KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan masih mengevaluasi rencana pembukaan tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) baru yang direncanakan melayani penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi kendaraan roda dua dan roda empat. Evaluasi dilakukan untuk memastikan penambahan layanan tersebut mampu mengurai antrean kendaraan tanpa menimbulkan kemacetan maupun risiko keselamatan lalu lintas.
Rencana pembukaan tiga SPBU tersebut merupakan inisiatif PT Pertamina (Persero) sebagai upaya mengatasi antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Balikpapan. Namun, Pemkot meminta agar setiap lokasi dikaji secara menyeluruh sebelum operasional diperluas, terutama dari aspek kapasitas jalan, pola antrean, dan keselamatan pengguna jalan.
Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan tiga lokasi yang direncanakan berada di kawasan MT Haryono, Balikpapan Selatan, SPBU Kebun Sayur di Balikpapan Barat, serta Teritip di Balikpapan Timur.
Menurutnya, rencana tersebut berawal dari upaya Pertamina memecah konsentrasi antrean kendaraan yang selama ini terjadi di sejumlah titik pelayanan BBM. Dengan penambahan lokasi, distribusi kendaraan diharapkan lebih merata sehingga masyarakat dapat mengakses BBM bersubsidi dengan lebih mudah.
“Ini merupakan inisiatif Pertamina untuk mengurai antrean panjang kendaraan melalui rencana pembukaan tiga SPBU baru di Balikpapan,” kata Sudirman.
Meski mendukung upaya mengatasi antrean, Sudirman menegaskan bahwa Pemkot Balikpapan tidak ingin penambahan fasilitas tersebut justru menimbulkan persoalan baru. Sebab, setiap lokasi memiliki karakteristik jalan yang berbeda dan perlu diperhitungkan sebelum digunakan untuk melayani kendaraan dalam jumlah besar.
“Jangan sampai tujuannya mengantisipasi kemacetan, tetapi justru menimbulkan masalah baru,” ujarnya.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan MT Haryono, Balikpapan Selatan. Kondisi jalan dengan median pembatas dan kontur menurun menjadi pertimbangan dalam evaluasi, terutama apabila pelayanan diperluas untuk kendaraan roda empat yang berpotensi menimbulkan antrean lebih panjang.
Pemkot khawatir antrean kendaraan dapat meluber hingga ke persimpangan dan lampu lalu lintas di sekitar kawasan Balikpapan Baru. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan apabila tidak diantisipasi sejak awal.
Karena itu, Pemkot bersama kepolisian dan Dinas Perhubungan akan melakukan kajian lebih komprehensif untuk menilai kelayakan operasional di lokasi tersebut. Evaluasi mencakup potensi bangkitan lalu lintas, kapasitas jalan, pola keluar-masuk kendaraan, serta tingkat risiko keselamatan bagi pengguna jalan.
“Kami ingin memastikan antrean tidak sampai mengganggu persimpangan atau lampu lalu lintas. Karena itu, kondisi lalu lintas dan tingkat risikonya harus dievaluasi terlebih dahulu,” jelas Sudirman.
Ia menjelaskan, salah satu SPBU yang telah beroperasi di kawasan tersebut saat ini sudah melayani kendaraan roda dua. Pertamina berencana memperluas layanan agar kendaraan roda empat juga dapat mengakses BBM bersubsidi di lokasi itu.
Namun, rencana perluasan layanan tersebut masih menunggu hasil evaluasi dan masukan dari Satuan Lalu Lintas Polresta Balikpapan serta Dinas Perhubungan Kota Balikpapan. Pemerintah ingin memastikan bahwa penambahan jenis kendaraan yang dilayani tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar SPBU.
“SPBU yang ada saat ini sudah melayani roda dua. Untuk kendaraan roda empat, kami masih mempertimbangkan aspek lalu lintas bersama kepolisian dan Dinas Perhubungan,” ungkapnya.
Sementara itu, dua lokasi lainnya, yakni kawasan Kebun Sayur dan Teritip, masih dalam proses perencanaan. Evaluasi terhadap lokasi MT Haryono dilakukan lebih dahulu karena terdapat sejumlah kondisi lalu lintas yang dinilai perlu dicermati secara khusus.
Selain mempertimbangkan aspek keselamatan dan kelancaran jalan, Pemkot juga menjelaskan bahwa apabila ketiga SPBU tersebut nantinya dibuka untuk pelayanan BBM bersubsidi, jam operasionalnya direncanakan mengikuti ketentuan operasional SPBU pada umumnya, yakni dari pagi hingga malam hari.
“Jika ketiga SPBU ini dibuka, operasionalnya mengikuti jam kerja SPBU pada umumnya, dari pagi sampai malam,” tutur Sudirman.
Pemkot Balikpapan berharap hasil evaluasi lintas instansi dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat terkait rencana pembukaan tiga SPBU tersebut. Penambahan fasilitas pelayanan BBM diharapkan tidak hanya mengurangi antrean, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat tanpa mengorbankan keselamatan pengguna jalan.
Sudirman kembali menegaskan bahwa tujuan utama rencana tersebut adalah memecah konsentrasi antrean kendaraan di sejumlah titik pelayanan BBM bersubsidi. Karena itu, koordinasi antara Pertamina, pemerintah daerah, kepolisian, dan Dinas Perhubungan menjadi faktor penting sebelum rencana tersebut direalisasikan.
“Pada prinsipnya, Pertamina ingin memecah antrean melalui rencana pembukaan tiga SPBU untuk melayani BBM bersubsidi, baik kendaraan roda dua maupun roda empat,” pungkasnya.
ADV Diskominfo Kota Balikpapan Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















