Menu

Mode Gelap
Pengurus Baru PDKT Kaltim Dilantik, Viktor Yuan Dorong Penguatan SDM dan Wisata Budaya Dayak Viktor Yuan Dorong Penyelesaian Polemik Atribut Adat Lewat Permintaan Maaf Terbuka Libur Panjang di IKN, Pengunjung Diajak Tanam Pohon dan Tinggalkan Jejak Hijau di Kota Hutan Nusantara IKN Fun Day Hadirkan Workshop Batik Pewarna Alami, Kenalkan Budaya dan Alam Kalimantan kepada Pengunjung Otorita IKN Siaga Hadapi El Niño 2026, Teknologi dan Kolaborasi Jadi Andalan Cegah Karhutla

BERITA DAERAH · 25 Agu 2025 09:15 WITA ·

Pendakian Gunung Beratus: Tim Merah Putih Unikarta Klarifikasi Isu Tersesat, Ini Faktanya


 Tim Merah Putih Wahana Mahasiswa Pecinta Alam (Wamapala) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta). (M.Fikri Khairi/Fairuzzabady/Kumalanews.id) Perbesar

Tim Merah Putih Wahana Mahasiswa Pecinta Alam (Wamapala) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta). (M.Fikri Khairi/Fairuzzabady/Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Perjalanan pendakian Tim Merah Putih Wahana Mahasiswa Pecinta Alam (Wamapala) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) ke Gunung Beratus, Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, ternyata menyisakan kisah penuh tantangan.

Di tengah ramainya kabar di media sosial bahwa mereka tersesat, para pendaki akhirnya buka suara, mereka tidak hilang arah, hanya harus mengubah jalur turun karena kondisi medan yang tak terduga.

Tim yang beranggotakan 13 orang ini melakukan ekspedisi dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.

Perjalanan dirancang selama tujuh hari, dimulai pada 12 Agustus dan dijadwalkan selesai 19 Agustus. Namun, kenyataan di lapangan jauh berbeda dari perencanaan.

Ketua Umum Wamapala Unikarta, Feri Ramadan, menuturkan bahwa hambatan pertama sudah muncul sejak perjalanan menuju kaki gunung. Jalur poros Kubar – Penajam Paser Utara (PPU) yang mereka gunakan tidak bisa dilalui dengan mulus.

“Banyak jembatan yang terputus, itu yang membuat perjalanan kami molor hingga lima hari. Padahal awalnya hanya ditargetkan dua hari,” ujarnya, Minggu (24/8/2025).

Meski tertunda, tim tetap melanjutkan pendakian. Namun, pertimbangan logistik dan fisik membuat mereka memutuskan untuk tidak kembali ke jalur awal. Jalur turun diubah menuju Camp 53 milik PT Balikpapan Wana Lestari (BWL) di wilayah PPU.

Keputusan itu sebenarnya sudah dikonfirmasi kepada tim penjemput pada 18 Agustus. Sayangnya, keterbatasan jaringan komunikasi memicu salah paham.

“Kami memang hanya menyebut dijemput di Camp 53, tapi ternyata ada dua lokasi berbeda yang dikenal dengan sebutan itu. Tim penjemput datang ke titik lain,” jelas Feri.

Situasi makin rumit ketika kabar tersesat beredar di media sosial pada 19 Agustus.  Padahal, kata Feri, saat itu mereka sudah memulai perjalanan turun.

“Hari itu kami bahkan sudah dikonfirmasi aman oleh Polsek Bongan. Tapi karena badai, kami mendirikan tenda di ketinggian 1.000 mdpl,” kenangnya.

Turun gunung ternyata tidak lebih mudah. Pada 20 Agustus, dua anggota tim kelelahan dan tertinggal dari rombongan. Kondisi ini memaksa tim berhenti di ketinggian 600 mdpl dan bermalam. Hingga esok harinya, keduanya belum juga kembali bergabung.

“Pagi 21 Agustus, kami akhirnya bagi dua regu. Tujuh orang turun lebih dulu ke Camp 53 untuk mencari jaringan telekomunikasi dan meminta bantuan, sedangkan empat orang tetap menunggu dua rekan yang tertinggal,” kata Feri.

Regu pertama berhasil tiba di Camp 53 sore harinya dan segera menghubungi tim penjemput sekaligus meminta bantuan tim SAR untuk mengantisipasi kejadian tidak terduga kepada dua anggota yang tertinggal.

Di waktu yang hampir bersamaan, dua anggota yang sempat tertinggal akhirnya berhasil kembali bergabung dengan regu kedua. Mereka pun melanjutkan perjalanan turun.

Namun, cerita terpisahnya rombongan inilah yang kemudian ramai dibicarakan di dunia maya dengan narasi bahwa tim tersesat.

“Kami ingin meluruskan, kami tidak tersesat. Semua langkah diambil dengan pertimbangan matang. Bahkan seluruh anggota berhasil tiba di Camp 53 PT BWL sebelum tim SAR datang,” tegas Feri.

Meski demikian, ia tetap mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak SAR yang merespons cepat laporan tersebut.

“Atas kegaduhan yang timbul, kami juga menyampaikan permohonan maaf. Yang jelas, semua anggota dalam keadaan selamat,” pungkasnya.

 

Pewarta : M. Fikri Khairi
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 98 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pengurus Baru PDKT Kaltim Dilantik, Viktor Yuan Dorong Penguatan SDM dan Wisata Budaya Dayak

16 Mei 2026 - 15:00 WITA

pdkt002

Viktor Yuan Dorong Penyelesaian Polemik Atribut Adat Lewat Permintaan Maaf Terbuka

16 Mei 2026 - 14:00 WITA

pdkt001

Andi Harun Dorong Festival Budaya Samarinda Diperkuat Lewat Perda

14 Mei 2026 - 11:03 WITA

andi0001

Enam Raperda Disepakati, DPRD Samarinda Dorong Percepatan Regulasi Strategis

14 Mei 2026 - 10:00 WITA

helmi0001

Enam Raperda di Luar Propemperda 2026 Disepakati, DPRD Samarinda Pastikan Pembahasan Libatkan Publik

14 Mei 2026 - 09:00 WITA

km1

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Limbah B3, Sejumlah Pasal Dikoreksi agar Tak Tumpang Tindih Kewenangan

11 Mei 2026 - 17:00 WITA

DLHK01
Trending di BERITA DAERAH