KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Balikpapan Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, S.E. menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka stunting melalui penguatan peran keluarga, edukasi gizi, serta kolaborasi dengan berbagai perangkat daerah dan kader PKK. Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter menuju visi Indonesia Emas 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan Nurlena usai menghadiri puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kota Balikpapan yang digelar di BSCC Dome Balikpapan, Selasa (28/7/2026).
Nurlena mengatakan, pembangunan sumber daya manusia harus diawali dari lingkungan keluarga. Rumah tangga yang kuat, menurutnya, akan melahirkan generasi yang memiliki karakter baik, kesehatan yang terjaga, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kita harus mulai dari keluarga,” ujar Nurlena.
Ia menjelaskan, keluarga tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga menjadi tempat pertama membentuk karakter, membangun kebiasaan hidup sehat, dan menanamkan pola pengasuhan yang baik kepada anak.
“Kalau keluarga kuat, kita akan melahirkan generasi yang berkualitas,” katanya.
Salah satu fokus utama TP PKK Kota Balikpapan saat ini adalah percepatan penurunan angka stunting. Nurlena mengungkapkan, capaian penanganan stunting di Balikpapan sebenarnya sempat menunjukkan tren yang positif dengan penurunan angka yang cukup signifikan. Namun, kondisi tersebut kembali mengalami peningkatan seiring bertambahnya jumlah penduduk pendatang yang menetap, menjalani kehamilan, dan melahirkan di Balikpapan sehingga masuk dalam data resmi pemerintah daerah.
“Stunting masih menjadi perhatian serius kami,” tegasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, TP PKK tidak hanya mengandalkan data administratif, tetapi juga melakukan pemantauan langsung ke lapangan. Kader PKK bersama instansi terkait aktif mengunjungi keluarga guna melihat kondisi anak sekaligus mengidentifikasi penyebab terjadinya stunting.
Menurut Nurlena, salah satu faktor yang masih sering ditemukan adalah pola asuh yang belum tepat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak. Ia menilai masih banyak orang tua yang menganggap anak telah cukup makan karena mengonsumsi makanan ringan, padahal kandungan gizinya belum memenuhi kebutuhan tumbuh kembang.
“Anak jangan hanya kenyang, tetapi juga harus mendapat gizi yang cukup,” ujarnya.
Karena itu, edukasi mengenai pentingnya pemberian makanan bergizi seimbang terus digencarkan kepada para orang tua. TP PKK juga mendorong keluarga untuk lebih memperhatikan kualitas asupan makanan sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia emas pertumbuhan.
Dalam menjalankan program tersebut, TP PKK Balikpapan terus memperkuat kolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Dinas Kesehatan, puskesmas, posyandu, serta kader PKK di seluruh kelurahan.
Menurut Nurlena, upaya menurunkan angka stunting tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi menjadi kuncinya,” ucapnya.
Selain fokus pada kesehatan keluarga, TP PKK Kota Balikpapan juga terus meningkatkan kapasitas para kader melalui berbagai pelatihan pemberdayaan ekonomi. Salah satu program yang diperkuat adalah pengembangan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) melalui pelatihan produksi, pengemasan, legalitas produk, hingga pemasaran berbasis digital.
Nurlena menilai pemanfaatan teknologi digital menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM binaan PKK untuk memperluas pasar tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar. Karena itu, kader didorong agar mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran produk.
“Digitalisasi membuka peluang pasar yang lebih luas,” katanya.
Ia berharap penguatan ekonomi keluarga dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Menurutnya, keluarga yang sehat dan mandiri secara ekonomi akan lebih mampu memenuhi kebutuhan gizi anak serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi penerus.
Melalui berbagai program pemberdayaan yang terus dijalankan, TP PKK Kota Balikpapan optimistis mampu berkontribusi dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Balikpapan yang sehat, sejahtera, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















