KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara, Pujianto, menekankan komitmen pemerintah kabupaten dalam pemerataan layanan pendidikan, terutama di wilayah terpencil.
Menurut Pujianto, Kukar memiliki tantangan geografis yang luar biasa karena terdiri dari 20 kecamatan dengan sekolah yang tersebar sangat luas.
Kondisi ini membuat distribusi guru dan fasilitas pendidikan menjadi prioritas utama. Untuk itu, Disdikbud menetapkan kebijakan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) yang lebih tinggi bagi guru yang bertugas di daerah terpencil.
“Semakin jauh guru bertugas dari pusat kabupaten, semakin tinggi TPP yang diberikan. Ini untuk memastikan motivasi guru tetap terjaga dan layanan pendidikan merata,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Ia menambahkan, skema TPP juga disesuaikan dengan jenjang jabatan guru, mulai dari guru pertama hingga guru utama.
Dengan sistem ini, guru di wilayah terpencil dengan jabatan tinggi dapat membawa pulang penghasilan mendekati Rp20 juta per bulan.
Kebijakan ini dinilai efektif dalam menarik guru berkualitas untuk bertugas di lokasi yang menantang. Pujianto menekankan bahwa pemerataan guru merupakan bagian dari strategi Disdikbud dalam menjaga kualitas pendidikan di seluruh kecamatan.
Selain TPP, pihaknya juga memperhatikan kebutuhan fasilitas dan sarana belajar agar tidak ada sekolah yang tertinggal meski berada di daerah terpencil.
“Tujuan kami jelas, agar setiap siswa, tidak peduli di mana mereka berada, mendapatkan pendidikan yang layak dan guru yang kompeten,” pungkasnya.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















