Menu ✖

Mode Gelap
Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Kukar Minta Adaptasi Cepat dan Pelayanan Publik Ditingkatkan Mahakam Investment Forum 2026 Dihelat di IKN, Buka Peluang Investasi dan Kerja Sama Internasional DPRD Samarinda Dorong Pengelolaan Pedagang Polder Air Hitam Lebih Tertata, Jumlahnya Hampir 200 Orang Andi Satya Resmi Buka Turnamen Galatua U40, 12 Tim Ramaikan HUT ke-62 Golkar di Samarinda Meriahkan HUT ke-62, Golkar Samarinda Gelar Turnamen Galatua U40 Diikuti 12 Tim

BERITA DAERAH · 1 Sep 2026 09:30 WITA ·

Kasus Gangguan Pernapasan Meningkat di Balikpapan, Dinkes Ingatkan Warga Waspadai Kabut Asap


 Flyer imbauan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai risiko gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap karhutla. Grafis: Dinkes Kota Balikpapan. Perbesar

Flyer imbauan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai risiko gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap karhutla. Grafis: Dinkes Kota Balikpapan.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan mencatat peningkatan sejumlah kasus penyakit yang berkaitan dengan gangguan saluran pernapasan sepanjang Agustus 2026. Kenaikan tersebut terjadi di tengah kondisi kemarau dan munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Peningkatan kasus tercatat pada beberapa jenis penyakit infeksi saluran pernapasan. Kondisi ini menjadi perhatian karena paparan asap karhutla dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Kepala Dinkes Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

“Warga perlu waspada saat kualitas udara menurun akibat kabut asap,” kata Alwiati, Selasa (1/9/2026).

Kasus Common Cold Naik 7,2 Persen

Berdasarkan data Dinkes Balikpapan, kasus acute nasopharyngitis atau common cold (J00) meningkat dari 5.861 kasus pada Juli menjadi 6.280 kasus pada Agustus 2026.

Dengan demikian, terjadi penambahan 419 kasus atau sekitar 7,2 persen dalam satu bulan.

Peningkatan juga terjadi pada kasus acute pharyngitis (J02). Pada Juli tercatat sebanyak 1.714 kasus, kemudian naik menjadi 1.966 kasus pada Agustus.

Jumlah tersebut bertambah 252 kasus atau sekitar 14,7 persen.

Sementara itu, kenaikan tertinggi terjadi pada kasus acute upper respiratory infection, unspecified (J06.9). Kasus tersebut meningkat dari 1.136 kasus pada Juli menjadi 1.361 kasus pada Agustus 2026.

Artinya, terjadi penambahan 225 kasus atau sekitar 19,8 persen.

Data tersebut menunjukkan adanya tren peningkatan gangguan saluran pernapasan selama Agustus, bersamaan dengan kondisi cuaca kering dan munculnya kabut asap di sejumlah wilayah.

Warga Diminta Waspadai Paparan Asap

Alwiati menjelaskan, asap akibat karhutla dapat membawa partikel yang mengganggu sistem pernapasan. Paparan tersebut berisiko lebih besar bagi kelompok rentan, termasuk masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap kualitas udara yang buruk.

Sejumlah keluhan yang dapat muncul akibat paparan asap antara lain batuk, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, hingga gangguan pernapasan.

Karena itu, Dinkes Balikpapan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.

“Jika tidak ada keperluan penting, kurangi aktivitas di luar. Gunakan masker jika harus keluar,” ujarnya.

Selain menggunakan masker, masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, menjaga asupan makanan bergizi, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Kebersihan tangan juga perlu diperhatikan dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau menggunakan hand sanitizer, terutama setelah beraktivitas di luar rumah.

Jangan Menunggu Kondisi Memburuk

Dinkes Balikpapan meminta masyarakat segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mulai mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan saluran pernapasan.

Masyarakat diimbau tidak menunggu gejala semakin berat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

“Jika muncul batuk atau gangguan pernapasan, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” tegas Alwiati.

Menurutnya, peningkatan kasus gangguan saluran pernapasan selama Agustus menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk memperkuat langkah pencegahan, terlebih kondisi kemarau dan potensi karhutla masih menjadi perhatian.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran dan memperburuk kualitas udara.

“Jaga lingkungan dan hindari aktivitas yang memicu kebakaran,” pungkas Alwiati.

Dengan kewaspadaan dan upaya pencegahan bersama, risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla diharapkan dapat ditekan, sekaligus membantu menjaga kualitas udara di Kota Balikpapan.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Kukar Minta Adaptasi Cepat dan Pelayanan Publik Ditingkatkan

23 Oktober 2026 - 18:00 WITA

o67

DPRD Samarinda Dorong Pengelolaan Pedagang Polder Air Hitam Lebih Tertata, Jumlahnya Hampir 200 Orang

23 Oktober 2026 - 17:00 WITA

o64

Andi Satya Resmi Buka Turnamen Galatua U40, 12 Tim Ramaikan HUT ke-62 Golkar di Samarinda

23 Oktober 2026 - 16:30 WITA

o63

Meriahkan HUT ke-62, Golkar Samarinda Gelar Turnamen Galatua U40 Diikuti 12 Tim

23 Oktober 2026 - 16:00 WITA

o62

Joha Fajal Beri Dukungan Transportasi dan Nutrisi untuk Atlet Sepak Bola Samarinda Hadapi POPROV

23 Oktober 2026 - 15:30 WITA

o61

Distanak Kukar Evaluasi Petani Milenial Akhir 2026, Dorong Diversifikasi Usaha dan Teknologi Pertanian

23 Oktober 2026 - 15:00 WITA

o66
Trending di BERITA DAERAH