KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, memperkuat upaya pencegahan pelecehan seksual terhadap atlet maupun pelatih melalui pendampingan psikologis dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) olahraga. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan olahraga yang aman, nyaman, dan profesional, sekaligus memastikan perlindungan bagi atlet selama menjalani pembinaan hingga mengikuti kompetisi.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan upaya pencegahan tersebut telah menjadi bagian dari program yang dijalankan pihaknya. Selain meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya perlindungan atlet, Dispora juga memberikan perhatian terhadap kondisi mental dan psikologis mereka selama menjalani proses pembinaan.
“Untuk mencegah pelecehan seksual terhadap atlet maupun pelatih, kami sudah menyiapkan program,” ujar Aji Ali, Minggu (25/10/2026).
Ia menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan adalah melibatkan tenaga psikologi dalam kegiatan pendampingan atlet. Kehadiran tenaga profesional tersebut diharapkan dapat membantu atlet menghadapi tekanan selama berlatih, meningkatkan kesiapan mental, serta memberikan dukungan psikologis sesuai kebutuhan.
“Kami melibatkan tenaga psikologi dalam pendampingan atlet dan berbagai kegiatan yang memiliki materi pembinaan,” jelasnya.
Pendampingan tersebut juga direncanakan untuk mendukung atlet yang akan mengikuti berbagai ajang olahraga atau multi-event. Menurut Aji Ali, persiapan atlet tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga perlu didukung kesiapan mental agar mereka dapat bertanding secara optimal.
“Untuk menghadapi multi-event, kami juga akan mendampingi atlet bersama tim psikologi,” katanya.
Selain pendampingan psikologis, Dispora Kukar berupaya meningkatkan kompetensi tenaga pendukung olahraga melalui program pelatihan dan sertifikasi. Salah satu perhatian yang diberikan adalah mendorong keterlibatan perempuan dalam bidang olahraga, terutama pada pekerjaan yang berkaitan langsung dengan pendampingan dan penanganan kondisi fisik atlet.
Aji Ali menyebutkan, salah satu program yang dilaksanakan tahun ini adalah pelatihan massage sport atau pijat olahraga. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga pendukung dalam membantu penanganan keluhan otot dan cedera ringan pada atlet sesuai kompetensi serta prosedur yang berlaku.
Ia menjelaskan, pada pelaksanaan pelatihan tahun sebelumnya, peserta masih didominasi laki-laki, meskipun terdapat sekitar 10 persen peserta perempuan. Tahun ini, Dispora Kukar memberikan prioritas kepada perempuan untuk mengikuti pelatihan tersebut.
“Tahun lalu peserta didominasi laki-laki, dengan sekitar 10 persen perempuan. Tahun ini, kami memprioritaskan peserta perempuan,” ungkapnya.
Menurut Aji Ali, peningkatan jumlah tenaga pendukung perempuan diharapkan memberikan pilihan pendampingan yang lebih sesuai bagi atlet perempuan, khususnya ketika membutuhkan penanganan fisik. Dengan demikian, atlet dapat merasa lebih nyaman saat menerima layanan pendukung selama menjalani latihan maupun kompetisi.
Ia menilai, keseimbangan keterlibatan laki-laki dan perempuan dalam lingkungan olahraga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Selain mendukung kenyamanan atlet, ketersediaan tenaga pendukung dengan kompetensi yang sesuai juga diharapkan membantu penerapan prosedur penanganan yang lebih profesional.
“Dengan begitu, ada keseimbangan keterlibatan laki-laki dan perempuan di lingkungan olahraga,” tuturnya.
Aji Ali menambahkan, selama ini penanganan keluhan fisik atau cedera ringan pada atlet perempuan terkadang dilakukan oleh pelatih laki-laki. Melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas tenaga pendukung, Dispora berupaya menyediakan alternatif penanganan yang lebih sesuai dengan kebutuhan atlet, tanpa mengesampingkan standar profesional dan keselamatan.
“Kami berupaya agar penanganan atlet laki-laki dan perempuan dilakukan dengan memperhatikan kesesuaian gender serta prosedur yang berlaku,” tegasnya.
Dispora Kukar berharap, penguatan program pencegahan pelecehan seksual, pendampingan psikologis, serta peningkatan kompetensi tenaga olahraga dapat berjalan secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mendukung peningkatan prestasi atlet, tetapi juga membangun budaya olahraga yang menghormati hak, menjaga keselamatan, dan memberikan perlindungan kepada seluruh insan olahraga di Kukar.
ADV Diskominfo Kutai Kartanegara Pewarta : Indirwan Editor : Rudy M @2026

















