkah cepat Pemerintah Kota Samarinda dalam melakukan perbaikan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.

“Kalau bisa dipercepat, supaya aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan nyaman,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Basarnas Balikpapan dan Konsulat Australia Perkuat Kerja Sama SAR, Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Kondisi Darurat

28 Juli 2026 - 19:00 WITA

d84

Nurlena Rahmad Mas’ud: Penguatan Keluarga Jadi Kunci Tekan Stunting di Balikpapan

28 Juli 2026 - 18:00 WITA

d83

HKG PKK ke-54 Balikpapan Perkuat Sinergi, Ribuan Kader Didorong Wujudkan Generasi Emas 2045

28 Juli 2026 - 17:00 WITA

d82

HKG PKK ke-54 Balikpapan Perkuat Kolaborasi, Salurkan Bantuan UMKM hingga Penanganan Stunting

28 Juli 2026 - 16:00 WITA

d81

HKG PKK ke-54, Rahmad Mas’ud Ajak Kader Jadi Teladan dan Perkuat Ketahanan Keluarga

28 Juli 2026 - 15:00 WITA

d80

Forum NGOPI PUTRI Kaltim Bahas Strategi Pariwisata Menuju Industri Berdaya Saing di Era IKN

28 Juli 2026 - 09:00 WITA

WhatsApp Image 2026 07 28 at 07.55.57
Trending di BERITA DAERAH