KUMALANEWS.ID, KUTAI TIMUR – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) secara tegas membantah anggapan publik yang berkembang, terutama di media sosial, bahwa kegiatan bursa tenaga kerja atau Job Fair hanyalah agenda seremonial tanpa hasil konkret. Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, menegaskan bahwa Job Fair adalah program strategis dan murni pemerintah daerah yang berfungsi sebagai fasilitator untuk mempertemukan pencari kerja dengan lowongan pekerjaan yang tersedia di dunia usaha.
Untuk menunjukkan keseriusan ini, Pemkab Kutim mengagendakan dua kali pelaksanaan Job Fair pada tahun 2025, yang pertama telah sukses dilaksanakan pada Mei, dan yang kedua direncanakan pada Oktober bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kutim. Roma Malau menjamin bahwa pelaksanaan kedua akan disiapkan lebih matang untuk memberikan peluang kerja yang lebih besar bagi masyarakat lokal.
Prinsip transparansi dan keabsahan menjadi pegangan utama, di mana perusahaan yang berpartisipasi dalam Job Fair tidak pernah dipaksa, melainkan keikutsertaan mereka didasarkan pada kebutuhan tenaga kerja yang aktual. Setiap perusahaan wajib menyampaikan komposisi kebutuhan tenaga kerja secara resmi, sehingga proses seleksi berlangsung terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Program ini merupakan bagian tak terpisahkan dari realisasi visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kutim yang menargetkan penyediaan 50.000 lapangan kerja baru. Disnakertrans juga mengungkapkan rencana untuk mengembangkan fitur layanan digital bagi pendaftaran online Job Fair di masa depan, yang diharapkan dapat memperluas jangkauan ke seluruh wilayah kecamatan di Kutim dan menjadi jembatan efektif bagi generasi muda untuk mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensi mereka.
ADV Diskominfo SP Kutim

















