Menu

Mode Gelap
Kodam VI Mulawarman Siapkan 441 Sumber Air Antisipasi Kemarau dan Karhutla Mahligai Nusantara 2026 Jadi Momentum UMKM Balikpapan Perluas Pasar Balikpapan Dapat Tambahan Kuota Pertalite 1.250 KL, Lima SPBU Disiapkan Polri Kerahkan 283 Personel Perkuat Edukasi dan Pencegahan Karhutla di Sumatera-Kalimantan DPRD Samarinda Siapkan Jalur Aduan, Warga Krisis Air Bisa Ajukan Bantuan Tangki

BERITA DAERAH · 13 Mar 2024 15:30 WITA ·

Disbun Kukar Terus Lakukan Pendampingan Kepada Petani Kakao


 Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Taufik, saat memberikan keterangan pres terkait pendampingan kepada petani kakao.(kumalanews.id) Perbesar

Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Taufik, saat memberikan keterangan pres terkait pendampingan kepada petani kakao.(kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan pendampingan terhadap petani kakao (coklat), yang berada di Kecamatan Loa Kulu dan Kota Bangun. Pasalnya, potensi kakao tersebut sangat menjanjikan.

“Sesuai dengan arahan Bupati Kukar, Disbun Kukar diminta untuk melakukan pendampingan terhadap petani kakao, agar para petani tidak mengalami gagal panen,” ujar Kepala Disbun Kukar, Muhammad Taufik, Rabu (13/3/2024).

“Untuk perkebunan kakao sendiri, ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi petani gagal panen seperti hama dan lainnya, maka dalam hal itu kami terus melakukan pendampingan,” sambung Muhammad Taufik.

Lebih lanjut Muhammad Taufik mengemukakan, untuk lahan perkebunan kakao ini sendiri berada di Desa Jonggon, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) dengan luasan 120 hektar. Namun, untuk lahan yang potensial mencapai 300 hektar.

“Untuk produksi kakao selama ini berjalan dengan baik,” kata Muhammad Taufik.

Dalam hal itu, pemerintah daerah terus komitmen untuk memajukan serta mendukung sektor perkebunan di Kukar, termasuk kakao. Adapun bentuk dukungan yang diberikan selama ini yaitu, menyediakan obat hama dan lainnya.

“Tentunya kita terus dorong pengembangan kakao di Kukar, seperti di Kecamatan Kota Bangun,” ungkap Muhammad Taufik.

Tak hanya itu, Muhammad Taufik juga menyebut, bahwa komoditas kakao ini banyak diminati, dimana pemasaran kakao tersebut sangat mudah dengan harga yang stabil. Pasalnya, selama ini para petani kakao menjual hasil panennya ke Samarinda.

Selain itu, Disbun Kukar juga bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UMKM, untuk memasarkan hasil perkebunan kakao, baik itu dijual secara langsung maupun diolah lebih lanjut, sehingga hasil perkebunan kakao memiliki nilai tambah.

“Pemerintah daerah sendiri tidak hanya terfokus pada produksi saja, namun juga memikirkan hasil produknya, yang nantinya akan dijadikan apa dan dijual kemana,” pungkas Muhammad Taufik.(adv/diskominfo_kukar/bil/fz)

Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kodam VI Mulawarman Siapkan 441 Sumber Air Antisipasi Kemarau dan Karhutla

13 September 2026 - 11:00 WITA

i79

Mahligai Nusantara 2026 Jadi Momentum UMKM Balikpapan Perluas Pasar

13 September 2026 - 10:00 WITA

i78

Balikpapan Dapat Tambahan Kuota Pertalite 1.250 KL, Lima SPBU Disiapkan

13 September 2026 - 09:00 WITA

i76

Polri Kerahkan 283 Personel Perkuat Edukasi dan Pencegahan Karhutla di Sumatera-Kalimantan

12 September 2026 - 18:00 WITA

i80

DPRD Samarinda Siapkan Jalur Aduan, Warga Krisis Air Bisa Ajukan Bantuan Tangki

12 September 2026 - 17:00 WITA

i75

Kemarau Panjang Picu Krisis Air, Perumdam Samarinda Tetapkan Status Siaga

12 September 2026 - 16:00 WITA

i74
Trending di BERITA DAERAH