Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 26 Nov 2025 15:30 WITA ·

Disdikbud Kukar Dorong Penguatan Identitas Budaya Kutai Lewat Program Regenerasi Pelaku Tradisi


 Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Puji Utomo, menjelaskan pentingnya regenerasi pelaku tradisi sebagai upaya menjaga kelestarian budaya daerah. (Dok. Indirwan) Perbesar

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Puji Utomo, menjelaskan pentingnya regenerasi pelaku tradisi sebagai upaya menjaga kelestarian budaya daerah. (Dok. Indirwan)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan pentingnya mempercepat regenerasi pelaku budaya tradisional Kutai untuk mencegah hilangnya praktik adat yang telah diwariskan turun-temurun. Seiring berkurangnya jumlah pewaris tradisi, kekhawatiran akan pudarnya identitas budaya lokal semakin meningkat.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengungkapkan bahwa banyak tradisi Kutai yang dulunya kuat dalam struktur masyarakat, kini mengalami degradasi karena minimnya penerus. Salah satunya adalah tradisi ritual dan seni yang terkait erat dengan adat Erau, yang saat ini hanya dikuasai oleh sedikit pelaku senior.

“Banyak tradisi Kutai yang sifatnya diwariskan secara turun-temurun. Tantangan kita sekarang adalah semakin sedikit generasi yang benar-benar mewarisi atau memahami praktik tersebut,” ujar Puji pada Rabu (26/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa generasi muda cenderung lebih dekat dengan budaya digital dan hiburan modern, sehingga ketertarikan mereka terhadap seni dan ritual tradisi makin berkurang. Hal itu menurutnya menjadi alarm serius yang perlu segera ditangani melalui pendekatan pendidikan, keluarga, dan komunitas.

Puji menilai bahwa regenerasi tidak boleh hanya bertumpu pada acara seremonial atau festival besar. Tradisi, katanya, harus dipelajari, dipahami, dan dijalankan secara konsisten oleh masyarakat adat sendiri agar nilai-nilainya tetap hidup.

“Pelaku budaya tidak bisa diciptakan secara instan. Mereka terbentuk dari proses belajar panjang, kedekatan dengan tradisi, serta lingkungan keluarga dan komunitas yang masih memegang nilai-nilai adat,” jelasnya.

Ia juga menyoroti bahwa beberapa elemen adat Kutai bersifat sakral dan tidak dapat dipublikasikan secara luas. Oleh sebab itu, proses regenerasi harus menghormati batasan adat dan hanya dipindahkan kepada mereka yang berhak dan telah dipercaya oleh komunitas.

Menurut Puji, peran pemerintah adalah memberikan dukungan, dokumentasi yang sesuai batas adat, dan penguatan kapasitas masyarakat agar pelestarian tradisi berjalan tanpa menghilangkan unsur otentiknya.

“Pemerintah tidak boleh masuk terlalu dalam pada wilayah sakral. Tugas kami adalah memastikan tradisi itu tetap hidup, bukan mengubah atau mencampuri apa yang menjadi wewenang masyarakat adat,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat semakin menyadari urgensi menjaga tradisi leluhur di tengah modernisasi. Sebab, hilangnya pelaku tradisi berarti hilangnya identitas dan sejarah panjang Kutai.

“Kalau generasi sekarang tidak mengambil peran, maka tradisi yang ratusan tahun diwariskan bisa hilang dalam satu generasi. Ini bukan hanya soal seni atau ritus, tetapi soal jati diri Kutai,” pungkas Puji.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH