KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Festival Museum Kayu Tuah Himbah 2025 kembali menjadi momentum penting bagi penguatan ekonomi kreatif di Kutai Kartanegara. Tidak hanya menampilkan seni dan budaya, festival ini juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk terlibat langsung dalam kegiatan. Pemerintah daerah melalui Disdikbud Kukar memastikan bahwa festival tersebut memiliki fungsi ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menyampaikan bahwa kehadiran UMKM bukan sekadar pelengkap acara, tetapi bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi lokal. Festival yang berlangsung beberapa hari ini diyakini mampu meningkatkan interaksi antara pelaku UMKM dan pengunjung sehingga membuka peluang penjualan maupun promosi usaha.
“Pemerintah menggerakkan UMK karena mereka adalah salah satu penggerak perekonomian masyarakat. Kami mengundang UMK untuk hadir mengisi tenan-tenan yang ada,” ujar Puji.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan UMKM di festival ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat. Meskipun kegiatan ini berbasis kebudayaan, ruang ekonomi tetap diberikan agar festival tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga wadah perputaran usaha masyarakat.
Menurut Puji, salah satu tantangan dalam pelibatan UMKM adalah terbatasnya area untuk menampung seluruh pelaku usaha. Namun, pemerintah tetap berupaya memberikan ruang agar sebanyak mungkin UMKM dapat turut serta dan merasakan manfaat dari kegiatan tahunan tersebut.
“Mungkin ruangannya terbatas, tempatnya juga terbatas, tetapi kami tetap berusaha memberi kesempatan kepada pelaku UMKM untuk terlibat,” tuturnya.
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa festival seperti ini menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat umum maupun wisatawan. Dengan hadirnya UMKM di arena festival, produk-produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk dikenal dan diapresiasi.
Festival Museum Kayu Tuah Himbah juga dinilai menjadi ruang promosi gratis yang sangat membantu pelaku usaha kecil. Interaksi langsung dengan pengunjung memberi kesempatan bagi pelaku UMKM mendapatkan masukan sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
“Tahun ini mungkin hanya beberapa UMKM yang dapat tertampung, mungkin sekitar lima, namun dampaknya tetap signifikan bagi mereka,” kata Puji.
Ke depan, Disdikbud Kukar menargetkan agar penyediaan ruang UMKM dalam festival bisa ditingkatkan. Harapannya, semakin banyak pelaku usaha kecil yang dapat menikmati peluang ekonomi dari rangkaian agenda kebudayaan tersebut.
Dengan terus digelarnya festival berbasis budaya yang diikuti UMKM lokal, pemerintah berharap mampu mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di Kutai Kartanegara. Hal ini sejalan dengan komitmen daerah dalam memperkuat perekonomian masyarakat melalui kegiatan seni, budaya, dan pariwisata.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















