KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Berbagai persoalan layanan publik kembali mencuat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Samarinda, Arif Kurniawan, yang digelar di kediaman warga Dayat, Jalan Rapak Indah 2, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Minggu (16/11/2025). Kegiatan Silaturahmi dan Penyerapan Aspirasi Masyarakat Masa Sidang III Tahun 2025 itu menjadi ruang dialog terbuka antara warga dan legislator.
Ditemui wartawan di Gedung DPRD Kota Samarinda, Kamis (27/11/2025), Arif yang juga Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi PKS menegaskan bahwa reses merupakan instrumen penting untuk memastikan arah pembangunan tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat.
Pelayanan PDAM Jadi Keluhan Dominan
Menurut Arif, persoalan tekanan air PDAM kembali menjadi keluhan utama. Warga mengaku hanya merasakan aliran air lancar pada malam hari, sementara siang hingga sore tekanannya sangat lemah.
“Keluhan terbesar soal PDAM. Tekanan airnya kecil sekali, baru lancar di malam hari. Warga meminta penambahan pipa sekunder agar tekanan air membaik,” ujar Arif.
Ia memastikan akan segera berkoordinasi dengan PDAM guna mempercepat perbaikan jaringan distribusi.
Drainase Gang Syukur Perlu Penanganan Serius
Selain air bersih, persoalan drainase di Gang Syukur juga mencuri perhatian. Kondisi jalan yang sempit dan saluran parit yang tertutup membuat wilayah tersebut rawan tergenang.
“Mereka meminta dibuatkan parit kecil. Kita perlu ukur dulu panjang dan kedalamannya. Jika memungkinkan, akan kita dorong masuk program 2027,” jelasnya.
Penerangan Jalan Menuju Mushola Minim
Warga juga menyampaikan minimnya lampu jalan menuju mushola setempat. Kondisi gelap pada malam hari dinilai mengganggu kenyamanan dan aktivitas ibadah.
“Jika memungkinkan akan kita usulkan ke Dinas Perkim. Penerangan jalan ini kebutuhan dasar warga,” kata Arif.

Momentum kebersamaan dalam acara silaturahmi antara Arif Kurniawan, anggota DPRD Kota Samarinda, dengan warga Dapil III. Diskusi konstruktif untuk kemajuan Samarinda di tahun 2025. (Ist)
Aspirasi Sarana Keagamaan
Tak hanya infrastruktur fisik, warga turut menyampaikan kebutuhan sarana keagamaan seperti alat ibadah, seragam kegiatan, hingga dukungan untuk pelaksanaan haul Banjar.
“InsyaAllah akan kita bantu. Ini bagian dari advokasi yang biasa kami perjuangkan,” ujarnya.
Beasiswa GratisPoll Belum Cair
Aspirasi lainnya berkaitan dengan keterlambatan pencairan Beasiswa GratisPoll Pemerintah Provinsi Kaltim. Beberapa penerima lama disebut belum menerima dana meski telah terdaftar.
“Saya baca di media, provinsi sudah mencairkan untuk perguruan tinggi yang tanda tangan kontrak. Yang lainnya diminta bersabar. InsyaAllah ada pencairan berikutnya, termasuk untuk mahasiswa yang kuliah di luar daerah,” terang Arif.
Ia berjanji akan turut mengingatkan pemerintah provinsi agar proses pencairan bisa dipercepat.
Siap Perjuangkan Aspirasi Sesuai Mekanisme
Arif menutup kegiatan reses dengan menyampaikan apresiasi atas keterbukaan warga menyampaikan aspirasi mereka.
“Semua aspirasi kita tampung dan akan kita perjuangkan sesuai mekanisme pengusulan program. Semoga bisa terealisasi,” pungkasnya.
Reses di Lok Bahu kembali menegaskan bahwa persoalan pelayanan dasar seperti air bersih, drainase, penerangan jalan, dan pendidikan masih membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah. Arif memastikan setiap suara warga akan terus ia kawal hingga ke tingkat kebijakan.
Pewarta : Yana Editor : Fathur @2025

















