KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara, Pujianto, menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Kukar, terlihat dari komitmen alokasi anggaran sebesar 20 persen dari total APBD.
Menurut Pujianto, berapa pun nilai APBD Kukar setiap tahunnya, porsi anggaran untuk pendidikan sudah pasti dialokasikan 20 persen, sesuai amanat undang-undang. Pada tahun anggaran berjalan, APBD Kukar berada di kisaran Rp6,4 triliun, dan sekitar Rp1,4 triliun di antaranya dikelola Disdikbud.
“Karena belanja pendidikan sudah diatur 20 persen, kami tidak perlu berebut anggaran dengan OPD lain. Porsinya sudah jelas,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Dari total anggaran tersebut, sebagian besar terserap untuk belanja pegawai, terutama gaji dan tunjangan guru. Kukar merupakan daerah dengan jumlah guru terbanyak di Kalimantan Timur, sehingga kebutuhan anggarannya juga paling besar. Tahun ini, belanja pegawai di sektor pendidikan hampir menembus Rp1 triliun.
“Belanja pegawai kami adalah yang terbesar di antara OPD lainnya. Ini konsekuensi logis karena jumlah guru dan sekolah di Kukar sangat banyak,” jelasnya.
Pujianto menyebut besarnya porsi anggaran pegawai tidak mengurangi komitmen pemda dalam menjaga kesejahteraan guru.
Ia menegaskan bahwa Kukar tidak mengikuti tren penurunan tunjangan penghasilan pegawai (TPP) seperti yang terjadi di beberapa daerah lain. TPP guru justru dipertahankan sesuai zona dan jenjang jabatan.
Dukungan anggaran yang stabil ini, kata Pujianto, menunjukkan keseriusan Bupati Kukar dalam menjadikan pendidikan sebagai sektor prioritas.
Namun ia juga mengingatkan bahwa anggaran besar harus diiringi manajemen yang tepat agar berdampak pada kualitas pembelajaran.
“Kami berharap melalui diskusi dan kolaborasi lintas daerah, pengelolaan anggaran pendidikan bisa semakin efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















