Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 25 Nov 2025 15:00 WITA ·

Disdikbud Kukar Upayakan Pemerataan Guru, Tunjangan Lebih Tinggi untuk Daerah Terpencil


 Seorang guru tampak memberikan penjelasan materi pembelajaran kepada murid. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Disdikbud Kukar berkomitmen meningkatkan pemerataan layanan pendidikan, khususnya di wilayah terpencil. (Dok. Istimewa) Perbesar

Seorang guru tampak memberikan penjelasan materi pembelajaran kepada murid. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Disdikbud Kukar berkomitmen meningkatkan pemerataan layanan pendidikan, khususnya di wilayah terpencil. (Dok. Istimewa)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara, Pujianto, menekankan komitmen pemerintah kabupaten dalam pemerataan layanan pendidikan, terutama di wilayah terpencil.

Menurut Pujianto, Kukar memiliki tantangan geografis yang luar biasa karena terdiri dari 20 kecamatan dengan sekolah yang tersebar sangat luas.

Kondisi ini membuat distribusi guru dan fasilitas pendidikan menjadi prioritas utama. Untuk itu, Disdikbud menetapkan kebijakan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) yang lebih tinggi bagi guru yang bertugas di daerah terpencil.

“Semakin jauh guru bertugas dari pusat kabupaten, semakin tinggi TPP yang diberikan. Ini untuk memastikan motivasi guru tetap terjaga dan layanan pendidikan merata,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

Ia menambahkan, skema TPP juga disesuaikan dengan jenjang jabatan guru, mulai dari guru pertama hingga guru utama.

Dengan sistem ini, guru di wilayah terpencil dengan jabatan tinggi dapat membawa pulang penghasilan mendekati Rp20 juta per bulan.

Kebijakan ini dinilai efektif dalam menarik guru berkualitas untuk bertugas di lokasi yang menantang. Pujianto menekankan bahwa pemerataan guru merupakan bagian dari strategi Disdikbud dalam menjaga kualitas pendidikan di seluruh kecamatan.

Selain TPP, pihaknya juga memperhatikan kebutuhan fasilitas dan sarana belajar agar tidak ada sekolah yang tertinggal meski berada di daerah terpencil.

“Tujuan kami jelas, agar setiap siswa, tidak peduli di mana mereka berada, mendapatkan pendidikan yang layak dan guru yang kompeten,” pungkasnya.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH