Menu ✖

Mode Gelap
Pemkot Balikpapan Tanggapi Aspirasi Aliansi Balikpapan Melawan, Karhutla hingga Air Bersih Dibahas Proyek Pengendalian Banjir Jalan D.I. Panjaitan Balikpapan Capai 77,91 Persen, Ditargetkan Rampung Desember Ahmad Vananzda Ajak Pemuda Samarinda Kreatif dan Adaptif Hadapi Perkembangan Zaman Ahmad Vananzda Dorong Komisi DPRD Samarinda Siapkan Usulan Raperda untuk Tahun Mendatang Beranda Imigrasi Hadir di MPP Kukar, Permudah Masyarakat Urus Paspor

BERITA DAERAH · 20 Agu 2026 21:00 WITA ·

Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru Paser, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal Korban


 Basarnas Balikpapan bersama Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian Hermansyah (44), nelayan yang dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan Tanjung Aru, Kabupaten Paser. Foto: Basarnas Kaltim. Perbesar

Basarnas Balikpapan bersama Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian Hermansyah (44), nelayan yang dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan Tanjung Aru, Kabupaten Paser. Foto: Basarnas Kaltim.

KUMALANEWS.ID, PASER – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan bersama Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap Hermansyah (44), seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan Tanjung Aru, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Operasi pencarian memasuki hari kedua pada Kamis (20/8/2026), setelah korban dilaporkan hilang sejak Jumat (14/8/2026). Hingga pencarian dihentikan sementara pada sore hari, korban belum berhasil ditemukan.

Koordinator Unit Siaga SAR, Riqi Efendi, menjelaskan laporan mengenai hilangnya Hermansyah diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. Laporan tersebut disampaikan Aipda Heri Tonda dari Polsek Tanjung Harapan.

Sebelum operasi resmi dilakukan, pihak keluarga bersama masyarakat telah berupaya melakukan pencarian secara mandiri. Dalam pencarian tersebut, warga menemukan perahu milik korban beserta sejumlah alat tangkap berupa jaring. Namun, Hermansyah tidak berada di sekitar lokasi.

“Korban masih belum ditemukan,” ujar Riqi.

Memasuki hari kedua operasi SAR, Tim SAR Gabungan terlebih dahulu melakukan briefing untuk mengevaluasi pencarian sebelumnya sekaligus menentukan strategi penyisiran. Pencarian kemudian dilakukan melalui penyisiran permukaan menggunakan Rigid Buoyant Boat (RBB) dan perahu nelayan.

Selain pencarian di permukaan, tim juga melakukan penyelaman untuk memeriksa kondisi bawah air di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya korban.

Sekitar pukul 08.50 Wita, tim penyelam melakukan pencarian pada kedalaman sekitar 10 meter. Penyelaman dilakukan dalam dua sorti dengan durasi masing-masing sekitar 30 menit di titik yang berbeda.

Pada penyelaman sorti pertama, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Pencarian kemudian dilanjutkan pada sorti kedua.

Dalam penyelaman tersebut, Tim SAR menemukan bangkai kapal milik Hermansyah di bawah permukaan air. Temuan itu kemudian menjadi bagian penting dalam proses pencarian, meski keberadaan korban belum ditemukan di sekitar bangkai kapal.

“Bangkai kapal ditemukan, tetapi korban belum ada,” kata Riqi.

Sekitar pukul 13.10 Wita, nelayan setempat turut membantu proses pengangkatan bangkai kapal dari lokasi. Bersamaan dengan itu, unsur SAR lainnya kembali melakukan penyisiran di sekitar perairan menggunakan RBB dan sejumlah perahu nelayan.

Pencarian terus dilakukan hingga sore hari dengan mengoptimalkan seluruh sarana yang tersedia. Namun, hingga pelaksanaan debriefing sekitar pukul 17.30 Wita, tim belum menemukan keberadaan Hermansyah.

Operasi SAR kemudian dihentikan sementara dan seluruh unsur dikembalikan ke posisi siaga di Dermaga Tanjung Aru. Pencarian akan dilanjutkan pada hari berikutnya sesuai dengan rencana operasi dan hasil evaluasi tim di lapangan.

Dalam operasi tersebut, Basarnas Balikpapan mengerahkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan bersama unsur gabungan lainnya. Tim melibatkan Polsek Tanjung Aru, Posramil Tanjung Aru, Pemerintah Desa Tanjung Aru, Damkar Tanjung Aru, tokoh pemuda, masyarakat, serta keluarga korban.

Sejumlah sarana juga digunakan untuk mendukung pencarian, di antaranya Rescue Car, RBB, 18 perahu nelayan, peralatan SAR air, perlengkapan selam, peralatan komunikasi, serta peralatan medis.

Tim SAR Gabungan memastikan upaya pencarian akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Evaluasi terhadap hasil pencarian hari kedua juga akan menjadi dasar untuk menentukan pola pencarian berikutnya.

Hingga Kamis (20/8/2026) sore, Hermansyah masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan. Tim SAR Gabungan bersama keluarga dan masyarakat akan kembali melanjutkan pencarian di perairan Tanjung Aru pada hari berikutnya.

 

Sumber: Basarnas Kaltim
@2026
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemkot Balikpapan Tanggapi Aspirasi Aliansi Balikpapan Melawan, Karhutla hingga Air Bersih Dibahas

28 Oktober 2026 - 18:30 WITA

p41

Proyek Pengendalian Banjir Jalan D.I. Panjaitan Balikpapan Capai 77,91 Persen, Ditargetkan Rampung Desember

28 Oktober 2026 - 18:00 WITA

p40

Ahmad Vananzda Ajak Pemuda Samarinda Kreatif dan Adaptif Hadapi Perkembangan Zaman

28 Oktober 2026 - 17:30 WITA

p39

Ahmad Vananzda Dorong Komisi DPRD Samarinda Siapkan Usulan Raperda untuk Tahun Mendatang

28 Oktober 2026 - 17:00 WITA

p37

Beranda Imigrasi Hadir di MPP Kukar, Permudah Masyarakat Urus Paspor

28 Oktober 2026 - 16:30 WITA

p31

DPRD Samarinda Matangkan Agenda November, Persetujuan APBD 2027 Ditargetkan Akhir Bulan

28 Oktober 2026 - 16:00 WITA

p36
Trending di BERITA DAERAH