KUMALANEWS.ID, KUTAI TIMUR – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, secara resmi membuka Festival Pesona Budaya Kutim 2025 yang merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Kutim. Acara yang digelar di Lapangan Helipad Bukit Pelangi, Sangatta, ini menekankan pentingnya menjaga kekayaan budaya sekaligus menjadi etalase bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Wabup Mahyunadi menyebut Kutim sebagai “miniatur Indonesia” karena dihuni beragam suku, seperti Kutai, Dayak, Banjar, Jawa, Bugis, dan lainnya. Ia menekankan bahwa festival ini harus terus dihidupkan untuk merawat tradisi dan identitas budaya agar tidak hilang.
Dukungan untuk UMKM:
- Mahyunadi menyoroti peran sentral UMKM dalam festival, menjadikannya sarana agar produk lokal semakin dikenal dan kompetitif.
- “Kita ingin UMKM naik kelas. Lewat festival ini, mereka bisa memajang produk terbaiknya, menjalin jejaring, dan memperluas pasar,” tegasnya, merujuk pada pertumbuhan ekonomi Kutim yang kini mencapai sembilan persen.
- Festival ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah, menambahkan bahwa festival selama tiga malam ini menampilkan beragam pertunjukan seni dari pesisir hingga pedalaman. Selain panggung hiburan, stan khusus UMKM juga disediakan untuk mempromosikan produk kreatif masyarakat.
Mahyunadi juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana harmonis, kerukunan, dan gotong royong di tengah keberagaman, sebagai pijakan penting bagi pembangunan Kutim di masa depan.
ADV Diskominfo SP Kutim

















