Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 24 Nov 2025 13:30 WITA ·

Disdikbud Kukar Perkuat Program Literasi Digital untuk Cegah Dampak Negatif Teknologi di Kalangan Pelajar


 Sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Muara Badak terlihat memanfaatkan laptop untuk mengerjakan tugas sekolah. Penggunaan perangkat digital ini menjadi bagian dari upaya peningkatan literasi teknologi serta mendukung proses belajar yang lebih efektif dan modern. Perbesar

Sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Muara Badak terlihat memanfaatkan laptop untuk mengerjakan tugas sekolah. Penggunaan perangkat digital ini menjadi bagian dari upaya peningkatan literasi teknologi serta mendukung proses belajar yang lebih efektif dan modern.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat upaya peningkatan literasi digital di sekolah-sekolah sebagai respons atas semakin tingginya penggunaan teknologi oleh peserta didik. Perubahan pola belajar yang semakin berbasis digital membuat pemerintah daerah menilai pentingnya pendekatan pendidikan yang mampu melindungi siswa dari risiko penyalahgunaan teknologi.

Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menilai bahwa siswa saat ini memiliki akses informasi yang sangat cepat, namun tidak semuanya memiliki kemampuan memilih dan memfilter konten. Hal ini dapat memunculkan tantangan baru seperti kecanduan gawai, akses informasi yang tidak sesuai usia, maupun menurunnya kemampuan sosial jika tidak diarahkan dengan baik.

“Kita melihat perkembangan teknologi begitu cepat dan anak-anak kita sangat mudah mengakses apapun. Karena itu, sekolah harus hadir untuk membimbing agar penggunaan teknologi tetap berada pada jalur yang positif,” ujarnya, senin (24/11/2025).

Sebagai langkah awal, Disdikbud Kukar akan memperluas program literasi digital di tingkat SD hingga SMA dengan menyesuaikan kurikulum pendukung. Program ini akan menekankan pemahaman mengenai etika digital, keamanan data, dan pemanfaatan teknologi untuk proses belajar yang produktif.

Pujianto menjelaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada kemampuan teknis, tetapi juga penguatan karakter siswa. Ia menilai bahwa digitalisasi tanpa pengendalian nilai dapat berdampak negatif pada perkembangan emosional maupun sosial pelajar.

“Literasi digital bukan sekadar mengajari anak memakai perangkat, tapi membekali mereka tentang bagaimana bersikap, mengenali risiko, dan tetap menjaga karakter saat berada di ruang digital,” jelasnya.

Disdikbud Kukar juga menempatkan peran guru sebagai faktor penting dalam keberhasilan program ini. Guru didorong untuk terus meningkatkan kapasitasnya melalui berbagai pelatihan yang berkaitan dengan dunia digital, termasuk pemanfaatan platform edukasi dan teknik pembelajaran interaktif berbasis teknologi.

Menurut Pujianto, guru harus menjadi pengarah sekaligus pendamping siswa dalam memahami dunia digital. Dengan penguatan kapasitas, guru diharapkan mampu menjaga kualitas proses pembelajaran sekaligus membentuk perilaku digital yang sehat.

“Guru hari ini harus adaptif. Mereka harus bisa memandu dan memberi contoh bagaimana teknologi dimanfaatkan dengan bijak dan bermanfaat untuk belajar,” tutur Pujianto.

Ia berharap penguatan literasi digital ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Program ini juga diharapkan mampu menekan risiko penyalahgunaan teknologi di kalangan pelajar.

“Tujuan kita adalah menciptakan sekolah yang tidak hanya modern dari sisi fasilitas, tetapi juga kuat dalam pengendalian karakter dan kecakapan digital siswa,” pungkasnya.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH