KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Permasalahan infrastruktur dasar masih menjadi keluhan utama masyarakat Kota Samarinda. Mulai dari kondisi jalan lingkungan, drainase, banjir, penerangan jalan umum (PJU), hingga fasilitas pendidikan dan kesehatan mendominasi aspirasi yang disampaikan warga kepada anggota DPRD selama masa reses Persidangan II Tahun 2026.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna Internal DPRD Kota Samarinda Masa Persidangan II Tahun 2026 dengan agenda penyampaian laporan hasil reses anggota DPRD, yang digelar di Ruang Rapat Paripurna Lantai II DPRD Kota Samarinda, Kamis (25/6/2026) malam.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah, didampingi Wakil Ketua DPRD Rusdi dan Celni Pita Sari, serta dihadiri seluruh anggota dewan. Pada kesempatan yang sama, DPRD juga menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian Nota Penjelasan dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Samarinda Tahun Anggaran 2025.
Saat membuka rapat, Helmi Abdullah menegaskan bahwa pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Menurutnya, penyampaian laporan tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta bertanggung jawab kepada masyarakat.
Ia mengatakan, DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anggaran yang telah disepakati bersama pemerintah daerah benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan Kota Samarinda.
“Setiap rupiah dalam APBD harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Helmi menjelaskan, evaluasi terhadap pelaksanaan APBD tidak hanya berfokus pada besarnya realisasi anggaran, tetapi juga pada efektivitas program pembangunan yang telah dilaksanakan. Menurutnya, berbagai sektor strategis seperti pembangunan infrastruktur, pengendalian banjir, peningkatan kualitas pelayanan publik, pendidikan, hingga kesehatan harus menjadi tolok ukur dalam menilai keberhasilan penggunaan anggaran daerah.
Usai rapat paripurna, Helmi menyampaikan hasil reses anggota DPRD menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur dasar masih sangat tinggi. Aspirasi tersebut hampir merata di seluruh daerah pemilihan yang ada di Kota Samarinda.
“Masalah jalan, drainase, dan banjir masih menjadi aspirasi terbanyak,” katanya.
Selain persoalan infrastruktur, masyarakat juga menyampaikan berbagai usulan terkait peningkatan penerangan jalan umum, perbaikan fasilitas sekolah, pelayanan kesehatan, serta kebutuhan sarana umum lainnya yang dinilai masih perlu mendapat perhatian pemerintah.
Menurut Helmi, seluruh aspirasi yang dihimpun anggota DPRD selama masa reses akan didokumentasikan dan diinventarisasi secara menyeluruh sebelum dibahas bersama Pemerintah Kota Samarinda. Langkah tersebut dilakukan agar setiap usulan masyarakat dapat disesuaikan dengan prioritas pembangunan daerah dan kemampuan keuangan pemerintah.
“Semua aspirasi akan kami kawal dalam pembahasan anggaran,” tegasnya.
Ia menjelaskan, hasil reses nantinya akan menjadi salah satu bahan penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) maupun pembahasan APBD, sehingga program pembangunan yang dilaksanakan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat di lapangan.
Helmi berharap komunikasi dan sinergi antara DPRD dengan Pemerintah Kota Samarinda terus diperkuat agar setiap kebijakan pembangunan dapat berjalan lebih efektif. Menurutnya, kolaborasi yang baik akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat, terutama di bidang infrastruktur dan pelayanan publik.
Ia juga menegaskan DPRD akan terus menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan secara maksimal untuk memastikan setiap program pembangunan berjalan sesuai target serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan pembangunan Kota Samarinda yang lebih merata, berkualitas, serta berkelanjutan,” pungkasnya.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















