Menu

Mode Gelap
Polemik 49 Ribu Peserta JKN Memanas, Wali Kota Samarinda: Ini Pengalihan Beban, Bukan Redistribusi BPS Samarinda Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Data Pelaku Usaha Jadi Fokus Utama DPRD Samarinda Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Soroti Pentingnya Kepercayaan Masyarakat Bongkar Jaringan Sabu 1,5 Kg di Loa Janan, Polres Kukar Amankan Dua Tersangka dan Kejar Satu DPO Penertiban Kawasan Hutan di Kukar Dipercepat, Pemda dan Satgas PKH Perkuat Sinergi

BERITA DAERAH · 22 Jul 2025 09:15 WITA ·

Bekali Guru PAUD Dengan Pengetahuan Komprehensif Tentang Stunting, Disdikbud Kukar Adakan Diklat Berjenjang


 Bekali Guru PAUD Dengan Pengetahuan Komprehensif Tentang Stunting, Disdikbud Kukar Adakan Diklat Berjenjang Perbesar

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam pencegahan dan penanganan stunting pada anak usia dini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Diklat Berjenjang Guru PAUD Terkait Penanganan Stunting.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan guru PAUD dari berbagai kecamatan di Kutai Kartanegara, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, pada Senin (21/7/2025) malam di salah satu hotel di Kota Samarinda.

Diklat yang berlangsung selama empat hari, dari 21 hingga 24 Juli 2025 ini, bertujuan membekali para guru dengan pengetahuan komprehensif tentang stunting, mencakup penyebab, dampak, hingga langkah-langkah pencegahannya.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari percepatan pencegahan stunting di wilayah Kukar, khususnya melalui peran aktif guru PAUD sebagai agen edukasi masyarakat.

“Stunting harus dicegah sejak 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Ini adalah masa kritis yang menentukan masa depan anak,” ujarnya.

Guru PAUD dinilai sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya para ibu yang memiliki anak usia dini. Kedekatan mereka secara emosional dan sosial menjadikan peran edukatif guru sangat strategis dalam menyampaikan informasi terkait pola asuh dan gizi anak.

Selama diklat, para peserta dibekali pemahaman menyeluruh terkait stunting, mulai dari cara mendeteksi, dampaknya, hingga solusi praktis yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

“Guru PAUD tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendapatkan pelatihan dari Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya mengenai deteksi dini dan pencegahan stunting, termasuk dalam penyediaan makanan sehat dan bergizi,” tambah Thauhid.

Disdikbud Kukar berharap seluruh peserta mengikuti diklat dengan serius, karena mereka akan menjadi ujung tombak di lapangan dan berperan langsung dalam menciptakan generasi yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polemik 49 Ribu Peserta JKN Memanas, Wali Kota Samarinda: Ini Pengalihan Beban, Bukan Redistribusi

15 April 2026 - 18:00 WITA

andi9999991

BPS Samarinda Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Data Pelaku Usaha Jadi Fokus Utama

15 April 2026 - 17:00 WITA

smd909761

DPRD Samarinda Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Soroti Pentingnya Kepercayaan Masyarakat

15 April 2026 - 16:00 WITA

iswandi0987

Penertiban Kawasan Hutan di Kukar Dipercepat, Pemda dan Satgas PKH Perkuat Sinergi

15 April 2026 - 08:00 WITA

pkh001

Jembatan Merah Putih Presisi di Jonggon Resmi Direnovasi, Dorong Akses dan Ekonomi Warga

14 April 2026 - 14:00 WITA

polreskkar909

Redistribusi Iuran Jaminan Kesehatan Disorot, DPRD Samarinda Minta Pemprov dan Daerah Duduk Bersama

14 April 2026 - 13:00 WITA

dprd09999911
Trending di BERITA DAERAH