KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Sekitar 5.000 pencari kerja di Kota Balikpapan telah tercatat melalui layanan kartu AK-1 hingga akhir Juli 2026. Data tersebut menjadi salah satu dasar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan dalam memetakan kondisi ketenagakerjaan sekaligus menyusun program untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan pendataan pencari kerja melalui kartu AK-1 merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun. Pendataan tersebut diperlukan untuk mengetahui jumlah serta perkembangan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.
“Per akhir Juli, sekitar 5.000 pencari kerja sudah terdata,” kata Adamin, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, data pencari kerja tidak hanya digunakan untuk kepentingan administrasi. Informasi tersebut juga menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menentukan kebijakan ketenagakerjaan agar program yang disiapkan lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, Disnaker Balikpapan juga rutin menggelar job fair. Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk memperoleh informasi lowongan pekerjaan secara langsung, sekaligus membantu dunia usaha mendapatkan tenaga kerja sesuai kebutuhan.
Namun, Adamin mengakui tidak seluruh pencari kerja yang terdata dapat langsung terserap ke dunia kerja. Salah satu kendala yang masih dihadapi adalah adanya pencari kerja yang belum memenuhi kompetensi maupun persyaratan yang ditetapkan perusahaan.
Kondisi tersebut membuat peningkatan keterampilan menjadi bagian penting dalam upaya memperluas penyerapan tenaga kerja. Karena itu, Disnaker Balikpapan juga menjalankan berbagai program pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pencari kerja, termasuk mendorong kepemilikan sertifikat kompetensi dan pengalaman kerja.
“Kami tetap memberikan pelatihan, meski jumlahnya masih terbatas,” ujar Adamin.
Ia menjelaskan, pelatihan yang diselenggarakan Disnaker mencakup sejumlah bidang yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Salah satu program pelatihan telah selesai dilaksanakan pada April 2026.
Menurutnya, peningkatan kompetensi menjadi penting agar pencari kerja tidak hanya mengandalkan data administrasi, tetapi juga memiliki kemampuan yang dapat memenuhi standar kebutuhan perusahaan.
Upaya Disnaker Balikpapan dalam memperkuat sektor ketenagakerjaan tidak hanya menyasar pencari kerja. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mendapat perhatian melalui program peningkatan produktivitas.
Program tersebut kini telah memasuki angkatan kedua. Peningkatan kapasitas pelaku UMKM diharapkan dapat mendorong berkembangnya usaha masyarakat sekaligus menciptakan lebih banyak aktivitas ekonomi produktif.
Dengan berbagai program tersebut, Disnaker Balikpapan berupaya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih terintegrasi. Pendataan melalui kartu AK-1 menjadi dasar pemetaan, sementara job fair membuka akses terhadap lowongan pekerjaan dan pelatihan membantu meningkatkan kesiapan pencari kerja.
Di sisi lain, penguatan produktivitas UMKM diharapkan dapat menciptakan peluang kerja baru dari sektor usaha masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
Ke depan, Disnaker Balikpapan diharapkan dapat terus menyesuaikan program ketenagakerjaan dengan kebutuhan dunia usaha. Dengan demikian, pencari kerja tidak hanya lebih mudah memperoleh informasi pekerjaan, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















