KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai memperkuat promosi sektor pariwisata melalui media sosial menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Desember 2026 mendatang. Langkah ini dilakukan untuk memberikan kemudahan informasi bagi pengunjung sekaligus memperkenalkan berbagai potensi wisata dan usaha pariwisata di Kabupaten Kukar.
Pelaksanaan MTQ yang akan diikuti peserta dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim diperkirakan mendatangkan ribuan pengunjung ke Kukar. Momentum tersebut dinilai menjadi peluang strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian pelaku usaha lokal, khususnya sektor perhotelan, kuliner, perjalanan wisata, dan rekreasi.
Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah materi promosi digital yang memuat informasi berbagai kebutuhan pengunjung selama berada di Tenggarong dan sekitarnya.
“Promosi akan kita perkuat melalui media sosial. Saat MTQ nanti, peserta dan pengunjung dari 10 kabupaten/kota akan datang ke Kukar, dengan jumlah diperkirakan mencapai ribuan orang,” ujarnya, Rabu (4/11/2026).
Salah satu materi promosi yang disiapkan adalah informasi hotel dan penginapan. Konten tersebut akan memuat daftar nama hotel, jumlah kamar yang tersedia, alamat, nomor kontak yang dapat dihubungi, hingga kisaran harga kamar.
Menurut Ivan, informasi akomodasi menjadi kebutuhan penting bagi peserta maupun keluarga yang datang untuk menyaksikan pelaksanaan MTQ. Dengan adanya informasi yang mudah diakses, pengunjung dapat menentukan pilihan penginapan sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran sebelum tiba di Kukar.
“Informasi penginapan kita rangkum dalam satu konten. Mulai dari nama hotel, jumlah kamar, alamat, nomor kontak, hingga harga,” jelasnya.
Selain sektor perhotelan, Dispar Kukar juga akan memperluas promosi kuliner dengan memperkenalkan berbagai tempat makan di Tenggarong dan sekitarnya. Informasi yang disajikan tidak hanya berkaitan dengan makanan khas Kutai, tetapi juga restoran, kafe, hingga tempat nongkrong yang dapat menjadi pilihan pengunjung.
Ivan menjelaskan, promosi tersebut akan menyasar pelaku usaha yang masuk dalam kategori industri pariwisata. Salah satu kriteria yang menjadi perhatian adalah keberadaan tempat usaha yang representatif dengan fasilitas minimal delapan meja.
Sementara itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner yang belum masuk kategori industri pariwisata juga tetap diupayakan memperoleh ruang promosi. Informasi yang disampaikan dapat berupa nama usaha, lokasi, serta nomor kontak agar pengunjung lebih mudah menemukan tempat kuliner yang diinginkan.
“Kita tidak hanya mempromosikan kuliner khas Kutai, tetapi juga tempat makan, kafe, dan lokasi nongkrong. Jadi, pengunjung memiliki banyak pilihan selama berada di Tenggarong,” ungkapnya.
Promosi juga akan mencakup sejumlah destinasi wisata yang berada di Tenggarong dan wilayah sekitarnya. Beberapa objek wisata yang direncanakan masuk dalam materi publikasi di antaranya Taman Gubang, Taman Seri, serta destinasi rekreasi lainnya.
Melalui penyebaran informasi tersebut, Dispar Kukar berharap para tamu yang datang tidak hanya berfokus mengikuti rangkaian perlombaan MTQ, tetapi juga meluangkan waktu untuk menikmati objek wisata dan mengenal potensi daerah. Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan tingkat provinsi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata secara lebih luas.
Di sisi lain, Dispar Kukar juga berencana menyampaikan surat edaran kepada pelaku usaha pariwisata melalui masing-masing asosiasi. Di antaranya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk sektor perhotelan, Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) dan asosiasi kuliner lainnya, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), serta Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI).
Surat edaran tersebut nantinya berisi imbauan agar pelaku usaha menjaga stabilitas harga selama berlangsungnya MTQ Kaltim 2026. Dispar juga berharap para pelaku usaha dapat memberikan penawaran khusus atau potongan harga bagi pengunjung sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kita mengimbau pelaku usaha agar tidak menaikkan harga selama MTQ berlangsung. Kalau bisa memberikan diskon, tentu akan lebih baik dan dapat meringankan pengunjung,” tuturnya.
Untuk memperluas jangkauan informasi, Dispar Kukar akan memanfaatkan berbagai format promosi digital, mulai dari flyer, poster, hingga video singkat yang disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial. Upaya tersebut juga melibatkan content creator binaan, termasuk kalangan anak muda yang tergabung dalam kelompok wisata.
Pelibatan content creator diharapkan dapat membuat penyampaian informasi pariwisata lebih menarik, kreatif, dan mudah menjangkau berbagai kalangan, khususnya generasi muda yang aktif menggunakan media sosial.
Melalui rangkaian promosi tersebut, Dispar Kukar berharap pelaksanaan MTQ Kaltim 2026 tidak hanya menjadi ajang keagamaan dan syiar Islam, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan potensi wisata daerah. Kehadiran peserta dan pengunjung diharapkan mampu meningkatkan tingkat hunian penginapan, menggerakkan usaha kuliner, serta memberikan tambahan pendapatan bagi pelaku ekonomi kreatif dan sektor pariwisata di Kabupaten Kutai Kartanegara.
ADV Diskominfo Kutai Kartanegara Pewarta : Indirwan Editor : Rudy M @2026

















