Menu ✖

Mode Gelap
Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Balikpapan Naik 5 Persen hingga September 2026 BPBD Balikpapan Catat Lebih dari 50 Kebakaran Lahan Sejak Agustus 2026 DLH Balikpapan Sesuaikan Jenis Pohon dengan Kondisi Median Jalan Balikpapan Masuk Lima Besar PPD 2026, Rahmad Mas’ud: Buah Kolaborasi Semua Pihak Hari Kesaktian Pancasila, Bagus Susetyo Ajak Warga Perkuat Persatuan Di Tengah Perubahan Balikpapan

BERITA DAERAH · 1 Okt 2026 11:30 WITA ·

DLH Balikpapan Sesuaikan Jenis Pohon dengan Kondisi Median Jalan


 Kepala DLH Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan jenis tanaman disesuaikan dengan kondisi dan luas lahan, termasuk memilih pohon peneduh untuk median yang luas serta tanaman berbunga di area terbatas. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Kepala DLH Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan jenis tanaman disesuaikan dengan kondisi dan luas lahan, termasuk memilih pohon peneduh untuk median yang luas serta tanaman berbunga di area terbatas. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Upaya memperluas ruang hijau di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dilakukan dengan menyesuaikan jenis tanaman terhadap kondisi setiap lokasi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan tidak menerapkan pola penanaman yang sama di seluruh ruas jalan, karena kondisi median, luas lahan, drainase, hingga trotoar menjadi pertimbangan sebelum menentukan jenis pohon.

Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan pemilihan tanaman harus disesuaikan dengan karakteristik dan ketersediaan ruang di lokasi penanaman. Median yang memiliki lahan cukup luas dapat ditanami pohon berukuran besar sebagai peneduh, sedangkan area terbatas lebih sesuai untuk tanaman penghijauan berbunga.

“Kalau median memungkinkan, kita tanam pohon besar sebagai peneduh. Kalau lahannya terbatas, kita pilih tanaman berbunga,” kata Sudirman, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, penghijauan tidak hanya bertujuan menambah vegetasi dan mengurangi paparan panas di kawasan perkotaan. Penataan tanaman juga diarahkan untuk memperkuat estetika lingkungan serta menciptakan wajah kota yang lebih asri.

Salah satu tanaman yang kini diperbanyak DLH Balikpapan adalah tabebuya. Tanaman tersebut memiliki bunga dengan sejumlah warna, seperti merah muda, putih, dan kuning, sehingga dinilai dapat memberikan nilai estetika pada ruang publik.

Meski demikian, penanaman tabebuya tetap mempertimbangkan ruang tumbuh yang tersedia. Pada median yang relatif sempit, DLH akan memilih jenis tanaman dengan karakter batang dan pola pertumbuhan yang sesuai agar tidak mengganggu fasilitas jalan.

Sementara pada kawasan dengan lahan yang lebih luas, jenis pohon yang memiliki ukuran lebih besar dapat dikembangkan untuk memberikan keteduhan.

“Dua jenis yang banyak kita tanam sekarang tabebuya dan pulai. Pulai juga artistik dan akarnya tidak merusak trotoar maupun median,” ujar Sudirman.

Selain menambah tanaman baru, DLH juga melakukan pemeliharaan terhadap pohon yang telah tumbuh di berbagai ruas jalan. Pemangkasan dilakukan secara berkala, terutama terhadap pohon peneduh berukuran besar, untuk mengendalikan pertumbuhan agar tidak mengganggu jaringan maupun fasilitas umum serta pengguna jalan.

Sudirman memperkirakan jumlah pohon besar yang berfungsi sebagai peneduh di median dan sisi jalan di Kota Balikpapan mencapai sekitar 25.000 hingga 30.000 pohon. Beberapa jenis yang telah banyak tumbuh antara lain trembesi dan angsana.

Pemeliharaan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah kota. Tim pemangkasan DLH saat ini juga menyasar kawasan Balikpapan Utara hingga wilayah timur, termasuk Teritip dan Manggar.

Sudirman menegaskan, penambahan tanaman baru tidak berarti seluruh median jalan akan ditanami tabebuya. Kondisi lahan dan keberadaan infrastruktur, baik di bawah maupun di sekitar jalan, tetap menjadi faktor utama dalam menentukan lokasi serta jenis tanaman yang dapat ditanam.

Ia mencontohkan kawasan Jalan MT Haryono. Pada sejumlah titik, penanaman pohon tidak memungkinkan karena terdapat saluran drainase di bawah median jalan.

“Di Jalan MT Haryono, beberapa titik tidak memungkinkan karena ada drainase di bawahnya. Namun, jika masih tersedia ruang, tetap akan kita tanami,” katanya.

DLH Balikpapan memastikan program penghijauan tetap dilakukan pada lokasi yang memungkinkan tanpa mengganggu fungsi infrastruktur jalan. Penataan tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan ruang hijau, keselamatan pengguna jalan, serta fungsi fasilitas perkotaan.

Dengan pendekatan yang menyesuaikan karakteristik setiap lokasi, penambahan vegetasi di Kota Balikpapan diharapkan tidak hanya memperindah kawasan perkotaan, tetapi juga mempertahankan fungsi pohon sebagai peneduh dan bagian penting dari ruang terbuka hijau.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Balikpapan Naik 5 Persen hingga September 2026

1 Oktober 2026 - 12:30 WITA

l62

BPBD Balikpapan Catat Lebih dari 50 Kebakaran Lahan Sejak Agustus 2026

1 Oktober 2026 - 12:00 WITA

l61

Balikpapan Masuk Lima Besar PPD 2026, Rahmad Mas’ud: Buah Kolaborasi Semua Pihak

1 Oktober 2026 - 11:00 WITA

l59

Hari Kesaktian Pancasila, Bagus Susetyo Ajak Warga Perkuat Persatuan Di Tengah Perubahan Balikpapan

1 Oktober 2026 - 10:30 WITA

l58

DLHK Kukar Tingkatkan Kapasitas TPA Bekotok, Siapkan TPA Marangkayu

1 Oktober 2026 - 10:00 WITA

l55

Hari Kesaktian Pancasila, Sunggono Ajak Generasi Muda Amalkan Nilai Pancasila

1 Oktober 2026 - 09:30 WITA

l54
Trending di BERITA DAERAH