Menu ✖

Mode Gelap
Karhutla Kaltim Bakar 6.059 Hektare Lahan, Kapolda Minta Masyarakat Hentikan Pembakaran Polda Kaltim Tetapkan 31 Orang dan Dua Perusahaan sebagai Tersangka Karhutla 2026 Payung Carek Disdukcapil Kukar, Jemput Bola Layani Warga Disabilitas hingga Lansia Payung Carek Plus, Inovasi Disdukcapil Kukar Jemput Bola Layani Warga hingga Wilayah Terpencil Sunggono Dorong Korpri Kukar Perkuat Organisasi dan Kesejahteraan ASN

BERITA DAERAH · 29 Okt 2026 13:00 WITA ·

Payung Carek Disdukcapil Kukar, Jemput Bola Layani Warga Disabilitas hingga Lansia


 Plt. Kepala Disdukcapil Kukar, Muhammad Iryanto, menjelaskan perbedaan layanan Bunga Desaku dan Payung Carek. Payung Carek menyasar warga berkebutuhan khusus, penyandang disabilitas, dan lansia yang kesulitan mengakses pelayanan administrasi kependudukan secara mandiri. Foto: Indirwan. Perbesar

Plt. Kepala Disdukcapil Kukar, Muhammad Iryanto, menjelaskan perbedaan layanan Bunga Desaku dan Payung Carek. Payung Carek menyasar warga berkebutuhan khusus, penyandang disabilitas, dan lansia yang kesulitan mengakses pelayanan administrasi kependudukan secara mandiri. Foto: Indirwan.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperluas akses pelayanan administrasi kependudukan melalui inovasi Payung Carek. Program ini menjadi layanan lanjutan dari inovasi Bunga Desaku yang bertujuan menjangkau masyarakat yang mengalami keterbatasan untuk mengurus dokumen kependudukan secara mandiri.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdukcapil Kukar, Muhammad Iryanto, menjelaskan bahwa kedua inovasi tersebut memiliki sasaran pelayanan yang berbeda, tetapi saling melengkapi. Bunga Desaku diperuntukkan bagi masyarakat yang masih dapat mengurus dokumen kependudukan melalui kantor desa, sedangkan Payung Carek menyasar warga yang tidak memungkinkan datang ke kantor desa maupun mengakses layanan daring.

Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran antara lain penyandang disabilitas, warga yang mengalami kelumpuhan, serta lanjut usia (lansia) yang membutuhkan bantuan untuk memperoleh dokumen kependudukan.

“Payung Carek hadir untuk menjangkau warga yang tidak bisa mengakses kantor desa atau layanan daring, terutama untuk perekaman KTP elektronik,” ujar Iryanto, Kamis (29/10/2026).

Ia menjelaskan, perekaman KTP elektronik membutuhkan peralatan khusus dan tidak dapat dilakukan sepenuhnya secara daring. Karena itu, pelayanan langsung ke rumah warga menjadi salah satu solusi agar masyarakat yang memiliki keterbatasan tetap dapat memperoleh dokumen kependudukan sesuai ketentuan.

Dalam pelaksanaannya, Disdukcapil Kukar menerima laporan dari pemerintah desa maupun pihak terkait mengenai warga yang membutuhkan pelayanan khusus. Setelah laporan diterima, petugas melakukan pendataan dan menjadwalkan kunjungan langsung ke lokasi untuk memberikan pelayanan sesuai kebutuhan.

Melalui mekanisme jemput bola tersebut, warga tidak perlu bersusah payah mendatangi kantor pelayanan, terutama apabila kondisi fisik atau jarak tempat tinggal menjadi kendala. Seluruh pelayanan dalam program Payung Carek diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya.

Bentuk Tim Khusus untuk Pelayanan Lapangan

Untuk mendukung kelancaran program, Disdukcapil Kukar telah membentuk tim pelayanan lapangan yang ditetapkan melalui surat keputusan (SK). Jumlah petugas yang diterjunkan disesuaikan dengan banyaknya warga yang membutuhkan pelayanan serta kondisi wilayah yang akan dijangkau.

Apabila jumlah warga yang dilayani relatif sedikit, Disdukcapil dapat menurunkan tiga hingga empat petugas. Namun, jika kebutuhan pelayanan lebih besar dan tersebar di sejumlah desa, dua tim dapat dikerahkan agar proses pelayanan berjalan lebih efektif.

Iryanto mengatakan, pembagian personel tersebut juga mempertimbangkan kebutuhan peralatan, khususnya untuk perekaman KTP elektronik, termasuk proses pengangkutan dan pemasangan perangkat di lokasi pelayanan.

Meski jumlah petugas disesuaikan dengan kebutuhan, setiap personel telah dibekali kemampuan untuk menangani berbagai jenis dokumen administrasi kependudukan. Dengan demikian, pelayanan dapat dilakukan secara terpadu tanpa harus membatasi petugas pada satu jenis dokumen saja.

“Operator kami sudah dibekali kemampuan menangani berbagai dokumen, sehingga pelayanan bisa dilakukan secara terpadu,” jelasnya.

Kemampuan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan sekaligus memastikan warga memperoleh dokumen sesuai kebutuhan dalam satu kunjungan, sepanjang persyaratan administrasi dan teknis terpenuhi.

Filosofi Payung Carek dan Tantangan Anggaran

Iryanto turut menjelaskan filosofi di balik nama Payung Carek. Kata payung dimaknai sebagai simbol perlindungan dan naungan bagi seluruh masyarakat Kukar tanpa membedakan latar belakang, kondisi fisik, maupun keadaan sosial ekonomi.

Sementara itu, kata carek menggambarkan payung yang robek atau memiliki celah. Filosofi ini menjadi pengingat bahwa upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat masih menghadapi sejumlah keterbatasan yang perlu terus dibenahi.

Ia mengakui, kondisi fiskal daerah menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan pelayanan jemput bola. Keterbatasan anggaran memengaruhi ruang gerak program, terutama ketika petugas harus menjangkau masyarakat di wilayah yang jauh dengan kebutuhan operasional tertentu.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan komitmen Disdukcapil Kukar untuk tetap memberikan pelayanan kepada warga yang membutuhkan bantuan.

“Payung ini menjadi simbol perlindungan bagi semua warga. Meski ada keterbatasan anggaran, pelayanan tetap kami upayakan,” ungkapnya.

Menurutnya, pelayanan administrasi kependudukan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tidak dapat mengakses layanan reguler. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan keterbatasan fisik, usia, maupun akses geografis tidak menjadi penghalang dalam memperoleh dokumen kependudukan.

Berencana Kembangkan Inovasi

Ke depan, Disdukcapil Kukar berencana kembali mendaftarkan inovasi Payung Carek dalam kompetisi inovasi pelayanan publik. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan program, memperkuat pengembangannya, serta memperluas manfaat bagi masyarakat.

Melalui inovasi Payung Carek, Disdukcapil Kukar berupaya melengkapi layanan administrasi kependudukan yang telah tersedia dengan menghadirkan pelayanan langsung bagi warga yang paling membutuhkan bantuan.

Dengan dukungan pemerintah desa, tim lapangan, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu meningkatkan pemerataan pelayanan serta memastikan warga penyandang disabilitas, lansia, dan masyarakat dengan keterbatasan akses tetap memperoleh dokumen kependudukan secara mudah, layak, dan gratis.

 

ADV Diskominfo Kutai Kartanegara
Pewarta : Indirwan
Editor  : Rudy M
@2026
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Karhutla Kaltim Bakar 6.059 Hektare Lahan, Kapolda Minta Masyarakat Hentikan Pembakaran

29 Oktober 2026 - 18:00 WITA

p50

Polda Kaltim Tetapkan 31 Orang dan Dua Perusahaan sebagai Tersangka Karhutla 2026

29 Oktober 2026 - 17:00 WITA

p49

Payung Carek Plus, Inovasi Disdukcapil Kukar Jemput Bola Layani Warga hingga Wilayah Terpencil

29 Oktober 2026 - 12:00 WITA

p47

Sunggono Dorong Korpri Kukar Perkuat Organisasi dan Kesejahteraan ASN

29 Oktober 2026 - 11:00 WITA

p46

Pemkot Balikpapan Raih Apresiasi SKK Migas atas Dukungan Industri Hulu Migas

29 Oktober 2026 - 10:00 WITA

p45

Camat Samarinda Seberang Ajak Pemuda Teladani Semangat Sumpah Pemuda

29 Oktober 2026 - 09:00 WITA

p42 1
Trending di BERITA DAERAH