Menu

Mode Gelap
Lurah Gunung Lingai Tegaskan Kehati-hatian Administrasi Pertanahan, DPRD Jadi Ruang Evaluasi Pembahasan Raperda PSU Samarinda Ditunda, DPRD Minta Draft Diperbaiki Topside Proyek Manpatu Berlayar, Tonggak Penting Menuju Produksi Migas 2027 Rayakan HUT ke-41, Hermina Tanam Pohon di IKN dan Tegaskan Peran Kesehatan untuk Lingkungan Semangat Kartini di IKN, Ratusan Siswi Ikuti AFC Women’s Football Day 2026

BERITA DAERAH · 26 Mei 2025 16:15 WITA ·

Gotong Royong Jadi Kunci, Penanganan Stunting di Desa Loh Sumber Berhasil Turun Signifikan


 Gotong Royong Jadi Kunci, Penanganan Stunting di Desa Loh Sumber Berhasil Turun Signifikan Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Keberhasilan penurunan angka stunting di Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas elemen masyarakat mampu menghasilkan dampak positif bagi kesehatan generasi masa depan.

Kepala Desa Loh Sumber Sukirno, mengungkapkan bahwa, penurunan kasus stunting di wilayahnya terjadi berkat kekompakan antara pemerintah desa, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, dan partisipasi aktif masyarakat.

“Sebelumnya angka stunting sempat mencapai 18 kasus. Kini sudah turun drastis, bahkan tersisa dua hingga tiga kasus, itu pun bukan stunting, hanya berat badan kurang,” ujar ujar Sukirno, Senin (26/05/2025).

“Dimana hal itu karena kerja sama semua pihak, terutama kader Posyandu dan ibu-ibu PKK di Desa Loh Sumbr,” sambung Sukirno.

Desa Loh Sumber saat ini memiliki lima Posyandu aktif, dengan total 25 kader terlatih. Setiap Posyandu memiliki lima kader yang secara rutin memantau kondisi balita melalui kegiatan bulanan.

“Pemantauan tumbuh kembang anak dilakukan secara konsisten, Kader kami rutin terjun ke lapangan, memberikan edukasi serta mendistribusikan makanan tambahan bergizi,” ungkap Sukirno.

“Dalam hal itu tentunya kami mengikuti arahan bapak Bupati Edi Damansyah terkait penanganan stunting berbasis masyarakat,” tambah Sukirno.

Keberhasilan itu juga tak lepas dari komitmen kuat masyarakat dalam menjaga kesehatan anak-anak mereka.

Gotong royong dalam pelaksanaan Posyandu serta semangat partisipatif menjadi penggerak utama menurunnya angka stunting di desa.

“Ini bukan hanya kerja pemerintah desa, tapi juga buah dari kepedulian masyarakat terhadap anak-anak mereka. Kami ingin membentuk generasi sehat, kuat, dan cerdas,” beber Sukirno.

Sukirno juga menegaskan bahwa, penanganan stunting di desa bukan sekadar proyek tahunan, melainkan bagian dari misi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup warga sejak usia dini.

“Kedepan, kami terus berupaya menjaga tren positif ini. Perluasan edukasi gizi, monitoring tumbuh kembang, dan pelibatan keluarga akan terus menjadi fokus,” tutup Sukirno.(ADV/DiskominfoKukar)

Penulis : Indirwan | Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Lurah Gunung Lingai Tegaskan Kehati-hatian Administrasi Pertanahan, DPRD Jadi Ruang Evaluasi

22 April 2026 - 14:00 WITA

linagi0091

Pembahasan Raperda PSU Samarinda Ditunda, DPRD Minta Draft Diperbaiki

22 April 2026 - 13:00 WITA

yuan0098

Aksi Mahasiswa di Samarinda Berlangsung Kondusif, Kapolda Apresiasi Sikap Damai Massa

22 April 2026 - 07:00 WITA

polda000001

Anhar Tekankan Kepemimpinan Visioner dan Etika Politik, Soroti Pemerataan MBG di Samarinda

21 April 2026 - 16:00 WITA

anhar55542

DPRD Samarinda Soroti Kinerja BPKAD, Iswandi: Anggaran Besar Harus Sejalan dengan Hasil Nyata

21 April 2026 - 15:00 WITA

wndai909090909

Mahasiswa Pingsan di Tengah Aksi Ricuh di DPRD Samarinda, Polisi Pastikan Penanganan Cepat

21 April 2026 - 13:00 WITA

demo098712
Trending di BERITA DAERAH