KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, meminta pejabat administrator dan pengawas yang baru dilantik segera beradaptasi, meningkatkan kinerja, serta memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan saat pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, Jumat (23/10/2026).
Dalam sambutannya, Aulia menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan yang bertujuan menyegarkan kinerja, menghadirkan gagasan baru, serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas. Menurutnya, pergantian posisi juga menjadi kesempatan bagi aparatur untuk mengembangkan kemampuan dan menghadirkan inovasi dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Ia menyebutkan, sejumlah pejabat yang dilantik telah menduduki jabatan sebelumnya selama lebih dari lima tahun. Karena itu, perpindahan jabatan diharapkan mampu mendorong semangat baru sekaligus menghindari kejenuhan dalam bekerja.
“Rotasi merupakan keniscayaan dalam organisasi. Kami berharap proses adaptasi di jabatan baru tidak berlangsung terlalu lama,” ujar Aulia.
Ia meminta para pejabat segera memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, terlebih sebagian besar penempatan masih berada dalam rumpun pekerjaan yang tidak jauh berbeda dari jabatan sebelumnya. Dengan demikian, pelaksanaan program dan pelayanan kepada masyarakat diharapkan tetap berjalan optimal tanpa hambatan berarti.
Aulia juga menekankan agar setiap organisasi perangkat daerah (OPD) memastikan program unggulan Kukar Idaman Terbaik terlaksana sesuai target, jadwal, dan sasaran yang telah ditentukan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan perencanaan, tetapi juga membutuhkan konsistensi pelaksanaan serta kemampuan aparatur dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Dorong Kemandirian Ekonomi dan Kemitraan
Selain peningkatan kinerja birokrasi, Aulia menyoroti pentingnya memperkuat kemandirian ekonomi daerah melalui pengembangan sektor non-ekstraktif. Upaya tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan Kukar untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi agar tidak terlalu bergantung pada industri ekstraktif.
Untuk mendukung upaya tersebut, ia meminta para pejabat tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam menjalankan program kerja. Setiap OPD didorong membangun kemitraan dengan berbagai pihak yang memiliki potensi mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintahan.
“Jangan hanya bergantung pada APBD. Bangun kemitraan dengan berbagai sektor yang dapat mendukung tugas dan fungsi masing-masing,” tegasnya.
Menurut Aulia, kolaborasi lintas sektor dapat membuka peluang dukungan tambahan bagi pelaksanaan program pembangunan. Karena itu, para pejabat diharapkan mampu mengidentifikasi potensi kerja sama yang relevan dengan kebutuhan OPD, tanpa mengabaikan ketentuan dan tata kelola pemerintahan yang berlaku.
Pejabat Diminta Turun Langsung ke Lapangan
Dalam kesempatan tersebut, Aulia juga mengingatkan agar aparatur tidak hanya bekerja di balik meja. Ia meminta para pejabat lebih aktif turun ke lapangan untuk melihat kondisi nyata, mendengar aspirasi, serta memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan langsung aparatur di tengah masyarakat menjadi salah satu cara untuk memastikan kebijakan pemerintah tepat sasaran. Dengan mengetahui kebutuhan dan persoalan secara langsung, OPD dapat merumuskan langkah penanganan yang lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kita harus turun, melihat, dan mendengar apa yang dirasakan masyarakat agar kebijakan yang dibuat benar-benar menjadi solusi,” katanya.
Ia menambahkan, koordinasi antara pejabat administrator dan pengawas dengan pejabat pimpinan tinggi pratama di setiap OPD juga harus diperkuat. Sinergi tersebut diperlukan untuk menjaga keselarasan program, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, serta memastikan target pembangunan dapat dicapai secara bersama-sama.
Gema Tetap Dilaksanakan Sesuai Ketentuan
Selain menyoroti kinerja dan pelayanan publik, Aulia menegaskan komitmen Pemkab Kukar untuk melanjutkan program Gerakan Etam Mengaji (Gema) sesuai ketentuan yang berlaku. Ia meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menjalankan program tersebut secara konsisten.
Dalam pelaksanaannya, pejabat yang akan mengambil surat keputusan (SK) diminta mengikuti pengujian kemampuan membaca Al-Qur’an bagi peserta yang beragama Islam. Bagi yang belum lancar, Aulia mendorong agar kemampuan tersebut terus ditingkatkan melalui pembelajaran.
Ia juga meminta seluruh kepala OPD memastikan kegiatan Gema berjalan di lingkungan kerja masing-masing. Selain itu, aparatur diajak mengikuti kegiatan Safari Subuh yang rutin dilaksanakan setiap Jumat serta kegiatan keagamaan pada Minggu pagi dengan kesadaran dan keikhlasan.
Sementara itu, bagi aparatur non-Muslim, pembinaan keagamaan dapat disesuaikan dengan program yang telah disepakati. Pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku dan kondisi masing-masing aparatur.
Kukar Idaman Terbaik Lanjutkan Program Pembangunan
Menutup sambutannya, Aulia menegaskan bahwa Kukar Idaman Terbaik merupakan bagian dari kesinambungan pembangunan daerah. Program-program sebelumnya yang dinilai berjalan baik akan dilanjutkan, sedangkan pelaksanaan yang masih memerlukan perbaikan akan dievaluasi dan disempurnakan.
Ia berharap pejabat administrator dan pengawas yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga koordinasi, serta menunjukkan hasil kerja yang terukur.
Melalui percepatan adaptasi, penguatan kemitraan, peningkatan pelayanan, dan pelaksanaan program yang konsisten, Pemkab Kukar berharap kinerja birokrasi semakin efektif. Dengan demikian, berbagai program pembangunan daerah dapat memberikan manfaat nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat Kutai Kartanegara.
ADV Diskominfo Kutai Kartanegara Pewarta : Indirwan Editor : Rudy M @2026

















