KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan desa, jaringan air bersih, dan sarana pendukung pertanian akan menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam dua tahun ke depan. Ia menilai infrastruktur dasar merupakan fondasi penting untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat desa serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan usaha mikro.
Program ini disusun berdasarkan evaluasi kebutuhan lapangan yang menunjukkan bahwa sejumlah desa masih kesulitan mengakses jalan produksi dan prasarana layanan dasar. Melalui pendataan ulang dan penyelarasan dengan program pusat, Pemkab Kukar menargetkan agar seluruh desa produktif memiliki akses infrastruktur yang layak pada pertengahan 2027. Hal ini juga menjadi bagian dari visi besar mewujudkan Kukar yang lebih merata dalam pembangunan.
“Infrastruktur dasar itu bukan hanya soal fisik, tetapi menyangkut aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu kita prioritaskan jalan desa, air bersih, dan akses produksi agar desa produktif bisa bergerak lebih cepat,” ujar Aulia, Sabtu (22/11/2025).
Pemkab Kukar juga mulai mendorong percepatan pembangunan melalui pola kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemanfaatan dana transfer daerah. Menurut Aulia, percepatan pembangunan tidak akan efektif jika hanya mengandalkan APBD, sehingga sinergi anggaran menjadi langkah strategis yang harus diperkuat. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi intensif dengan kementerian terkait telah dilakukan untuk memastikan dukungan program dapat mengalir secara berkelanjutan.
Pendekatan ini diharapkan dapat menjawab persoalan lama terkait keterlambatan akses layanan publik di desa maupun kelurahan. Selain memperbaiki mobilitas masyarakat, infrastruktur dasar yang kuat akan membantu sektor-sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, hingga UMKM. Aulia menekankan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan setiap desa merasakan manfaat pembangunan tanpa terkecuali.
“Kami sudah komunikasikan banyak program dengan pemerintah pusat agar pembangunan bisa lebih cepat. Jangan sampai ada desa yang tertinggal hanya karena akses jalan atau air bersihnya belum baik,” tegasnya.
Upaya peningkatan infrastruktur juga akan dibarengi dengan pengawasan ketat agar kualitas pembangunan sesuai standar. Bupati meminta seluruh perangkat desa bekerja proaktif dalam melaporkan kebutuhan dan mempercepat proses administrasi agar proyek tidak tertunda. Ia menegaskan bahwa pembangunan fisik bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Dengan fokus pada pemerataan pembangunan, Bupati Aulia berharap produktivitas desa semakin meningkat dan masyarakat dapat merasakan dampak pembangunan secara nyata. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi warga Kukar.
“Yang kita kejar adalah manfaatnya. Infrastruktur ini harus dirasakan, bukan hanya dipasang. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat Kukar,” tutupnya.
ADV Bagian Prokompim Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















