KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara terus mematangkan penyusunan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) sebagai dasar arah kebijakan kebudayaan daerah. Proses penyusunan indeks ini masih berlangsung, dan nilai finalnya baru akan ditetapkan setelah seluruh rangkaian kegiatan kebudayaan di Kukar rampung pada Desember 2025.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menjelaskan bahwa angka-angka yang sempat disampaikan dalam seminar bersama Badan Pelestarian Kebudayaan masih bersifat sementara. Hal ini disebabkan sejumlah festival dan program budaya masih berjalan, sehingga data lengkap belum terkumpul sepenuhnya. Setelah seluruh kegiatan selesai, barulah indeks akhir dapat dipastikan.
Menurut Puji, IPK yang sedang disusun tidak hanya mengukur kondisi kebudayaan daerah, tetapi juga menjadi barometer pembangunan kebudayaan di Kutai Kartanegara. Hasil indeks nantinya akan menjadi catatan strategis bagi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk menentukan prioritas dan usulan kebijakan terkait pelestarian budaya.
“Angka-angka itu belum mesti karena masih kita susun sampai Desember. Salah satu dijadikan barometer untuk pembangunan kebudayaan di Kutai Kartanegara sebagai catatan penting untuk kita menyeluruh dalam mengusulkan apa yang harus kita lakukan mengenai kebudayaan,” ujar Puji, Kamis (27/11/2025)
Ia menambahkan bahwa salah satu fokus penting dalam pembangunan kebudayaan adalah mendorong generasi muda agar lebih mencintai budaya lokal. Pemerintah menilai bahwa keberlanjutan nilai-nilai budaya sangat bergantung pada sejauh mana pemuda memahami dan bangga terhadap identitas daerahnya.
“Salah satu bentuknya adalah mendorong para pemuda lebih mencintai kebudayaan. Itu menjadi contoh bagi pemerintah daerah untuk lebih fokus pada pemajuan kebudayaan di Kutai Kartanegara,” tambahnya.
Kegiatan seminar penyusunan IPK yang digelar beberapa waktu lalu juga melibatkan peserta dari berbagai kalangan. Masukan mereka menjadi bagian penting dalam merumuskan program-program kebudayaan yang relevan dan berdampak bagi masyarakat. Semua data tersebut akan masuk sebagai bahan acuan dalam pengajuan program kebudayaan ke kementerian dan lembaga terkait.
Puji menegaskan bahwa banyak rekomendasi yang muncul dari proses seminar tersebut, dan semuanya menjadi pertimbangan penting untuk menyusun langkah strategis dalam pemajuan kebudayaan daerah. Dengan adanya IPK yang terukur dan terencana, diharapkan kebijakan kebudayaan di Kukar menjadi lebih terarah, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui penyusunan indeks ini, Disdikbud Kukar ingin memastikan bahwa kebudayaan tidak hanya dilestarikan, tetapi juga terus berkembang bersama generasi muda. Pemerintah berharap hasil indeks nanti dapat menjadi landasan kuat untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan program-program kebudayaan di Kutai Kartanegara.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















