Menu

Mode Gelap
Semarak HUT ke-81 RI, Warga Tiga RT di Gunung Arjuna Gelar Jalan Sehat Bukan Sekadar Otot, Ini Aspek yang Dinilai Juri di JOS Fitness Open Bodycontest 2026 PBFI Kaltim Dorong Kompetisi Fitness Jadi Wadah Lahirkan Atlet Berprestasi Dimas Wira Jadikan JOS Fitness Open Body Contest 2026 Batu Loncatan ke Kompetisi Lebih Tinggi JOS Fitness Open Body Contest Diharapkan Jadi Kawah Atlet Fitness Kaltim

BERITA DAERAH · 6 Feb 2025 07:15 WITA ·

Ketersediaan Kantung Darah di Markas PMI Kukar Alami Peningkatan


 pic.kumalanews.id Perbesar

pic.kumalanews.id

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Diawal tahun 2025 ini, ketersediaan kantong darah di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami Peningkatan Signifikan.

Hingga saat ini, jumlah kantong darah di Markas PMI Kukar mencapai 439 kantong, hal tersebut merupakan kabar baik.

Karena, kebutuhan darah terus meningkat terutama pada musim-musim tertentu seperti musim hujan, yang disebabkan tingginya kasus demam berdarah dan harus membutuhkan transfusi darah untuk membantu pemulihan pasien.

Saat dijumpai staf PMI Kukar Novi mengakatan, golongan darah O dan A menjadi golongan darah yang paling banyak diminta oleh pasien.

Pasalnya, kedua golongan darah tersebut menjadi pilihan utama dan menjadi tantangan tersendiri.

“Pendonor golongan darah A harus menunggu setidaknya 2 bulan sebelum dapat mendonor kembali,” ujar Novi, Rabu (05/02/2025).

“Hal itu yang membuat ketersediaan golongan darah A sering kali terbatas,” sambung Novi.

Lebih lanjut Novi mengemukakan bahwa, saat ini ketersediaan dan permintaan trombosit menjadi salah satu komponen darah yang sangat penting, terutama bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu seperti kanker dan pasien DBD.

Namun, ketersediaan trombosit di Markas PMI Kukar masih tergolong rawan, dikarenakan ada beberapa yang menjadi alasan yakni trombosit mudah rusak dan tidak bisa disimpan lebih lama.

Selain itu, satu pendonor hanya dapat menyumbang satu unit trombosit dalam satu kali proses donor.

Untuk mengatasi masalah ketersediaan trombosit, Markas PMI Kabupaten Kutai Kartanegara kini telah dilengkapi dengan alat Apheresis.

Dimana alat tersebut memungkinkan pengambilan trombosit secara lebih efisien dibandingkan dengan metode konvensional.

“Untuk mengatasi hal tersebut, Ketua PMI Kukar telah mendatangan alat Apheresis,” ungkap Novi.

Sebagai informasi, untuk pendonor trombosit nantinya akan melalui proses Apheresis dengan memakan waktu sekitar 1 jam untuk setiap pendonor.

Dimana sebelum proses dilakukan, pendonor harus menjalini pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kondisi kesehatan pendonor, agar memenuhi standar atau SOP yang tentukan.(fin/ruz)

Artikel ini telah dibaca 89 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Semarak HUT ke-81 RI, Warga Tiga RT di Gunung Arjuna Gelar Jalan Sehat

23 Agustus 2026 - 18:00 WITA

h13

CFD Terpadu Resmi Diluncurkan di Taman Tiga Generasi, Jadi Ruang Sehat dan Penggerak UMKM

23 Agustus 2026 - 11:00 WITA

h6

Semarak HUT ke-81 RI, CFR Samarinda Gelar Lomba Mancing Antaranggota

22 Agustus 2026 - 19:00 WITA

h2

Dishub Balikpapan Siapkan Pengaturan Jam BBM Bersubsidi untuk Atasi Antrean Pertalite

21 Agustus 2026 - 18:00 WITA

h1

64 Jenis Jamu Mengandung BKO Ditemukan di Balikpapan, BPOM Telusuri Sumber Produksi

21 Agustus 2026 - 17:00 WITA

g99

HUT ke-81 RI, Dovy Ajak Warga Samarinda Jaga Persatuan dan Ciptakan Kedamaian

21 Agustus 2026 - 13:00 WITA

g98
Trending di BERITA DAERAH