Menu ✖

Mode Gelap
Helmi Abdullah Dukung Pengembangan Olahraga Domino di Samarinda, ORADO Siapkan Eksibisi Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda Helmi Abdullah Dukung Sanggar Pilar Samarinda Tampil di Turnamen Seni dan Budaya Jakarta Kasus ISPA di Balikpapan Turun Jadi 6.157, Dinkes Imbau Warga Tetap Gunakan Masker MGRM Kukar Targetkan SPBN Rampung Akhir 2026, Operasional Dimulai Januari 2027

BERITA DAERAH · 23 Okt 2026 14:00 WITA ·

Distransnaker Kukar Siapkan Program Green Job 2027, Perkuat Usaha Masyarakat di Sektor Non-Ekstraktif


 Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, menggagas program Green Job yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027 untuk meningkatkan keterampilan kelompok usaha binaan, memperluas peluang kerja, dan memperkuat ekonomi masyarakat di sektor non-ekstraktif. Foto: Indirwan. Perbesar

Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, menggagas program Green Job yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027 untuk meningkatkan keterampilan kelompok usaha binaan, memperluas peluang kerja, dan memperkuat ekonomi masyarakat di sektor non-ekstraktif. Foto: Indirwan.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, tengah menggagas program Green Job yang ditargetkan mulai diimplementasikan pada 2027. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan sumber daya manusia (SDM), memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, serta mendorong pertumbuhan usaha di sektor non-ekstraktif.

Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan program tersebut akan menyasar kelompok usaha masyarakat yang telah mendapatkan pembinaan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Melalui program ini, kelompok binaan diharapkan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan, memperluas peluang kerja, hingga berpotensi menjadi mitra perusahaan maupun program strategis nasional.

Dendy menyampaikan, Jumat (23/10/2026), pengembangan Green Job menjadi salah satu upaya untuk memperluas kesempatan kerja di luar sektor ekstraktif. Selama ini, orientasi pasar kerja di daerah masih cenderung berkaitan dengan sektor yang memanfaatkan sumber daya alam, sehingga penguatan sektor non-ekstraktif perlu terus didorong.

“Program Green Job sedang kami gagas dan diharapkan mulai berjalan pada 2027. Fokusnya adalah pengembangan keterampilan untuk usaha non-ekstraktif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sasaran awal program ini mencakup kelompok usaha binaan Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Perkebunan Kukar. Kelompok-kelompok tersebut akan difasilitasi untuk meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan usaha masing-masing agar mampu mengelola kegiatan ekonomi secara lebih produktif dan mandiri.

Selain pembekalan keterampilan, Distransnaker juga akan menghubungkan kelompok usaha dengan akses permodalan melalui Kredit Kukar Idaman Terbaik. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas peluang kemitraan dengan berbagai pihak.

“Kami memfasilitasi peningkatan keterampilan agar mereka bisa menjadi wirausaha mandiri dan berpeluang menjadi mitra perusahaan maupun program strategis nasional,” jelas Dendy.

Fokus pada Peningkatan Keterampilan Usaha

Dalam pelaksanaannya, Distransnaker Kukar akan berkoordinasi dengan OPD teknis yang memiliki data kelompok binaan. OPD terkait nantinya merekomendasikan kelompok yang dinilai potensial sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pelatihan berdasarkan jenis usaha dan kemampuan yang masih perlu ditingkatkan.

Dendy menegaskan, dukungan Distransnaker akan berfokus pada peningkatan kapasitas SDM, bukan penyediaan sarana produksi. Sebab, bantuan sarana dan prasarana usaha telah menjadi bagian dari dukungan OPD teknis sesuai bidang masing-masing.

Sebagai contoh, kelompok usaha perikanan yang telah menerima bantuan bibit dapat memperoleh pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha. Begitu pula kelompok tani yang sudah mendapatkan alat dan mesin pertanian (alsintan), tetapi masih membutuhkan keterampilan dalam pengoperasian, perawatan, maupun pemeliharaannya.

“Jika sarana usaha sudah diberikan oleh OPD teknis, kami melengkapi dengan keterampilan yang dibutuhkan, termasuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan,” katanya.

Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar bantuan yang telah diterima masyarakat dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan keterampilan yang memadai, kelompok usaha diharapkan tidak hanya mampu menjalankan kegiatan produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.

Pelatihan Menjangkau Zona Hulu, Pantai, dan Tengah

Terkait jumlah peserta, Dendy menyebutkan bahwa Distransnaker Kukar belum menetapkan target karena masih menunggu pendataan dan rekomendasi kelompok binaan dari OPD terkait. Meski demikian, pelaksanaan program direncanakan memperhatikan keterwakilan kelompok usaha dari berbagai wilayah di Kukar.

Sasaran program akan mencakup tiga zona, yakni zona hulu, zona pantai, dan zona tengah. Pembagian tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pelatihan sehingga kelompok usaha potensial di berbagai kawasan memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan.

Distransnaker juga mempertimbangkan pola pelatihan berjenjang agar keterbatasan kuota peserta tidak menghambat penyebaran pengetahuan. Melalui skema ini, kelompok yang lebih dahulu mengikuti pelatihan diharapkan dapat meneruskan keterampilan yang diperoleh kepada kelompok usaha lainnya.

Dendy mencontohkan, apabila dalam satu zona terdapat sepuluh kelompok usaha, pelatihan tidak harus diikuti seluruh kelompok secara bersamaan. Satu kelompok dapat difasilitasi terlebih dahulu, kemudian anggotanya membantu membagikan pengetahuan kepada kelompok lain.

Peserta yang telah memperoleh sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) juga berpeluang berperan sebagai agen atau instruktur untuk membantu meningkatkan keterampilan kelompok usaha lainnya.

“Kelompok yang lebih dahulu mendapat pembekalan bisa menjadi agen atau instruktur bagi kelompok lain, sehingga keterampilan dapat menyebar lebih luas,” ungkapnya.

Dorong Diversifikasi Ekonomi Daerah

Melalui program Green Job, Distransnaker Kukar berharap kelompok usaha binaan dapat meningkatkan kualitas SDM, memperkuat daya saing, dan menciptakan peluang ekonomi baru di sektor non-ekstraktif. Peningkatan keterampilan juga diharapkan membantu masyarakat mengembangkan usaha sesuai potensi wilayah dan kebutuhan pasar.

Program yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027 ini sekaligus menjadi bagian dari upaya diversifikasi ekonomi daerah. Dengan memperkuat usaha masyarakat di berbagai bidang, Kukar diharapkan memiliki sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih beragam dan tidak hanya bergantung pada sektor ekstraktif.

Ke depan, koordinasi antardinas, ketepatan pendataan kelompok sasaran, serta kesesuaian materi pelatihan dengan kebutuhan usaha akan menjadi faktor penting dalam pelaksanaan program. Dengan dukungan tersebut, Green Job diharapkan tidak sekadar meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga mendorong kemandirian usaha dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Kukar.

 

ADV Diskominfo Kutai Kartanegara
Pewarta : Indirwan
Editor  : Rudy M
@2026
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Rahmad Mas’ud Rotasi 17 Pejabat Pemkot Balikpapan, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

26 Oktober 2026 - 16:30 WITA

o98

Helmi Abdullah Dukung Pengembangan Olahraga Domino di Samarinda, ORADO Siapkan Eksibisi

26 Oktober 2026 - 16:00 WITA

o95

Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

26 Oktober 2026 - 15:30 WITA

o96

Helmi Abdullah Dukung Sanggar Pilar Samarinda Tampil di Turnamen Seni dan Budaya Jakarta

26 Oktober 2026 - 15:00 WITA

o94

Kasus ISPA di Balikpapan Turun Jadi 6.157, Dinkes Imbau Warga Tetap Gunakan Masker

26 Oktober 2026 - 14:30 WITA

o92

MGRM Kukar Targetkan SPBN Rampung Akhir 2026, Operasional Dimulai Januari 2027

26 Oktober 2026 - 14:00 WITA

o91
Trending di BERITA DAERAH