KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – SMPN 2 Tenggarong menghadapi tantangan terkait bullying dan kebiasaan merokok di kalangan siswa, terutama di area yang jarang terpantau guru. Kepala sekolah, Yunus, mengatakan pihak sekolah telah mengambil berbagai langkah inovatif untuk mengurangi masalah ini, termasuk menutup salah satu WC yang kerap dijadikan tempat berkumpul siswa nakal.
Selain itu, sekolah menjadikan WC tersebut sebagai pos satpam, serta memasang CCTV di beberapa titik strategis untuk memantau aktivitas siswa. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
“Beberapa bulan terakhir, kami tutup salah satu WC dan jadikan pos satpam. Tempat-tempat yang sebelumnya rawan rokok dan bullying sekarang lebih terkontrol, sehingga jumlah insiden mulai berkurang,” ujar Yunus pada Jum’at (21/11/2025).
Sekolah juga mengandalkan peran guru wali sebagai orang tua asuh bagi siswa. Setiap guru wali membimbing sejumlah anak secara intensif, mulai dari pertama masuk hingga lulus. Peran ini penting untuk mendekatkan guru dengan siswa, sehingga siswa merasa nyaman untuk bercerita dan mengurangi perilaku negatif.
Pendekatan sekolah terhadap orang tua pun diubah. Alih-alih memanggil orang tua dengan surat resmi, kini sekolah mengundang mereka untuk silaturahmi, sehingga suasana lebih kondusif dan tidak menimbulkan ketegangan. Metode ini memudahkan komunikasi antara sekolah dan keluarga terkait perilaku siswa.
Meski ada larangan penggunaan handphone, siswa masih menemukan cara baru untuk berkomunikasi, seperti menggunakan Chromebook untuk chatting. Sekolah menanggapi hal ini dengan terus mengawasi dan berinovasi agar teknologi tidak dimanfaatkan untuk perilaku negatif.
“HP sudah kami larang, tapi mereka pakai Chromebook. Kami terus berkreasi untuk mengatasi tantangan ini, karena semakin kita buat baru, siswa justru semakin canggih cara mereka,” tambah Yunus.
Selain pengawasan fisik, pendekatan personal melalui guru wali terbukti efektif. Guru wali berkomunikasi rutin dengan siswa dan orang tua, serta memberikan arahan dan pendampingan saat ada kasus bullying atau perilaku merokok.
Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya sekolah membangun lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung proses belajar siswa. Dengan pengawasan dan pendekatan yang tepat, sekolah berharap kasus bullying dan merokok dapat diminimalkan secara signifikan.
SMPN 2 Tenggarong menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam menangani perilaku negatif siswa, sambil tetap menjaga kualitas pendidikan dan membentuk karakter peserta didik yang disiplin dan bertanggung jawab.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















