Menu

Mode Gelap
Polemik 49 Ribu Peserta JKN Memanas, Wali Kota Samarinda: Ini Pengalihan Beban, Bukan Redistribusi BPS Samarinda Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Data Pelaku Usaha Jadi Fokus Utama DPRD Samarinda Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Soroti Pentingnya Kepercayaan Masyarakat Bongkar Jaringan Sabu 1,5 Kg di Loa Janan, Polres Kukar Amankan Dua Tersangka dan Kejar Satu DPO Penertiban Kawasan Hutan di Kukar Dipercepat, Pemda dan Satgas PKH Perkuat Sinergi

BERITA DAERAH · 22 Jul 2025 19:15 WITA ·

Asisten Gubernur Kaltim Diduga Intimidasi Wartawan, PWI Kecam Tindakan Tersebut


 Asisten Pribadi Gubernur Kaltim yang diduga mengintimidasi wartawan. Dokumentasi/ istimewa Perbesar

Asisten Pribadi Gubernur Kaltim yang diduga mengintimidasi wartawan. Dokumentasi/ istimewa

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Seorang asisten pribadi (Aspri) Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menjadi sorotan setelah diduga mengintimidasi seorang wartawan saat sesi wawancara di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (21/7/2025). Insiden tersebut terekam kamera dan viral di media sosial, memicu kecaman dari kalangan jurnalis.

Kejadian bermula usai penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Kaltim dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan Yayasan Laut Biru Kepulauan Derawan (YLBKD) di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur, terkait kerja sama lingkungan hidup periode 2025–2030.

Dalam sesi doorstop usai acara, wartawan menanyakan alasan ketidakhadiran Gubernur Rudy Mas’ud dalam rapat paripurna DPRD Kaltim yang digelar pada hari yang sama. Pertanyaan tersebut kemudian disela oleh seorang ajudan perempuan yang beberapa kali mengatakan “sudah selesai” dengan nada tinggi, bahkan terdengar mengucapkan “tandai, tandai” kepada wartawan yang bertanya.

Meski diintervensi, Gubernur tetap memberikan tanggapan singkat kepada awak media. Namun, usai wawancara, dua Aspri laki-laki dan perempuan mendatangi wartawan dan meminta identitas serta asal medianya. Wartawan yang bersangkutan menjawab dengan tenang dan menegaskan bahwa pertanyaannya relevan dan menyangkut kepentingan publik.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Abdurrahman Amin, mengecam tindakan yang dinilai sebagai bentuk intimidasi terhadap kerja jurnalistik.

“Kalau pertanyaannya menyangkut tugas dan kewenangan publik, tidak ada alasan untuk dihalangi. Kalau pun tidak ingin menjawab, sampaikan secara elegan, bukan dengan intimidasi,” tegasnya dalam keterangan pers, Selasa (22/7/2025).

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan yang sehat antara pejabat publik dan media.

“Gubernur seharusnya merangkul media, bukan menjauhi. Wartawan bekerja berdasarkan etika dan kode jurnalistik,” lanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Gubernur Kaltim maupun jajarannya terkait insiden tersebut. Sejumlah organisasi pers juga tengah menyiapkan langkah untuk mengawal kasus ini sebagai upaya menjaga kebebasan pers di daerah. (*)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polemik 49 Ribu Peserta JKN Memanas, Wali Kota Samarinda: Ini Pengalihan Beban, Bukan Redistribusi

15 April 2026 - 18:00 WITA

andi9999991

BPS Samarinda Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Data Pelaku Usaha Jadi Fokus Utama

15 April 2026 - 17:00 WITA

smd909761

DPRD Samarinda Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Soroti Pentingnya Kepercayaan Masyarakat

15 April 2026 - 16:00 WITA

iswandi0987

Penertiban Kawasan Hutan di Kukar Dipercepat, Pemda dan Satgas PKH Perkuat Sinergi

15 April 2026 - 08:00 WITA

pkh001

Jembatan Merah Putih Presisi di Jonggon Resmi Direnovasi, Dorong Akses dan Ekonomi Warga

14 April 2026 - 14:00 WITA

polreskkar909

Redistribusi Iuran Jaminan Kesehatan Disorot, DPRD Samarinda Minta Pemprov dan Daerah Duduk Bersama

14 April 2026 - 13:00 WITA

dprd09999911
Trending di BERITA DAERAH