Menu

Mode Gelap
Relokasi Pedagang Pasar Pagi Masuki Tahap Krusial, Disdag Catat Hampir 1.500 Lapak Terisi Komisi II DPRD Samarinda Gelar Hearing dengan Disdag, Dorong Sinkronisasi Data Kios dan Peningkatan Keselamatan Pasar Tim SAR Gabungan Terus Sisir Sungai Belayan, Korban Perahu Ketinting Masih Dalam Pencarian Perkuat Sinergi, Otorita IKN dan Kementerian PU Matangkan Pembangunan Infrastruktur Pemerintahan dan Hunian Komisi III DPRD Samarinda Bergerak Cepat Tangani TPS Ilegal di Bukit Pinang

BERITA DAERAH · 26 Mei 2025 16:15 WITA ·

Gotong Royong Jadi Kunci, Penanganan Stunting di Desa Loh Sumber Berhasil Turun Signifikan


 Gotong Royong Jadi Kunci, Penanganan Stunting di Desa Loh Sumber Berhasil Turun Signifikan Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Keberhasilan penurunan angka stunting di Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas elemen masyarakat mampu menghasilkan dampak positif bagi kesehatan generasi masa depan.

Kepala Desa Loh Sumber Sukirno, mengungkapkan bahwa, penurunan kasus stunting di wilayahnya terjadi berkat kekompakan antara pemerintah desa, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, dan partisipasi aktif masyarakat.

“Sebelumnya angka stunting sempat mencapai 18 kasus. Kini sudah turun drastis, bahkan tersisa dua hingga tiga kasus, itu pun bukan stunting, hanya berat badan kurang,” ujar ujar Sukirno, Senin (26/05/2025).

“Dimana hal itu karena kerja sama semua pihak, terutama kader Posyandu dan ibu-ibu PKK di Desa Loh Sumbr,” sambung Sukirno.

Desa Loh Sumber saat ini memiliki lima Posyandu aktif, dengan total 25 kader terlatih. Setiap Posyandu memiliki lima kader yang secara rutin memantau kondisi balita melalui kegiatan bulanan.

“Pemantauan tumbuh kembang anak dilakukan secara konsisten, Kader kami rutin terjun ke lapangan, memberikan edukasi serta mendistribusikan makanan tambahan bergizi,” ungkap Sukirno.

“Dalam hal itu tentunya kami mengikuti arahan bapak Bupati Edi Damansyah terkait penanganan stunting berbasis masyarakat,” tambah Sukirno.

Keberhasilan itu juga tak lepas dari komitmen kuat masyarakat dalam menjaga kesehatan anak-anak mereka.

Gotong royong dalam pelaksanaan Posyandu serta semangat partisipatif menjadi penggerak utama menurunnya angka stunting di desa.

“Ini bukan hanya kerja pemerintah desa, tapi juga buah dari kepedulian masyarakat terhadap anak-anak mereka. Kami ingin membentuk generasi sehat, kuat, dan cerdas,” beber Sukirno.

Sukirno juga menegaskan bahwa, penanganan stunting di desa bukan sekadar proyek tahunan, melainkan bagian dari misi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup warga sejak usia dini.

“Kedepan, kami terus berupaya menjaga tren positif ini. Perluasan edukasi gizi, monitoring tumbuh kembang, dan pelibatan keluarga akan terus menjadi fokus,” tutup Sukirno.(ADV/DiskominfoKukar)

Penulis : Indirwan | Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Relokasi Pedagang Pasar Pagi Masuki Tahap Krusial, Disdag Catat Hampir 1.500 Lapak Terisi

14 Januari 2026 - 21:05 WITA

dfd2b3a4 aee0 4ef9 b6d1 cc8335a1d330

Komisi II DPRD Samarinda Gelar Hearing dengan Disdag, Dorong Sinkronisasi Data Kios dan Peningkatan Keselamatan Pasar

14 Januari 2026 - 20:00 WITA

6567c31e 4719 4090 bd1d cb3ee6408322

Tim SAR Gabungan Terus Sisir Sungai Belayan, Korban Perahu Ketinting Masih Dalam Pencarian

14 Januari 2026 - 19:00 WITA

4359bf40 4f56 42e6 b5eb 8598808c3b33

Komisi III DPRD Samarinda Bergerak Cepat Tangani TPS Ilegal di Bukit Pinang

14 Januari 2026 - 13:00 WITA

aan1

Dishub Samarinda Beberkan Tantangan Anggaran 2026, Fokus Penataan Parkir dan Solusi Kemacetan Kota

13 Januari 2026 - 16:00 WITA

dishub smd1

Komisi III DPRD Samarinda Evaluasi Kinerja Dishub 2025, Bahas Program Strategis Transportasi 2026

13 Januari 2026 - 15:00 WITA

deni1
Trending di BERITA DAERAH