Menu

Mode Gelap
Musancab PDIP Kukar Panaskan Mesin Partai, Fokus Konsolidasi dan Regenerasi Kader 1.024 Jemaah Haji Samarinda Resmi Dilepas, Wali Kota Titip Doa dan Harapan dari Tanah Suci Blukar 2026 Resmi Dimulai, Jelajah Alam Kukar Lewat Konsep Overland Dan Sport Tourism DPRD Samarinda Perketat Pengawasan MBG, Celni Tekankan Standar Kesehatan Dapur dan Dukung Pengembangan Seni Budaya Pansus II DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pasar Rakyat, Target Selesai Tahun Ini

BERITA DAERAH · 21 Nov 2025 14:45 WITA ·

SMPN 2 Tenggarong Optimalkan Produksi Pupuk Kompos dari Sampah Daun dan Buah Sekolah


 Kepala SMP Negeri 2 Tenggarong, Yunus, menunjukkan hasil olahan sampah organik berupa pupuk kompos. Perbesar

Kepala SMP Negeri 2 Tenggarong, Yunus, menunjukkan hasil olahan sampah organik berupa pupuk kompos.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Komitmen SMPN 2 Tenggarong dalam menjaga lingkungan diwujudkan melalui inovasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos padat dan cair. Program ini tidak hanya berhasil mengurangi volume sampah sekolah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomis. Hal itu disampaikan oleh Kepala SMPN 2 Tenggarong, Yunus, Jum’at (21/11/2025).

Yunus menjelaskan, setiap hari sekolah menghasilkan banyak sampah daun, ranting, dan buah-buahan jatuh dari pohon seperti jambu dan belimbing. Agar tidak menumpuk dan mencemari lingkungan, sampah-sampah tersebut dikumpulkan di bak penampungan khusus untuk diolah menjadi kompos.

“Sampah daun yang sebelumnya dibuang kini kita kumpulkan dan olah. Kita punya bak fermentasi dan mesin pencacah, sehingga daun dapat diproses menjadi pupuk kompos padat,” terang Yunus.

Proses pembuatan kompos dilakukan dengan mencacah daun kering menggunakan mesin, lalu mencampurnya dengan gula merah serta cairan pengurai (M4). Setelah melalui proses fermentasi selama beberapa pekan, kompos siap digunakan atau dijual. Pupuk produksi SMPN 2 Tenggarong ini bahkan sudah dikenal oleh masyarakat sekitar dan kerap dibeli untuk kebutuhan tanaman.

Selain kompos padat, sekolah juga memproduksi kompos cair dari buah-buahan yang tidak termakan atau sudah busuk. Buah yang jatuh dari pohon ditampung di bak khusus, lalu difermentasi bersama campuran gula merah. Proses ini menghasilkan pupuk cair yang kaya nutrisi untuk tanaman.

“Banyak buah yang tidak sempat dipanen atau sudah rusak. Daripada menjadi sampah, kami olah menjadi kompos cair. Hasilnya bagus dan bisa dijual kembali,” jelasnya.

Produksi kompos ini tidak hanya membantu menjaga kebersihan sekolah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk memahami konsep daur ulang, pengurangan sampah, serta pemanfaatan limbah organik. Siswa dilibatkan dalam proses pengumpulan daun, pemisahan sampah, hingga pengemasan kompos.

Yunus menyebut program ini sebagai bentuk nyata implementasi Adiwiyata, sekaligus langkah strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan di sekolah.

“Kami ingin anak-anak belajar bahwa sampah itu bisa diolah, bukan dibuang. Ini melatih mereka berpikir kreatif, mandiri, dan peduli lingkungan,” katanya.

Dengan inovasi pengolahan kompos yang berkelanjutan, SMPN 2 Tenggarong tidak hanya berhasil menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, tetapi juga menghasilkan produk ramah lingkungan yang memberi manfaat bagi sekolah dan masyarakat.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Musancab PDIP Kukar Panaskan Mesin Partai, Fokus Konsolidasi dan Regenerasi Kader

25 April 2026 - 18:00 WITA

p12

1.024 Jemaah Haji Samarinda Resmi Dilepas, Wali Kota Titip Doa dan Harapan dari Tanah Suci

25 April 2026 - 17:00 WITA

an87

Blukar 2026 Resmi Dimulai, Jelajah Alam Kukar Lewat Konsep Overland Dan Sport Tourism

24 April 2026 - 18:00 WITA

aul0000001

DPRD Samarinda Perketat Pengawasan MBG, Celni Tekankan Standar Kesehatan Dapur dan Dukung Pengembangan Seni Budaya

24 April 2026 - 17:00 WITA

dprdkota02

Pansus II DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pasar Rakyat, Target Selesai Tahun Ini

24 April 2026 - 16:00 WITA

dpdrkota01

Celni Soroti Insiden Jurnalis Saat Demo, Dorong Pendekatan Dialog Redam Konflik

23 April 2026 - 17:00 WITA

kn010
Trending di BERITA DAERAH