KUMALANEWS.ID, NUSANTARA – Sebanyak 82 siswa resmi menjadi angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 3 Ibu Kota Nusantara (IKN) setelah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dimulai pada Senin (10/8/2026).
Pembukaan MPLS SNT 3 IKN berlangsung bersamaan dengan dimulainya MPLS di 16 SNT lainnya yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Momentum tersebut menandai dimulainya proses pendidikan bagi sekolah yang menjadi bagian dari program prioritas nasional dalam peningkatan mutu pendidikan.
Dari total 82 siswa, sebanyak 41 siswa merupakan peserta didik jenjang SMP dan 41 lainnya jenjang SMA. Para siswa berasal dari keluarga yang tinggal dan bekerja di kawasan IKN serta masyarakat yang berada di sekitar wilayah penyelenggaraan SNT.
MPLS SNT 3 IKN berlangsung selama lima hari, mulai 10 hingga 14 Agustus 2026. Kegiatan tidak hanya diarahkan untuk mengenalkan lingkungan sekolah dan sistem pembelajaran, tetapi juga membekali siswa dengan sejumlah pengetahuan serta keterampilan yang menjadi karakter pendidikan di SNT.
Berbagai materi diperkenalkan kepada siswa, di antaranya pemilahan sampah, robotika, hingga pengenalan terhadap perencanaan dan pembangunan IKN. Materi tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual sekaligus memperkenalkan siswa pada lingkungan pembangunan Nusantara.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, berharap SNT 3 IKN tidak hanya berkembang sebagai sekolah unggulan di Kalimantan Timur, tetapi juga mampu menjadi salah satu sekolah rujukan di tingkat nasional.
Menurut Basuki, kualitas sekolah harus dibangun melalui penguatan proses pembelajaran, kompetensi tenaga pendidik, serta pengembangan potensi peserta didik.
“Saya ingin SNT 3 ini menjadi sekolah unggulan,” tegasnya.
Basuki juga berpesan kepada para siswa angkatan pertama agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya. Kedisiplinan, fokus dalam belajar, serta keberanian mengembangkan potensi dinilai menjadi modal penting bagi siswa untuk meraih cita-cita.
Kehadiran SNT 3 IKN sekaligus menjadi bagian dari pengembangan ekosistem pendidikan di kawasan Nusantara. Sekolah tidak hanya diposisikan sebagai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga diharapkan menjadi ruang pengembangan karakter, talenta, dan keterampilan siswa.
Pelaksanaan MPLS SNT 3 IKN merupakan bagian dari Program Sekolah Nasional Terintegrasi yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan.
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, sebanyak 17 SNT di 14 provinsi mulai memberikan layanan pendidikan. Pemerintah juga menargetkan pembangunan hingga 500 layanan SNT secara bertahap sampai 2029.
Program tersebut dirancang tidak hanya untuk membangun fasilitas sekolah baru. SNT dikembangkan sebagai ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, pembinaan karakter, pengembangan talenta, pemanfaatan fasilitas, hingga penjaminan mutu pendidikan.
SNT juga diarahkan menjadi pusat pengembangan mutu yang dapat memberikan dampak bagi sekolah-sekolah lain di wilayah sekitarnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan keberadaan para siswa, guru, dan kepala daerah dalam program tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memperluas akses terhadap pendidikan bermutu.
“Kalian semua adalah pionir,” ujarnya.
Bagi siswa SNT 3 IKN, sekolah baru tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan potensi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan di tingkat nasional maupun internasional.
Salah seorang siswa SMA SNT 3 IKN, Davina Ruth Stefany, berharap lingkungan pendidikan yang tersedia dapat membantunya mengembangkan bakat, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, serta membuka peluang mengikuti berbagai kompetisi.
“Saya berharap bisa mengembangkan bakat saya,” ungkapnya.
SNT 3 IKN dikembangkan sebagai sekolah unggul sekaligus inklusif dengan pembelajaran berbasis kurikulum nasional yang diperkaya kompetensi global. Pendekatan pembelajaran juga mencakup science, technology, engineering, arts, and mathematics (STEAM), olahraga, serta penguatan kemampuan bahasa asing.
Melalui konsep tersebut, SNT 3 IKN diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter, kreatif, terampil, adaptif, dan memiliki daya saing global.
Dimulainya MPLS pada 10 Agustus 2026 pun menjadi langkah awal bagi 82 siswa angkatan pertama untuk membangun pengalaman pendidikan di Nusantara sekaligus menjadi bagian dari perjalanan pengembangan SNT sebagai model pendidikan terintegrasi di Indonesia.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara @2026













