KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – SMP Negeri 2 Tenggarong terus memperkuat komitmennya dalam membangun kesadaran siswa terkait kesehatan, kebersihan, serta keharmonisan keluarga melalui program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan Sekolah Sehat. Program ini dijalankan bekerja sama dengan BKKBN serta didukung fasilitas dan kebijakan yang menunjang perilaku hidup bersih dan sehat.
Kepala SMPN 2 Tenggarong, Yunus, menjelaskan bahwa SSK bukan sekadar program penyuluhan, tetapi pembinaan terstruktur yang berlangsung sepanjang tahun ajaran. Melalui program ini, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya hidup bersih, perencanaan masa depan, serta pembangunan keluarga yang harmonis.
“Program Sekolah Siaga Kependudukan mendampingi anak-anak untuk paham hidup bersih, sehat, dan mengenal konsep keharmonisan keluarga. Penilaiannya sudah sampai tingkat paripurna,” ujar Yunus, Jum’at (21/11/2025).
Dalam program sekolah sehat, SMPN 2 Tenggarong menerapkan standar kebersihan lingkungan yang ketat. Saat pertama kali menjabat, Yunus menemukan sampah sekolah mencapai lima hingga delapan kantong besar per hari. Kini kondisi itu berubah signifikan melalui berbagai kebijakan pengurangan sampah dan edukasi kebersihan.
Salah satu langkah penting adalah penerapan kantin sehat tanpa kemasan plastik. Semua makanan yang dijual wajib menggunakan alas daun atau wadah ramah lingkungan. Siswa pun diwajibkan membawa tumbler untuk mengurangi penggunaan gelas dan botol plastik sekali pakai.
“Kesadaran siswa terus kita bangun. Dulu gelas plastik dari kantin banyak berserakan di kelas. Sekarang anak-anak wajib membawa tumbler dari rumah,” jelasnya.
Selain pengurangan sampah, sekolah juga memastikan lingkungan tetap bersih melalui pengelolaan sampah organik. Daun-daun yang gugur dikumpulkan di bak penampungan khusus dan diolah menjadi kompos. Sementara batang kayu dan ranting dicacah untuk dijadikan media tanam jamur di rumah jamur sekolah.
Program-program ini juga berperan dalam membangun pola hidup sehat siswa, termasuk menjaga kebersihan ruang kelas, halaman sekolah, dan fasilitas umum. Bagi pihak sekolah, membangun budaya peduli kesehatan dan kependudukan bukan hanya soal kebersihan, tetapi menanamkan karakter.
“Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter sehat, disiplin, dan mampu menerapkan pola hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Yunus.
Dengan pencapaian SSK kategori paripurna dan penguatan program sekolah sehat, SMPN 2 Tenggarong semakin menunjukkan kapasitasnya sebagai sekolah yang tidak hanya mendidik, tetapi juga membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan gaya hidup sehat dan bertanggung jawab.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















