KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengevaluasi pelaksanaan Job Fair 2026 yang menunjukkan mayoritas pencari kerja masih didominasi lulusan baru atau fresh graduate yang belum memiliki pengalaman dan kompetensi kerja. Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar untuk menyiapkan program pelatihan kompetensi pada 2027.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distransnaker Kukar, Dendi Irwan Fahriza, mengatakan sebagian besar peserta Job Fair 2026 merupakan lulusan usia produktif yang baru memasuki dunia kerja.
“Mayoritas pelamar merupakan lulusan baru yang belum memiliki pengalaman maupun kompetensi kerja yang memadai,” ujar Dendi, Rabu (15/7/2026).
Dalam pelaksanaan Job Fair 2026, sekitar 370 lowongan pekerjaan dibuka oleh berbagai perusahaan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 196 pelamar berhasil lolos seleksi administrasi. Sektor pertambangan menjadi bidang yang paling diminati pencari kerja, diikuti sektor perkebunan dan pembiayaan.
Di sisi lain, Distransnaker Kukar mencatat hingga Juni 2026 terdapat sekitar 2.200 kasus pemutusan hubungan kerja (PHK). Meski demikian, pemerintah berharap kebijakan relaksasi peninjauan kembali Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang disampaikan pemerintah pusat dapat mendorong perusahaan kembali membuka peluang rekrutmen tenaga kerja.
Sebagai langkah antisipasi, Distransnaker Kukar akan memprioritaskan pelatihan berbasis kebutuhan industri pada 2027. Program tersebut meliputi pelatihan operator alat berat, mekanik alat berat, dan welder. Selain itu, pelatihan konten kreator, desain grafis, serta penjamah makanan juga akan disiapkan untuk mendukung program strategis nasional sekaligus memperluas peluang kerja masyarakat.
Menurut Dendi, peningkatan kompetensi menjadi kunci agar tenaga kerja lokal mampu bersaing dan lebih mudah terserap dunia usaha.
“Kami ingin tenaga kerja Kukar lebih siap menghadapi kebutuhan industri,” katanya.
Melalui program pelatihan tersebut, Pemkab Kukar berharap angka pengangguran dapat ditekan, sekaligus meningkatkan peluang masyarakat memperoleh pekerjaan pada pelaksanaan Job Fair berikutnya maupun rekrutmen tenaga kerja sepanjang tahun.
Pewarta & Editor: Fairuzzabady @2026

















