KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengembangan karakter pelajar melalui penanaman nilai-nilai kearifan lokal sejak jenjang pendidikan dasar. Upaya ini dilakukan sebagai respon atas tantangan era digital yang semakin mempengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menilai bahwa pembangunan karakter tidak hanya bertumpu pada aturan sekolah, tetapi juga perlu dihubungkan dengan identitas budaya masyarakat setempat. Nilai-nilai adat, bahasa, dan tradisi dinilai mampu menjadi fondasi moral yang kuat bagi pelajar.
“Karakter pelajar itu dibentuk dari akar budaya. Nilai-nilai Kutai yang sopan, santun, dan beradab perlu ditanamkan agar generasi kita tumbuh dengan identitas yang jelas,” ujar Puji di Tenggarong, Kamis (20/11/2025).
Puji menjelaskan bahwa tantangan karakter di era modern tidak hanya berkaitan dengan etika digital, tetapi juga pada kecenderungan hilangnya rasa hormat dan tanggung jawab di kalangan pelajar. Menurutnya, kearifan lokal memiliki peran besar dalam membangun kembali kesadaran akan pentingnya sikap tersebut.
Ia menekankan bahwa penguatan karakter berbasis budaya lokal bukan berarti menutup diri dari perkembangan teknologi. Sebaliknya, nilai-nilai tersebut dipandang sebagai pondasi agar pelajar lebih bijaksana dalam menghadapi derasnya arus informasi.
“Teknologi boleh maju, tapi karakter tidak boleh hilang. Pelajar yang kuat karakternya akan mampu memanfaatkan teknologi dengan lebih positif,” jelasnya.
Puji menambahkan bahwa banyak nilai kultur masyarakat Kutai yang relevan dengan tantangan masa kini, seperti gotong royong, kesederhanaan, kejujuran, dan penghormatan terhadap orang tua. Nilai-nilai ini dinilai efektif dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas.
Menurutnya, pengembangan karakter berbasis budaya lokal juga dapat menciptakan kebanggaan pelajar terhadap daerahnya, sehingga mereka tidak mudah tergerus oleh pengaruh budaya luar yang kurang sesuai dengan norma sosial setempat.
“Jika pelajar bangga dengan akar budayanya, mereka akan tumbuh dengan jati diri yang kuat. Itu penting untuk menghadapi masa depan,” tegasnya.
Puji berharap penguatan karakter ini dapat menciptakan generasi muda Kukar yang memiliki integritas, empati, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Karakter yang baik, katanya, adalah modal utama bagi masa depan daerah.
“Anak-anak kita bukan hanya pewaris budaya, tetapi juga calon pemimpin. Karakter yang kuat akan membawa daerah ini maju tanpa kehilangan nilai-nilainya,” tutupnya.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















