KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi pembentukan generasi muda. Salah satu strategi yang kini didorong adalah integrasi nilai-nilai kepedulian lingkungan ke dalam aktivitas belajar di sekolah.
Plt Kepala Bidang SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, mengungkapkan bahwa karakter siswa tidak cukup dibentuk melalui aturan tertulis, tetapi harus dilatih melalui kebiasaan harian yang konsisten dan terukur.
“Karakter itu tumbuh dari hal sederhana yang dibiasakan setiap hari. Karena itu, kami mendorong sekolah menerapkan pendekatan yang membuat siswa terlibat langsung,” jelas Emy, Rabu (26/11/2025).
Salah satu pendekatan tersebut adalah penggunaan jurnal perilaku, yang bukan sekadar catatan, melainkan alat refleksi agar siswa sadar terhadap tindakan mereka. Melalui jurnal, peserta didik diharapkan memahami dampak positif dari menjaga kebersihan, mengurangi sampah plastik, dan merawat lingkungan sekolah.
Emy juga menyoroti bahwa tantangan terbesar dalam pendidikan karakter bukan pada penyediaan program, tetapi pada keberlanjutan dan kedisiplinan menjalankan kebiasaan positif tersebut.
“Yang paling penting adalah pembiasaan jangka panjang. Ketika siswa dan guru sepakat, budaya positif itu akan mengakar,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembentukan karakter tidak bisa dilepaskan dari pengalaman nyata. Karena itu, banyak sekolah di Kukar kini menerapkan program lingkungan yang melibatkan siswa secara langsung.
Salah satunya terlihat pada program bank sampah yang dijalankan SMP Negeri 3 Tenggarong. Dengan kolaborasi bersama bank sampah setempat, siswa berhasil mengumpulkan puluhan kilogram sampah plastik per minggu, yang sekaligus memberi pelajaran tentang tanggung jawab dan manfaat ekonomi.
Menurut Emy, keberhasilan program tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak harus rumit. Yang dibutuhkan hanyalah konsistensi dan keterlibatan aktif siswa.
Selain itu, ia juga menilai sejumlah inovasi sekolah seperti kreativitas pengelolaan limbah organik dan pembuatan produk ramah lingkungan oleh SMPN 6 Tenggarong sebagai bukti bahwa karakter peduli lingkungan dapat tumbuh seiring kreativitas.
“Ketika sekolah berani berinovasi, dampaknya bukan hanya pada lingkungan, tetapi juga pada cara siswa memahami nilai-nilai kebaikan,” ujarnya.
Emy berharap pendekatan penguatan karakter berbasis lingkungan ini menjadi gerakan besar di seluruh sekolah, bukan sekadar program sesaat.
“Jika anak-anak sudah memiliki karakter peduli lingkungan, itu akan terbentuk menjadi bagian diri mereka hingga dewasa,” pungkasnya.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















