KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara terus mendorong inovasi digital dalam penyampaian materi kebudayaan. Salah satu terobosan terbaru adalah peluncuran game edukasi “Tenggarong Tour”, sebuah permainan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk mengenalkan sejarah dan destinasi budaya kepada generasi muda melalui pengalaman bermain yang interaktif.
Game ini diperkenalkan sebagai bagian dari strategi modernisasi edukasi kebudayaan, sekaligus upaya menarik minat pelajar agar lebih dekat dengan sejarah lokal. Meski masih dalam tahap pengenalan dan penyempurnaan, game tersebut telah menunjukkan potensi besar sebagai media pembelajaran berbasis digital yang mudah diterima oleh anak muda.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menjelaskan bahwa pengembangan game dilakukan dalam waktu yang cukup singkat sehingga masih membutuhkan penyesuaian. Ia menyebutkan bahwa beberapa elemen permainan, termasuk kostum dan konten visual, akan terus disempurnakan agar lebih sesuai dengan karakter budaya Kutai Kartanegara.
“Game-game itu masih diperkenalkan karena butuh dua minggu sementara itu mereka hanya lima hari. Ada game yang harus mereka ganti, termasuk kostum-kostum yang berasal dari karakter budaya Kutai Kartanegara,” jelas Puji, Kamis (27/11/2025).
Lebih lanjut, Puji menilai bahwa penggunaan elemen budaya lokal dalam visual game memberikan peluang besar untuk penguatan edukasi sejarah. Menurutnya, generasi muda dapat mempelajari unsur budaya melalui karakter, alur petualangan, dan tantangan yang disajikan dalam permainan.
“Kalau dilihat dari kostum dan konten yang digunakan, itu sebenarnya punya potensi besar untuk mengedukasi masyarakat, khususnya para pemuda,” ujarnya.
Game “Tenggarong Tour” mengusung konsep petualangan pencarian sejarah, di mana pemain harus menjawab pertanyaan yang muncul secara acak melalui berbagai misi cepat. Tantangan ini dirancang agar pengguna tidak hanya belajar, tetapi juga melatih daya pikir dan reaksi tangan.
“Gamenya itu berkaitan dengan petualangan pencarian sejarah. Mereka mengacak soal untuk dijawab, dan edukasinya ada pada kecepatan berpikir serta ketangkasan tangan,” ungkap Puji.
Melalui peluncuran game ini, Disdikbud Kukar berharap dapat memperluas metode pembelajaran kebudayaan dengan pendekatan yang lebih modern dan relevan dengan kebiasaan generasi digital. Pemanfaatan teknologi AI dianggap sebagai langkah penting dalam menjaga minat anak muda terhadap sejarah daerah.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















