Menu

Mode Gelap
Danlanal Balikpapan Tinjau Bekapai, PHM Perkuat Sinergi Pengamanan Aset Migas 82 Siswa Jadi Angkatan Pertama SNT 3 IKN, MPLS Resmi Dimulai HUT RI ke-81, DPRD Samarinda Dorong Masyarakat Perkuat Kemandirian di Tengah Tantangan Ekonomi HUT RI ke-81, DPRD Samarinda Dorong Kemerdekaan Dirasakan Lewat Keadilan dan Kesejahteraan HUT RI ke-81, DPRD Samarinda Dorong Tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” Diwujudkan dalam Kebijakan Nyata

BERITA DAERAH · 10 Agu 2026 20:00 WITA ·

DPRD Samarinda Dorong PAD 2027 Tembus Rp1,5 Triliun, Jangan Bebani Masyarakat


 Wakil Ketua II DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vananzda, menyebut terdapat perbedaan proyeksi PAD 2027. DPRD mendorong target Rp1,5 triliun, sementara Pemkot Samarinda memproyeksikan sekitar Rp1,2 triliun. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Wakil Ketua II DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vananzda, menyebut terdapat perbedaan proyeksi PAD 2027. DPRD mendorong target Rp1,5 triliun, sementara Pemkot Samarinda memproyeksikan sekitar Rp1,2 triliun. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Tahun Anggaran 2027 di DPRD Kota Samarinda mulai mengarah pada pembahasan target Pendapatan Asli Daerah (PAD). DPRD mendorong target PAD yang lebih tinggi untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah, namun tetap mengingatkan pemerintah agar peningkatan pendapatan tidak dilakukan dengan membebani masyarakat.

Hal tersebut dibahas dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Samarinda bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Samarinda di Ruang Rapat Paripurna Lantai II DPRD Kota Samarinda, Senin (10/8/2026).

Wakil Ketua II DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vananzda, mengatakan terdapat perbedaan proyeksi antara DPRD dan Pemerintah Kota Samarinda. DPRD mendorong PAD 2027 dapat mencapai sekitar Rp1,5 triliun, sementara Pemkot Samarinda masih memproyeksikan angka sekitar Rp1,2 triliun.

“DPRD punya proyeksi Rp1,5 triliun, sementara Pemkot Rp1,2 triliun,” ujar Ahmad.

Menurutnya, target Rp1,5 triliun dinilai masih realistis jika melihat perkembangan PAD Samarinda dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, PAD Samarinda berada di kisaran Rp1,1 triliun, kemudian meningkat menjadi sekitar Rp1,2 triliun pada 2026.

Kondisi tersebut, kata Ahmad, menunjukkan masih terdapat ruang untuk meningkatkan pendapatan daerah pada 2027 melalui optimalisasi berbagai sumber PAD yang belum tergarap secara maksimal.

“Masih banyak potensi yang bisa digali,” katanya.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian dalam pembahasan PAD adalah optimalisasi pajak daerah, termasuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun, DPRD memberikan catatan agar peningkatan penerimaan tidak hanya ditempuh melalui penambahan beban pajak kepada masyarakat.

Ahmad menilai pemerintah perlu lebih dulu mengoptimalkan potensi pendapatan yang sudah tersedia serta mencari sumber-sumber PAD baru yang memiliki peluang untuk dikembangkan.

Menurutnya, peningkatan PAD harus berjalan seimbang dengan kemampuan ekonomi masyarakat. Jangan sampai kebijakan mengejar target pendapatan justru berdampak terhadap daya beli dan kesejahteraan warga.

“Jangan sampai masyarakat terbebani,” tegasnya.

Karena itu, DPRD meminta Pemkot Samarinda melakukan kajian secara menyeluruh terhadap potensi pendapatan daerah sebelum menetapkan target final PAD 2027.

Ahmad menegaskan, angka Rp1,5 triliun yang didorong DPRD belum menjadi angka final. Pembahasan masih akan dilakukan bersama TAPD, termasuk melihat kemampuan masing-masing sektor pendapatan serta kebutuhan belanja daerah pada 2027.

Ia menyebut Banggar DPRD secara internal telah menyepakati dorongan agar Pemkot Samarinda berani meningkatkan proyeksi PAD hingga Rp1,5 triliun.

“Kami berharap proyeksinya Rp1,5 triliun,” jelasnya.

Pembahasan KUA 2027 selanjutnya akan berlanjut dengan membahas komponen belanja daerah dan sumber pendapatan lainnya. DPRD juga menjadwalkan agenda lanjutan yang berkaitan dengan penyampaian dari Wali Kota Samarinda.

Dengan demikian, perbedaan proyeksi PAD antara Rp1,2 triliun dan Rp1,5 triliun masih menjadi bagian dari proses pembahasan dan belum ditetapkan sebagai angka akhir.

DPRD berharap target pendapatan yang nantinya disepakati tidak hanya mampu memperkuat kemampuan fiskal Samarinda, tetapi juga tetap realistis, berkelanjutan, dan tidak menjadikan masyarakat sebagai pihak yang harus menanggung tambahan beban untuk memenuhi target pendapatan daerah.

 

ADV DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Danlanal Balikpapan Tinjau Bekapai, PHM Perkuat Sinergi Pengamanan Aset Migas

10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

f34

HUT RI ke-81, DPRD Samarinda Dorong Masyarakat Perkuat Kemandirian di Tengah Tantangan Ekonomi

10 Agustus 2026 - 22:00 WITA

f32

HUT RI ke-81, DPRD Samarinda Dorong Kemerdekaan Dirasakan Lewat Keadilan dan Kesejahteraan

10 Agustus 2026 - 21:30 WITA

f31

HUT RI ke-81, DPRD Samarinda Dorong Tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” Diwujudkan dalam Kebijakan Nyata

10 Agustus 2026 - 21:00 WITA

f30

KUA 2027 Samarinda Belum Final, Pemkot Fokus Matangkan PAD dan Tunggu Kepastian Dana Transfer

10 Agustus 2026 - 20:30 WITA

f29

Raperda Penanggulangan Bencana Samarinda Diperkuat, TRC hingga Analisis Risiko Usaha Jadi Sorotan

10 Agustus 2026 - 18:00 WITA

f25
Trending di BERITA DAERAH