Menu

Mode Gelap
Musancab PDIP Kukar Panaskan Mesin Partai, Fokus Konsolidasi dan Regenerasi Kader 1.024 Jemaah Haji Samarinda Resmi Dilepas, Wali Kota Titip Doa dan Harapan dari Tanah Suci Blukar 2026 Resmi Dimulai, Jelajah Alam Kukar Lewat Konsep Overland Dan Sport Tourism DPRD Samarinda Perketat Pengawasan MBG, Celni Tekankan Standar Kesehatan Dapur dan Dukung Pengembangan Seni Budaya Pansus II DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pasar Rakyat, Target Selesai Tahun Ini

BERITA DAERAH · 26 Nov 2025 14:00 WITA ·

Disdikbud Kukar Dorong Sekolah Perkuat Kemitraan dengan Orang Tua dalam Pendidikan Inklusif


 Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Pujianto, menjelaskan urgensi kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mewujudkan pendidikan inklusif. (Dok. Indirwan) Perbesar

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Pujianto, menjelaskan urgensi kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mewujudkan pendidikan inklusif. (Dok. Indirwan)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara, Pujianto, menegaskan pentingnya sekolah membangun kemitraan yang lebih kuat dengan orang tua dalam menangani anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Ia menyebut bahwa tantangan terbesar dalam pendidikan inklusif saat ini justru berada pada komunikasi dan kesamaan persepsi antara sekolah dan keluarga.

Menurut Pujianto, sebagian orang tua masih sulit menerima kondisi anaknya sehingga terjadi kesalahpahaman ketika sekolah memberikan pendampingan khusus. Ia menjelaskan bahwa langkah-langkah yang dilakukan guru seringkali dianggap sebagai perlakuan berbeda, padahal bertujuan untuk mendukung perkembangan anak secara optimal.

“Banyak orang tua yang merasa anaknya baik-baik saja. Ketika sekolah memberi perhatian lebih, sering disalahartikan sebagai bentuk pembedaan. Di sinilah pentingnya komunikasi dan sosialisasi yang berkelanjutan,” ujar Pujianto, Rabu (26/11/2025).

Ia menekankan bahwa pendidikan inklusif hanya dapat berhasil jika sekolah dan orang tua memiliki komitmen yang sama. Sinergi keduanya diperlukan agar strategi pendampingan siswa ABK berjalan selaras dan tidak menimbulkan konflik di lapangan.

Pujianto juga menyoroti beban kerja guru yang menangani siswa inklusi. Menurutnya, pendidik membutuhkan kesabaran, ketelitian, serta ketulusan ekstra dalam menghadapi dinamika perilaku anak berkebutuhan khusus. Namun ia meyakini bahwa para guru di Kukar memiliki kemampuan dan dedikasi untuk menjalankan amanah tersebut.

“Menjadi guru inklusi bukan tugas yang ringan. Tapi itulah letak kemuliaannya. Saya percaya guru-guru kita mampu melaksanakannya dengan hati,” katanya.

Ia menambahkan bahwa guru perlu terus memperluas pengetahuan, baik melalui literatur maupun teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) yang kini menyediakan banyak referensi penanganan ABK. Namun ia mengingatkan bahwa teori tidak boleh berdiri sendiri tanpa dipadukan dengan pengalaman langsung di lapangan.

Lebih jauh, Pujianto meminta sekolah untuk tidak menolak kehadiran anak berkebutuhan khusus. Ia menegaskan bahwa setiap anak, tanpa pengecualian, memiliki hak pendidikan yang sama.

“Sekolah tidak boleh menolak. Kalau ada keterbatasan, solusinya adalah bekerja sama dengan orang tua dan berkoordinasi dengan dinas, bukan menghindar,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa berbagai persoalan anak—baik ABK maupun non-ABK—memerlukan pendekatan yang sama-sama sabar dan penuh komitmen. Dalam kondisi apa pun, kata Pujianto, guru harus tetap mengedepankan ketulusan, doa, dan tanggung jawab moral dalam mendidik generasi penerus.

“Setiap anak punya tantangannya masing-masing. Dengan kesabaran, ketulusan, serta hubungan baik dengan orang tua, kita bisa menciptakan pendidikan yang lebih inklusif dan manusiawi,” pungkasnya.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Musancab PDIP Kukar Panaskan Mesin Partai, Fokus Konsolidasi dan Regenerasi Kader

25 April 2026 - 18:00 WITA

p12

1.024 Jemaah Haji Samarinda Resmi Dilepas, Wali Kota Titip Doa dan Harapan dari Tanah Suci

25 April 2026 - 17:00 WITA

an87

Blukar 2026 Resmi Dimulai, Jelajah Alam Kukar Lewat Konsep Overland Dan Sport Tourism

24 April 2026 - 18:00 WITA

aul0000001

DPRD Samarinda Perketat Pengawasan MBG, Celni Tekankan Standar Kesehatan Dapur dan Dukung Pengembangan Seni Budaya

24 April 2026 - 17:00 WITA

dprdkota02

Pansus II DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pasar Rakyat, Target Selesai Tahun Ini

24 April 2026 - 16:00 WITA

dpdrkota01

Celni Soroti Insiden Jurnalis Saat Demo, Dorong Pendekatan Dialog Redam Konflik

23 April 2026 - 17:00 WITA

kn010
Trending di BERITA DAERAH