Menu ✖

Mode Gelap
Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan 17 Orang Positif Narkoba Saat Operasi Ketiga di Gunung Bugis, Polda Kaltim Siapkan Rehabilitasi Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan

BERITA DAERAH · 30 Apr 2026 21:00 WITA ·

Disdik Kukar Tunggu Advice Kejaksaan, Insentif Guru Non-ASN Ditarget Segera Cair


 Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi IV DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di Ruang Banmus DPRD Kukar, dengan agenda pembahasan insentif guru honorer, Kamis (30/04/2026). Foto: Akmal Hafidz Krisnowo. Perbesar

Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi IV DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di Ruang Banmus DPRD Kukar, dengan agenda pembahasan insentif guru honorer, Kamis (30/04/2026). Foto: Akmal Hafidz Krisnowo.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan percepatan pencairan insentif guru non-ASN yang telah tertunda selama beberapa bulan. Hal ini disampaikan Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kukar di Ruang Banmus, Kamis (30/04/2026).

Pujianto menjelaskan, saat ini proses pencairan masih menunggu legal opinion (LO) dari pihak kejaksaan terkait aspek regulasi dan legalitas. “Kami masih menunggu advice dari kejaksaan,” ujarnya singkat.

Ia mengakui, keterlambatan pencairan insentif yang telah mencapai sekitar empat bulan disebabkan oleh penyesuaian regulasi dan perapian data agar tidak terjadi kesalahan dalam proses administrasi. “Kendalanya di regulasi dan data yang perlu dirapikan,” jelasnya.

Menurutnya, insentif yang dimaksud berbeda dengan gaji. Gaji guru non-PNS tetap dibayarkan oleh yayasan atau sekolah masing-masing, sedangkan insentif merupakan bantuan dari pemerintah daerah. “Ini insentif, bukan gaji,” tegasnya.

Pujianto menyebutkan, jumlah guru non-ASN yang belum menerima insentif diperkirakan sekitar 3.000 orang. Besaran insentif pun bervariasi tergantung wilayah, dengan kisaran sekitar Rp1 juta di Tenggarong dan lebih tinggi di daerah yang lebih jauh. “Semakin jauh wilayahnya, nilainya semakin besar,” katanya.

Ia menegaskan, meski sebelumnya penyaluran dilakukan melalui Disdik, tanggung jawab pencairan tetap berada di pemerintah daerah dan akan segera diselesaikan setelah seluruh proses dinyatakan lengkap. “Kita akan percepat prosesnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kukar, Nasrudin, mengapresiasi langkah Komisi IV DPRD Kukar yang memfasilitasi perjuangan kesejahteraan guru, khususnya non-ASN. “Kami berterima kasih atas perhatian DPRD,” ucapnya.

Ia menyebut, keterlambatan pencairan insentif selama empat bulan memang menjadi perhatian serius para guru. Namun, pihaknya memahami alasan kehati-hatian pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan. “Kami memahami karena ini menyangkut regulasi,” katanya.

Nasrudin optimistis, setelah advice dari kejaksaan diterbitkan, insentif guru honorer dapat segera dicairkan. PGRI, lanjutnya, akan terus mengawal proses tersebut hingga tuntas. “PGRI akan terus mengawal,” tegasnya.

Ia menambahkan, jumlah guru non-ASN di Kukar diperkirakan mencapai sekitar 7.000 orang, termasuk yang berada di sekolah negeri, swasta, hingga madrasah. Namun, untuk pencairan saat ini, diperkirakan sekitar 3.000 guru yang terdampak.

Melalui sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan organisasi profesi, diharapkan persoalan ini dapat segera terselesaikan dan hak para guru non-ASN dapat terpenuhi.

 

Pewarta : Akmal Hafidz Krisnowo
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan

17 Oktober 2026 - 09:30 WITA

o1

Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV

17 Oktober 2026 - 08:30 WITA

n97

Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan

16 Oktober 2026 - 18:00 WITA

n85

Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan

16 Oktober 2026 - 17:30 WITA

n84

Ahmad Yani Soroti Minimnya Peralatan Balakarcana Sukarame, DPRD Kukar Dorong Anggaran 2027

16 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n80

Mahasiswa Untag Samarinda Soroti Pengawasan Tata Ruang dan Penanganan Karhutla

16 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n83
Trending di BERITA DAERAH